Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Bongkar Perdagangan Pupuk Palsu, Dirkrimsus Polda Sumbar: Tersangka Pemilik Pabrik dari Gresik

Bongkar Perdagangan Pupuk Palsu, Dirkrimsus Polda Sumbar: Tersangka Pemilik Pabrik dari Gresik

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PADANG – Kepolisian Daerah (Polda) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) membongkar kasus perdagangan pupuk bermerek Nt Phoska yang tidak sesuai dengan label pada kemasannya alias palsu.

Kabid humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan, pupuk tersebut diproduksi oleh CV ATM Gresik yang diedarkan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Sumbar dengan harga yang sangat murah dibandingkan pupuk NPK merek lainnya.

“Keberadaan pupuk pertama sekali ditemukan di Kenagarian Inderapura, Kecamatan Pancung, Kabupaten Pesisir Selatan. Penyelidikan itu dimulai berawal dari kecurigaan Tim Ditreskrimsus yang menemukan pupuk dengan harga yang sangat murah per karungnya,” ujar Dwi saat jumpa pers bersama awak media di Mapolda Sumbar, Kamis (29/9).

Dalam pengungkapan kasus itu, Polda Sumbar menangkap seorang pengusaha yang merupakan Direktur CV ATM Gresik berinisial AR (55). Selain itu, anggota Polda juga menyita 13 ton pupuk dengan rincian  260 karung ukuran 50 kg yang merupakan pupuk produksi dari CV ATM Gresik yang kandungannya tidak sesuai dengan standar pupuk.

Setelah dikembangkan, kata Dwi, pupuk tersebut juga diperjualbelikan di daerah Kabupaten Solok. Tim selanjutnya menunggu pengiriman pupuk dalam jumlah banyak dari CV ATM Gresik ke gudang pupuk di Jalan Lingkar Lintas Pintu Angin, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

“Di gudang pupuk itu, ditemukan 13 ton pupuk yang di produksi yang tidak sesuai label. Barang bukti kemudian kami bawa ke Polda Sumbar. Setelah dilakukan uji laboratorium , terbukti pupuk itu kadar kandungan nitrogen 0,13 persen dan 0,14 persen kalium. Yang artinya, tidak sesuai dengan yang diterakan pada kemasan dan sangat minim untuk standar suatu pupuk,” tegasnya.

Menurut Kombes Pol Dwi, pelaku melakukan tindakan ini untuk mendapatkan untung lebih besar dengan menjual pupuk harga murah. Jika pupuk diproduksi sesuai yang tercantum pada label, maka akan memakan biaya tinggi.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar  Kombes Pol Adip Rojikan mengatakan, terbongkarnya kasus itu, berkat kecurigaan lantaran adanya peredaran pupuk yang harganya sangat murah. Dari informasi itulah, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap alasan pupuk tersebut murah.

“Setelah kami lakukan uji labor di Medan, hasilnya pupuk itu kandungannya tidak sesuai dengan label pada kemasannya. Sehingga, kami melakukan penegakan hukum untuk membantu dan melindungi masyarakat petani yang tentunya membutuhkan pupuk sesuai dengan spesifikasi dan standarnya,” ujar Kombes Pol Adip.

Menurut Kombes Pol Adip, pupuk sebelum dipasarkan wajib melalui sertifikasi oleh lembaga yang berkompeten. Setelah dinyatakan lolos uji sertifikasi, baru berhak memasarkannya. Modus pelaku, saat mengajukan sertifikasi, pelaku membuat pupuk sesuai dengan kadar yang sudah ditentukan sehingga lolos sertifikasi.

“Tetapi, setelah mengantongi sertifikasi, pelaku malah memasarkan pupuk yang kandungannya tidak sesuai dengan standar dan ketentuannya. Periode sertifikasi ini dilakukan 6 atau 1 tahun sekali. Begitu modus pelaku menjalankan bisnis pupuk ini,” ungkap Kombes Pol Adip.

Kombes Pol Adip menjelaskan label pupuk NPK merek Nt PHOSKA ini tertulis nilai kandungan dari Nitrogen 15%, Fosfat 15% dan Kalium 15%. Kemudian dilakukan uji sampel secara laboratoris ternyata nilai kandungan kandungan Nitrogen 0,13%, fosfor total (Sebagai P205) 0.14% dan Kalium (K2O) 0,13%.

