Bertemu Mentan, Presiden IFAD Komitmen Dukung Regenerasi Petani di Indonesia

JAKARTA – Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah lama menjalin kerjasama dengan International Fund for Food and Agriculture (IFAD), dalam upaya membangun pertanian melalui dukungan transformasi pedesaan yang inklusif. Harapannya masyarakat pedesaan khususnya petani dapat menjalankan mata pencaharian yang berkelanjutan.

Pada courtesy call Presiden IFAD di Indonesia, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  menegaskan kemitraan bersama IFAD ini fokus mengakselerasi petani skala kecil dan masyarakat pedesaan guna menjamin penghidupan layak melalui sektor pertanian.

“Dalam kunjungan Presiden IFAD, Alvaro Lario yang singkat ini, kami ingin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesediaannya untuk turun langsung ke lapangan mengunjungi lokasi proyek-proyek kerja sama IFAD dan Kementerian Pertanian seperti Youth Enterpreneurship AndEmployment Support Services (YESS) serta UPLAND di Subang, Jawa Barat.

Dengan ini kami ingin memberikan penghargaan kepada IFAD sebagai bentuk apreasiasi kami atas dukungan IFAD dalam memberdayakan petani untuk mewujudkan pertanian Indonesia melalui dukungan pembiayaan dan tenaga ahli,” jelas Mentan Syahrul (16/11).

Mentan Syahrul menegaskan sejak 1980, IFAD menjadi mitra strategis dalam akselerasi pencapaian program pembangunan sektor pertanian Indonesia melalui lebih dari 20 proyek untuk penguatan petani kecil di pedesaan.

Presiden IFAD
Kunjungan Presiden IFAD Alvaro Lario ke Indonesia

Dukungan IFAD, lanjut Mentan, berhasil memberdayakan masyarakat pedesaan khususnya petani kecil (smallholderfarmers), termasuk kaum milenial dan perempuan serta komunitas marjinal melalui regenerasi petani untuk dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan serta memperbaiki gizi melalui teknologi dan inovasi pertanian yang modern.

Bak gayung bersambut, Presiden IFAD menegaskan komitmennya untuk terus membantu pertanian skala kecil. IFAD merupakan Badan khusus PBB yang difokuskan menangani pembiayaan pembangunan pertanian.

“Kami akan terus mendukung Indonesia untuk membantu petani skala kecil. Saat ini, petani skala kecil menghadapi berbagai tantangan termasuk harga pangan dan bahan bakar yang bergejolak serta dampak perubahan iklim,” kata Alvaro.

Sejak 1980, IFAD membiayai 21 program dan proyek pembangunan pedesaan di Indonesia. IFAD juga mendukung penyusunan Indonesia’s Vision 2045 dan Medium-Term Development Plan 2020- 2024.

Indonesia saat ini duduk sebagai Dewan Eksekutif IFAD. Proyek READSI, YESS dan UPLANDS adalah tiga dari empat investasi IFAD saat ini di Indonesia. Selain itu, IFAD dan Asian Development Bank juga mendanai bersama proyek Integrated and Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP).

Program YESS terpilih menjadi salah satu proyek yang dikunjungi Presiden IFAD. Adapun Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS)

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan ada dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS.

“Pertama, program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di perdesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS, yakni pemuda harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir,” kata Dedi.

Usai mendampingi Alvaro ke lokasi YESS di Subang, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti selaku Direktur Program YESS menyampaikan apresiasi setingi-tingginya kepada pihak IFAD yang telah mendukung pemerintah Indonesia dalam hal regenerasi petani. Idha pun berharap seterlah usah program YESS ini regenerasi petani terus berjalan untuk mendukung pembangunan pertanian di Indonesia.

“Meskipun program YESS hanya 5 – 6 tahun saja tapi diharapkan nantinya setelah program ini berakhir akan ada dampak yg dirasakan bagi petani binaan kita yakni kemandirian dalam berwirausaha di bidang pertanian,” tutup Santi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar