Contoh Tanaman Tumpang Sari, Bisa Untuk Maksimalkan Penghasilan dari Bercocok Tanam

Contoh tanaman tumpang sari yang bisa untuk maksimalkan penghasilan dari bercocok tanam. Peningkatan penghasilan dari bercocok tanam dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menanam jenis tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Namun, untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan pendapatan, beberapa petani menerapkan teknik campuran atau tumpang sari dalam budidaya tanaman.

Teknik ini bukanlah hal baru dalam dunia pertanian Indonesia, sejak zaman dahulu kakek-nenek kita sudah menerapkannya.

Tumpang sari adalah pola tanam yang menempatkan dua atau lebih tanaman dalam satu lahan dan waktu yang sama. Salah satu tanaman menjadi tanaman utama, sementara sisanya menjadi tanaman pendamping.

Tujuan dari penerapan pola tanam ini adalah agar penggunaan lahan menjadi lebih optimal. Selain itu, dengan menggunakan pola tanam tumpang sari, hasil panen yang didapatkan akan lebih beragam.

Contoh Jenis Tanaman Tumpang Sari

Namun, pemilihan tanaman pendamping dalam pola tumpang sari haruslah hati-hati. Berikut ini adalah beberapa jenis tanaman pendamping yang cocok untuk diterapkan dalam pola tanam tumpang sari.

1. Asparagus

Tanaman asparagus ini cocok ditanam bersamaan dengan tanaman tomat sebagai tanaman utamanya. Tanaman pendamping ini membantu pertumbuhan asparagus.

Namun, asparagus tidak cocok ditanam bersama kentang dan bawang-bawangan karena dapat menjadi inang bagi hama yang merusak tanaman tersebut.

2. Buncis

Tanaman buncis juga dapat dibudidayakan dengan pola tumpang sari. Tanaman utama yang cocok ditanam bersama buncis antara lain jagung, bayam, bit, lobak, dan timun.

Tanaman buncis ini mampu menyediakan unsur nitrogen dalam tanah dan juga mampu menghalau kumbang parasit.

Namun, buncis kurang cocok ditanam bersama kubis, sawi, tomat, merica, dan bawang-bawangan karena dapat menyebabkan terlalu banyaknya unsur nitrogen dalam tanah yang menyebabkan tanaman rentan terhadap patogen penyakit.

3. Bawang-bawangan

Jenis tanaman pendamping tumpang sari lainnya adalah bawang-bawangan. Tanaman utama yang dapat dibudidayakan bersama bawang antara lain wortel, tomat, sayur daun, mawar, hingga tanaman buah.

Penanaman bawang-bawangan di antara tanaman utama dapat menghalau hama aphid, lalat, kumbang, dan penggerek batang.

Namun, bawang-bawangan tidak cocok ditanam bersama kacang-kacangan karena bakteri rhizobium sulit melekat pada bintil akar tanaman kacang.

4. Kemangi

Tanaman kemangi dapat dibudidayakan bersama tomat, asparagus, dan merica. Kemangi memiliki sifat menghalau lalat dan kumbang perusak serta mampu menarik kupu-kupu yang membantu penyerbukan dan membuat buah tomat menjadi lebih renyah dan kering.

Namun, tanaman kemangi sebaiknya tidak ditanam bersama dengan daun minggu (Ruta graveolens) dan daun saga (Salvia officinalis) karena dapat mempengaruhi rasa hasil panen dari tanaman utama.

5. Bit

Tanaman bit juga cocok dibudidayakan secara tumpang sari bersama kubis maupun bawang-bawangan. Daun bit mengandung magnesium yang berguna untuk pertumbuhan bawang dan kubis.

Namun, bit kurang cocok ditanam bersama kacang-kacangan karena akan bersaing dalam menyerap zat karbon dalam tanah, yang dapat mengganggu pertumbuhan kedua tanaman tersebut.

Dengan menerapkan pola tanam tumpang sari, petani dapat memanfaatkan lahan secara maksimal dan meningkatkan hasil panen serta pendapatan mereka.

Pola ini juga membantu mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara alami.

Oleh karena itu, para petani perlu memperhatikan pemilihan tanaman pendamping yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam bercocok tanam dengan pola tumpang sari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *