Strategi Kementan Menghadapi Ancaman Badai El Nino dan Dampaknya pada Pertanian
- account_circle Saiful Rachman
- calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
- print Cetak

Ancaman badai El Nino ini bisa menyebabkan kekeringan yang berdampak signifikan di pertanian, mengancam produktivitas dan ketersediaan pangan. (Canva by Turnell)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Strategi ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan produksi pertanian serta menghadapi tantangan baru yang dihadirkan oleh fenomena El Nino.
Provinsi Jawa Barat (Jabar) merupakan salah satu wilayah yang akan berperan penting dalam menghadapi dampak badai El Nino.
Jabar memiliki tren pertumbuhan pertanian yang relatif bagus dengan berbagai komoditas unggulan.
Namun, hadirnya badai El Nino memberikan beban baru bagi Jabar, yang memerlukan akselerasi dalam program pertanian untuk menghadapinya.
Menteri Pertanian berharap bahwa sekitar 100 ribu hektare lebih lahan pertanian di Jabar dapat diakselerasi untuk menghadapi El Nino.
Langkah ini diharapkan dapat dimulai pada bulan Agustus untuk memastikan kesiapan dan kelancaran produksi pertanian di wilayah tersebut.
Menghadapi tantangan badai El Nino, Menteri Pertanian juga menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang mencukupi.
Hasil panen pada Juli-Agustus tahun ini memang berada di angka 800 ribu hektare, yang masih cukup dalam kondisi normal.
Namun, ia mengingatkan bahwa tidak boleh ada rasa percaya diri berlebihan, karena fenomena El Nino dapat berdampak pada kondisi pertanian yang sulit diprediksi.
- Penulis: Saiful Rachman




