Hati-Hati! Benda Organik di Rumah Ini Tidak Bisa Dibuat Pupuk Kompos

Pupuk kompos ini adalah penyedia unsur-unsur hara yang tentunya sangat penting bagi tanaman untuk tumbuh.

Secara umum, kompos dapat berasal dari benda seperti sampah makanan dan juga sampah rumah tangga. Kegiatan mengompos ini masuk dalam salah satu cara untuk mengurangi limbah yang dibuang ke TPA.

Bahan-bahan dalam membuat pupuk kompos ini umumnya terdiri dari benda organik yang nantinya bisa mengalami pelapukan menjadi tanah.

Tapi tidak semua bahan organik ini bisa dijadikan sebagai pupuk kompos. Inilah beberapa benda organik yang tidak dapat dijadikan sebagai pupuk kompos, yaitu:

  1. Tanaman Sakit dan Beracun

Walaupun semua jenis tanaman ini biodegradable dan organik, hanya saja masih ada yang tidak bisa dijdikan sebagai kompos.

Tanaman yang sakit dan beracun ini bukanlah benda yang bisa digunakan dalam pembuatan pupuk. Walaupun tanaman tersebut sudah kering, tanaman yang sakit seperti terkena jamur ini nyatanya masih menyimpan bakteri jamur.

Kondisi ini juga sama seperti tanaman beracun yang didalamnya masih mengandung zat yang mampu membunuh dekomposer.

Jadi, usahakan untuk memilih daun-daun atau rumput-rumput yang lebih familiar saja untuk bahan pembuatan kompos.

  1. Kotoran Anjing dan Kucing

Pupuk kompos ini ada yang asalnya dari kotoran hewan seperti kelinci, kambing atau sapi.

Kotoran dari hewan herbivora ini memang dapat dijadikan sebagai kompos dengan baik, karena makanan hewan tersebut berasal dari tumbuhan.

Hewan-hewan yang pakannya dari tumbuhan ini lebih cenderung mengeluarkan kotoran yang mengandung unsur hara yang baik untuk dapat membantu media tanam lebih gembur.

Berbeda dengan hewan anjing dan kucing yang cenderung memakan daging.

Kotoran kucing dan anjing ini diketahui mengandung bakteri dan parasit yang tidak hanya berbahaya bagi manusia, tapi juga berbahaya pada mikroorganisme dan pengurai saat proses pengomposan.

  1. Kertas Bertinta

Kertas tentu saja merupakan barang organik, karena berasal dari pohon. Tapi, ada beberapa jenis kertas yang tidak dapat dicampurkan dalam wadah komposter saat membuat pupuk kompos.

Seperti kertas yang mengandung tinta, yaitu kertas yang berisi tulisan atau koran. Mengapa? Karena tinta pada kertas ini mengandung timbal yang berbahaya bagi tanaman maupun hewan-hewan di sekitarnya.

Tak hanya itu, jenis kertas yang mengandung lilin, aluminium foil dan kertas yang berkilau ini juga kurang cocok untuk dicampurkan pada kompos.

Kertas yang bisa digunakan sebagai pupuk kompos ini adalah kertas karton berwarna cokelat atau kertas yang tidak terdapat coretan tinta.

  1. Daging dan Ikan

Daging dan ikan ini adalah makanan biodegradable atau yang mudah terurai, walaupun juga belum tentu dihasilkan dari peternakan yang organik.

Daging dan ikan yang membusuk di dalam komposter ini nantinya hanya akan membiakkan banyak bakteri, yang akan menyebabkan kompos berbau tidak sedap.

Jadi, sebaiknya tidak menggunakan daging dan ikan dalam pembuatan pupuk kompos, begitu pula dengan produk yang terbuat dari olahan daging dan ikan.

  1. Susu dan Minyak Goreng

Susu dan minyak goreng ini memang merupakan produk nabati. Hanya saja bau minyak bekas penggorengan ini akan dapat mengundang serangga datang ke wadah komposter.

Minyak juga tidak dapat membaur dengan air, maka kondisi ini akan menghambat proses pengomposan.

Sementara untuk produk yang mengandung susu, seperti keju dan yoghurt ini ternyata tidak dapat dikomposkan.

Tak hanya bisa menimbulkan bau busuk, ternyata produk dari olahan susu ini diketahui juga dapat merusak kelembapan kompos. Sehingga, hal ini akan sangat berpengaruh pada kualitas kompos.

Jadi, tidak semua barang atau benda organik ini bisa dijadikan kompos ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *