Klasifikasi Tumbuhan Paku Pteridophyta Beserta Contohnya

Klasifikasi tumbuhan paku pteridophyta beserta dengan contohnya. Tumbuhan paku atau juga sering disebut dengan paku-pakuan ini adalah kelompok tumbuhan yang mempunyai struktur berupa akar, batang, daun sejati hingga alat pengangkut atau berkas pembuluh.

Tumbuhan paku atau pakis-pakisan ini masuk dalam kingdom Plantae, yaitu Pteridophyta.

Tumbuhan paku ini berasal dari divisi Pterophyta, dimana kata “Pterophyta” ini terdiri dari dua kata yaitu kata pertama “pteron” yang memiliki arti sayap atau bulu dan “phyton” yang memiliki arti tumbuhan.

Sehingga, tumbuhan paku ini tergolong ke dalam tumbuhan berspora yang secara umum memiliki bentuk daun yang mirip seperti bentuk sayap.

Jadi, tumbuhan paku ini merupakan sekelompok tumbuhan yang tergolong dalam kelompok pteridophyta.

Mereka memiliki sistem perakaran yang kuat dan daun yang berbeda dari tumbuhan lainnya.

Daun paku biasanya berbentuk seperti jari-jari atau bergerigi dan berwarna hijau keabu-abuan. Beberapa jenis paku juga memiliki daun yang berwarna merah atau ungu.

Tumbuhan paku biasanya tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis, dan dapat tumbuh di daerah yang kering dan berbatu. Beberapa jenis paku juga dapat tumbuh di daerah yang lembab.

Paku memiliki banyak manfaat bagi manusia. Mereka dapat digunakan sebagai tanaman hias, tanaman obat, dan bahan baku industri.

Beberapa jenis paku juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Beberapa jenis paku juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan kertas, kain, dan bahan lainnya.

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Beberapa klasifikasi atau jenis-jenis dari tumbuhan paku, yaitu paku purba (psilopsida), paku ekor kuda (sphenopsida atau equisetopsida), paku kawat (lycopsida) dan paku sejati (pteropsida).

Berikut ini penjelasan masing-masing jenisnya, yaitu:

  1. Paku Purba (Psilopsida)

Paku purba atau Psiplosida ini termasuk jenis paku yang cukup langka. Tumbuhan ini sudah ada sejak zaman purbakala, bahkan dapat ditemukan dalam bentuk fosil.

Paku jenis ini mempunyai daun yang kecil, namun ada juga yang tidak memiliki daun. Sporangium dari jenis ini terbuka dan banyak juga yang menyebutnya sebagai paku telanjang.

Perlu diketahui, Psiplosida ini tidak mempunyai akar, batang serta daun sejati. Tetapi, Psiplosida ini mempunyai jaringan angkut xylem dan floem. Contoh dari paku purba adalah lotum nudum dan rhynia.

  1. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida atau Equisetopsida)

Jenis ini dinamakan dengan paku ekor kuda karena tanaman ini mempunyai panjang seperti ekor kuda dan jenis ini juga dapat hidup hingga ratusan tahun.

Ciri utama dari paku ekor kuda ini adalah pada warnanya yang hijau, memiliki ruang, ada lubang di bagian tengah dan ada pula yang memiliki cabang.

Perlu diketahui, fungsi dari lubang di tengah ini adalah untuk fotosintesis pengganti daun. Contoh dari tanaman paku ini adalah Equisetum arvense.

  1. Paku Kawat (Lycopsida)

Tanaman paku kawat atau Lycopsida ini masuk dalam kelompok heterospora yang memiliki dua jenis spora, yaitu mikrospora dan makrospora.

Ciri dari Lycopsida ini adalah bentuk daunnya yang kecil dan mempunyai susunan spiral hingga batang yang berbentuk seperti kawat.

Sporangium terletal di ketiak daun dan berkumpul, sehingga dapat membentuk strobilus. Contoh dari jenis ini adalah Lycopodium clavatum.

  1. Paku Sejati (Pteropsida)

Paku sejatu ini dikenal dengan nama ilmiah Pteropsida, dimana jenis ini mempunyai akar, batang hingga daun sejati. Secara umum, orang mengenal jenis tanaman ini sebagai tumbuhan pakis.

Jenis ini menjadi spesies yang paling banyak dan biasanya dapat tumbuh tegal diatas tanah meskipun ada juga yang terbenam di bawah tanah. Contoh dari klasifikasi ini adalah Adiantum Farleyence (paku merak merah), Adiantum Cuneatum (suplir), Platycerum Bipurcatum (paku tanduk rusa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *