Pupuk Alami untuk Tanaman Hias Indoor di Air, Bisa Tingkatkan Pertumbuhan dan Kecantikan Tanaman Anda!

Pupuk alami untuk tanaman hias indoor di air, bisa gunakan ini. Menanam tanaman hias di dalam air adalah metode yang mudah dilakukan, namun perlu diperhatikan bahwa pupuk secara teratur sangat penting.

Untuk memberikan nutrisi pada tanaman hias yang tumbuh di dalam air, Anda dapat menggunakan pupuk alami yang dapat Anda buat sendiri.

Berikut adalah beberapa pupuk alami yang dapat digunakan untuk tanaman hias indoor yang ditanam di dalam air.

1. Cangkang Telur

Pertama, ambillah lima hingga enam cangkang telur.

Kemudian, cuci bersih dan keringkan selama tiga sampai lima hari.

Setelah itu, hancurkan cangkang telur hingga menjadi bubuk halus.

Anda dapat menambahkan setengah sendok teh bubuk cangkang telur ini ke dalam air tanaman setiap bulan untuk memberikan tambahan kalsium.

2. Kulit Pisang

Ambil 3 sampai 4 kulit pisang, potong kecil-kecil, dan keringkan selama lima sampai tujuh hari.

Setelah itu, haluskan kulit pisang hingga menjadi bubuk halus.

Simpan bubuk kulit pisang ini dalam toples dan tambahkan sejumput ke dalam air setiap beberapa waktu.

3. Teh Bekas

Gunakan daun teh bekas atau kantong teh celup yang sudah digunakan.

Letakkan dalam mangkuk dan tambahkan air segar hingga terendam selama 24 jam.

Setelah itu, encerkan larutan ini dengan air dalam perbandingan 1:1 dan tambahkan 2 sendok makan ke dalam vas atau wadah tempat Anda menanam tanaman.

Lakukan ini setiap dua hingga empat minggu untuk melihat hasilnya.

4. Rumput Laut

Anda dapat membeli rumput laut secara online atau di toko dan membersihkannya dengan benar.

Setelah itu, masukkan rumput laut ke dalam wadah.

Kemudian, tambahkan air hingga terendam, dan biarkan selama 30 hingga 40 hari.

Setelah periode tersebut, Anda dapat menggunakan larutan konsentrat rumput laut sebagai pupuk buatan sendiri yang sangat baik.

Jangan lupa untuk mengencerkannya dengan air dalam perbandingan 1:4 dan tambahkan 1 hingga 2 sendok teh ke dalam vas setiap enam hingga delapan minggu.

5. Pupuk Cair dari Limbah Dapur

Dengan menggunakan sisa-sisa sayuran, Anda dapat membuat pupuk cair yang kaya akan mineral, kalsium, dan vitamin.

Rebus sisa-sisa sayuran tersebut dalam air dan biarkan dingin.

Setelah itu, encerkan larutan ini dengan air dalam perbandingan 1:1, dan Anda dapat menambahkan 2 hingga 4 sendok teh ke dalam vas setiap beberapa minggu.

Pupuk ini juga cocok untuk tanaman seperti bambu rejeki.

6. Air Aquarium

Air aquarium merupakan pupuk terbaik untuk tanaman hias yang ditanam di dalam air, kecuali jika berasal dari tangki air asin.

Air aquarium kaya akan nitrogen, fosfor, kalium, nutrisi, dan bakteri yang menguntungkan.

Tambahkan 2 hingga 3 sendok makan air aquarium ke dalam vas setiap kali Anda mengganti air.

Jika air dalam akuarium terlalu pekat, encerkan dengan air.

7. Garam Epsom

Garam Epsom membantu memperkuat daun tanaman dan menjaga kehijauan tanaman, bahkan saat tumbuh di dalam air.

Garam Epsom mengandung oksigen, magnesium, dan belerang.

Tambahkan sejumput garam Epsom ke dalam vas tanaman air Anda setiap beberapa minggu untuk hasil yang optimal.

8. Air Cucian Beras

Air cucian beras merupakan sumber pupuk NPK yang penting untuk memperkuat sel tanaman.

Selain itu, air cucian beras yang telah difermentasi dapat membantu melawan hama tanaman dan mendorong pertumbuhan bakteri yang sehat.

Tambahkan 2 hingga 4 sendok teh air cucian beras yang direndam ke dalam air vas setiap beberapa hari untuk hasil yang maksimal.

Dengan menggunakan pupuk alami ini, Anda dapat memberikan nutrisi yang cukup kepada tanaman hias Anda yang ditanam di dalam air.

Pastikan untuk mengikuti instruksi penggunaan pupuk dan mengamati perkembangan tanaman Anda.

Dengan perawatan yang baik, tanaman hias indoor Anda akan tumbuh subur dan sehat, mempercantik ruangan Anda.***

Komentar