“Pupuk ini diperdagangkan ke Sumbar sejak awal tahun 2021 dan dalam setiap bulannya sebanyak lebih kurang 100ton dengan harga jual Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu per karung dengan ukuran 50 kg. Sedangkan pupuk sejenis itu harga pasarnya yang subsidi Rp 400 ribu per karung dan yang non sibsidi Rp 800 ribu,” ujarnya.

“Akibat dari perbuatan tersangka dapat merugikan petani dan mengakibatkan hasil produksi perkebunan tidak maksimal. Tersangka kami tangkap setelah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polda. Terhadap tersangka dapat dipersangkakan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat 1 huruf f Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 dua miliar,” pungkasnya.(**)

  • Penulis: redaksi

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Menaruh tanaman kamar tidur

      Rahasia Menaruh Tanaman di Kamar: Aman atau Berbahaya?

      • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Menaruh tanaman di dalam kamar tidur sering menjadi perdebatan. Sebagian orang percaya tanaman dapat meningkatkan kualitas udara, sementara yang lain khawatir tanaman dapat mengurangi kadar oksigen saat malam hari. Berikut ulasan lengkapnya: Manfaat Menaruh Tanaman di Kamar Tidur Memperbaiki Kualitas Udara Beberapa tanaman, seperti lidah mertua (Sansevieria) dan sirih gading (Epipremnum aureum), dikenal […]

    • Manfaat Daun Bawang untuk Kesehatan yang Terbukti

      Manfaat Daun Bawang untuk Kesehatan yang Sudah Terbukti

      • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Manfaat Daun bawang, dengan aroma dan rasa yang khas, bukan hanya menjadi bumbu dalam berbagai hidangan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Kaya akan nutrisi dan senyawa aktif, daun bawang telah digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional selama berabad-abad. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan manfaat kesehatan yang terbukti dari daun bawang. 1. Sumber […]

    • Tanaman Penyerap Air

      Cegah Banjir di Rumah dengan 3 Jenis Tanaman Penyerap Air Ini

      • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Musim hujan sudah tiba, dan beberapa wilayah di Indonesia mulai mengalami genangan hingga banjir. Tapi tahukah kamu? Kita bisa meminimalkan risiko banjir dengan cara sederhana, yaitu menanam tanaman yang dapat membantu menyerap air di sekitar rumah. Namun, tidak semua tanaman efektif untuk mencegah genangan air. Berikut ini tiga jenis tanaman yang direkomendasikan untuk […]

    • Cara Merawat Tanaman Buah

      Hasilkan Buah Lezat dan Melimpah dengan Cara Merawat Tanaman Buah Ini

      • calendar_month Minggu, 5 Mar 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 4Komentar

      Cara merawat tanaman buah agar bisa menghasilkan buah yang lezat dan melimpah. Tanaman buah adalah tanaman yang sangat penting bagi manusia karena buah-buahnya dapat dikonsumsi sebagai sumber vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Tetapi, merawat tanaman buah ini bukanlah hal yang mudah, karena butuh perawatan yang khusus dan serius. Di dalam artikel ini, kita akan […]

    • Istilah dalam Pertanian

      30 Istilah dalam Pertanian: Lengkap dengan Pengertian dan Contohnya

      • calendar_month Senin, 15 Apr 2024
      • account_circle redaksi
      • 3Komentar

      Wt Online – Di dunia pertanian, ada banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai aspek dan teknik yang berkaitan dengan bidang ini. Berikut adalah daftar 30 istilah dalam dunia pertanian lengkap dengan pengertian dan contohnya: Agroekologi: Istilah ini merupakan Ilmu yang mempelajari hubungan dinamis antara tanaman, hewan, manusia, dan lingkungan dalam sistem pertanian. Contoh: Penerapan […]

    • Tips Meningkatkan Kualitas Padi: Cara Optimalisasi Pertanian untuk Hasil Terbaik

      Tips Meningkatkan Kualitas Padi: Cara Optimalisasi Pertanian untuk Hasil Terbaik

      • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 2Komentar

      Padi adalah salah satu tanaman pangan penting di Indonesia dan kualitasnya sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Meningkatkan kualitas padi adalah tujuan yang diinginkan oleh setiap petani. Dalam artikel ini, kami akan membagikan beberapa tips yang dapat membantu meningkatkan kualitas padi Anda. 1. Pemilihan Varietas Unggul Langkah pertama untuk meningkatkan kualitas padi adalah […]

    expand_less