Ragam Penyakit yang Sering Menyerang pada Ternak Ayam, Waspadalah!

Penyakit yang sering menyerang ternak ayam. Ayam telah menjadi salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh orang di seluruh dunia.

Konsumsi ayam di Amerika Serikat bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain, dengan angka konsumsi sekitar 93 pon per kapita per tahun.

Di Indonesia, konsumsi daging ayam per kapita hanya sebesar 8,1 kilogram pada tahun 2021, menurut data dari Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan.

Selain itu, ayam juga menjadi hewan yang banyak dipelihara oleh masyarakat dan sering menjadi pilihan untuk beternak. Namun, perlu diingat bahwa ayam rentan terhadap berbagai jenis penyakit.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para peternak untuk memahami jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang ayam. Untuk lebih jelasnya, inilah beberapa penyakit yang sering menyerang ternak ayam.

1. Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Penyakit ini dapat menyebabkan diare kronis, bahkan kematian pada manusia dan hewan.

Salmonella pullorum dan Salmonella gallinarum merupakan jenis bakteri yang biasanya menyebabkan masalah terbesar pada unggas.

Salmonella pullorum dapat ditularkan melalui telur dan menyebabkan diare pada anak ayam, yang dapat berakibat fatal. Ayam dewasa yang terinfeksi bakteri ini mungkin tidak menunjukkan gejala apapun.

Diagnosis salmonellosis didasarkan pada riwayat penyakit dan isolasi bakteri.

2. Penyakit New Castle

Penyakit New Castle, atau Newcastle disease, disebabkan oleh virus New Castle Disease (NDV) yang dapat mempengaruhi banyak spesies ayam.

Penyakit ini masih menjadi momok bagi peternak karena tingkat mortalitas yang tinggi. Gejala klinisnya biasanya ditandai dengan penyakit pernapasan dan penurunan produksi telur.

Lama kematian bervariasi tergantung pada jenis strain virus. Upaya peningkatan pakan dan nutrisi sangat diperlukan ketika ayam terserang penyakit virus ini, sehingga sistem kekebalan tubuh ayam dapat meningkat dan melawan infeksi virus.

3. Colibacillosis

Colibacillosis disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan seringkali merupakan infeksi sekunder setelah terjadi infeksi lain, seperti virus bronkitis dan mikoplasmosis.

Bakteri E. coli dapat menginfeksi ayam pada berbagai tahap pertumbuhan. Tanda klinisnya biasanya terlihat pada sistem pernapasan, reproduksi, dan saluran pencernaan.

Melakukan program biosekuriti dan sanitasi yang efektif dapat mencegah penyebaran organisme penyebab penyakit. P

emberian antibiotik biasanya diperlukan untuk mengobati colibacillosis, namun penggunaan antibiotik harus dilakukan oleh dokter hewan yang berwenang.

4. Penyakit Marek

Penyakit Marek merupakan penyakit yang menyerang sistem limfoid dan sistem saraf ayam. Penyakit ini memiliki sifat yang sangat menular dan proliferasi.

Marek Disease (MD) adalah penyakit virus yang umum pada ayam yang dipelihara di peternakan maupun ayam liar. Lesi utama yang muncul adalah tumor pada organ dalam, otot, kulit, dan saraf perifer.

Lesi pada saraf dapat menjadi tanda awal penyakit dan menyebabkan kondisi yang disebut range paralysis. Ayam yang terinfeksi Marek Disease seringkali mengalami cachexia sebagai tanda klinis.

5. Infectious Bronchitis Virus

Infectious Bronchitis Virus (IBV) menyebabkan penyakit pernapasan yang menyebar dengan cepat pada anak ayam. Penyakit ini menyebabkan penurunan produksi dan kelainan pada cangkang telur pada ayam petelur.

Beberapa strain IBV juga dapat menyebabkan penyakit pada ginjal ayam. Ayam yang terinfeksi IBV pada usia dini dapat mengalami kerusakan permanen pada saluran telur.

IBV sangat mudah menular, tetapi burung ayam dapat sembuh dengan perawatan suportif. Antibiotik dapat diberikan untuk mencegah infeksi sekunder.

Pemberian pakan bergizi dan manajemen kandang yang baik sangat penting untuk mencegah penyakit pada ayam.

Penting bagi peternak untuk mengundang dokter hewan secara rutin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan unggas, sehingga mereka tetap sehat dan bebas dari penyakit.

Dengan pemahaman yang baik tentang penyakit yang umum pada ayam dan tindakan pencegahan yang tepat, peternak dapat menjaga populasi ayam mereka tetap sehat dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *