Perkebunan Kelapa Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi

Kelapa sawit dikatakan mempunyai nilai ekosistem yang tinggi karena buahnya yang menghasilkan minyak, serta sisa industri pengolahannya dapat juga di jadikan sebagai penghasilan.

Industri pada pengolahan sawit ini begituh berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. IndustriĀ  ini dapat menyerap berbagai hasil pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Memiliki nilai ekonomis yang tinggi pada kelapa sawit tida khanya pada buahnya saja yang bernilai tinggi tetapi pada batang, pelepah, serta hasil dari pengolahan buahnya dapat di jadikan sebagai pupuk, arang, pembakar tungku dan pembangkit listrik.

Sehingga banyak memanfaatkan tanaman sawit ini karena dapat memberikan nilai serta manfaat lainnya. Agar selalu memberikan konstribusi dalam petani pengelolahannya harus diperbaiki termasuk dalam pengolahan minyaknya.

Sektor perkelapasawitan ini cakupannya sangat luas sehingga membutuhkan koordinasi dari berbagai pihak terkait penyusunan kebijakan dalam perkembangannya, sehingga dapat menghasilkan produk turunan yang berkualitas dan memiliki daya saing yang bagus. Hal ini di dukung dari ketersediaan bahan baku dan penggunaan teknologi serta bagaimana pemanfaatn inovasinya agar produknya dapat diterima oleh masyarakat ataupun konsumen global.

Tidak hanya hal itu yang perlu diperhatikan tapi manajemen pengelolahannya juga harus diperhatikan mulai dari pemeliharaan, seleksi bibit, pemupukan, bahkan budidaya panen keseluruhan dapat di tingkatkan agar produksinya dapat meningkat lagi.

Di kutip dari kementrian perindustrian republik indonesia, bahwa pada tahun 2011 hanya terdapat 54 jenis produk hilir kelapa sawit yang kita produksi sedangkan saat ini sudah ada sekitar 168 produk hilirĀ  sawit yang telah mampu diproduksi oleh industri di dalam negeri. Artinya selama 11 tahun sudah ada peningkatannya sebanyak 3 kali lipat lebih.

Terdapat juga beberapa produk turunan kelapa sawit antara lain dalam keperluan sektor pangan seperti minyak goreng, bahan kimia/oleokimia, fitofarmaka atau nutrisi hingga pada bahan bakar terbaru atau biodesel fame. Sehingga insdustri pengolahan sawit berperan strategis dalam penyerapannya.

Kemudian operasional kelancaran pada pabrik kelapa sawit juga sangat berpengaruh terhadap aktivitas sektor perkelapasawitan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dan diharapkannya semoga pabrik kelapa sawit bisa beroperasi secara normal kembali. (NAW)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar