Cara Merawat Tanaman Obat, Ikuti Tips Ini

Cara merawat tanaman obat ini bisa dibilang susah-susah gampang. Tanaman obat keluarga atau TOGA merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai obat, bahan hingga ramuan untuk kesehatan.

Tanaman obat keluarga ini ternyata bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan untuk menambah penghasilan dengan modal yang minim.

Bisnis tanaman obat memang masih sangat relevan hingga saat ini, belum lagi cuaca yang tidak menentu terkadang hujan kadang juga panas, sehingga menimbulkan beragam macam penyakit yang ditimbulkan.

Pada masa sekarang ini, tanaman obat-obatan sudah menjadi salah satu pilihan yang sangat populer di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, melihat tren yang positif semacam ini, membudidayakan tanaman obat dapat menjadi pilihan yang menggiurkan.

Tahukah kamu, setiap tanaman obat ini tentu saja snagat membutuhkan suhu udara yang sesuai supaya proses metabolisme dapat berjalan baik.

Sementara, untuk suhu tanah ini secara umum akan mempengaruhi proses percambahan benih.

Suhu tanah yang terlalu rendah ini ternyata dapat menghambat proses perkecambahan, lalu untuk suhu tanah yang terlalu tinggi ini diketahui juga dapat mematikan embrio yang terdapat pada biji.

Tanaman obat di Indonesia sendiri mempunyai 15 jenis yang utama, mulai dari jahe, lengkuas, kencur, kunyit, lempuyang, temulawak, temuireng, temukunci, dlingo atau dringo, kapulaga, mengkudu, mahkota dewa, kejibeling, sambiloto hingga lidah buaya.

Tanaman obat-obatan yang kita tanam ini tentu saja membutuhkan curah hujan yang cukup dengan distribusi yang merata.

Ketersediaan air sendiri merupakan salah satu faktor yang bisa menjadi penentu keberhasilan budi daya tanaman obat.

Inilah beberapa tips yang bisa diikuti dalam cara merawat tanaman obat, yaitu:

  1. Pastikan untuk memberikan pupuk kandang secukupnya, pupuk kandang ini diketahui mengandung unsur hara makro maupun mikro yang sangat dibutuhkan tanaman. Dosis penggunaan yang tepat dalam pupuk kandang adalah sekitar satu sampai dua ton per hektar.
  2. Jangan lupa juga untuk memberikan pupuk organik. Pemberian pupuk organik ini diketahui dapat memperbaiki struktur tanah dan juga sebagai sumber zat makanan bagi tanaman obat.
  3. Apabila ada tanaman obat yang pertumbuhaannya tidak normal atau mati seperti yang lainnya, maka lakukanlah penyulaman. Penyulaman ini adalah pergantian tanaman yang mati dengan tanaman yang baru supaya pertumbuhannya seragam.
  4. Usahakan untuk rutin melakukan penyiraman pada saat penanaman atau tanaman masih kecil. Sementara, untuk tanaman yang sudah besar secara relatif tidak memerlukan penyiraman yang terlalu sering, penyiraman ini dapat dilakukan dengan perendaman parit bedengan.
  5. Lakukan juga penyiangan secara berkala, yaitu bisa dilakukan satu atau dua kali selama masa tumbuh dan dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk kandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *