Tanaman Okra, Inilah Syarat Tumbuh dan Perlakuan Benihnya untuk Budidaya yang Sukses

Tanaman Okra¬† atau yang juga dikenal dengan nama Bendi atau Lady’s Finger, merupakan salah satu tumbuhan berbunga dan berbuah yang termasuk dalam suku kapas-kapasan (Malvaceae).

Meskipun asal usulnya masih diperdebatkan, tanaman Okra diyakini berasal dari kawasan Ethiopia, Afrika.

Tanaman okra ini tumbuh subur di daerah beriklim tropis dan subtropis, termasuk di Indonesia yang memiliki cuaca hangat sepanjang tahun.

Sejarah panjang konsumsi Okra manusia dapat ditelusuri hingga era Yunani dan Romawi.

Bahkan, hieroglif dan ukiran gambar Okra ditemukan di dinding Kuil Firaun di Mesir, menggambarkan tumbuhan ini tumbuh secara liar di sepanjang Sungai Nil Putih di Sudan.

Di Indonesia, Okra menjadi salah satu sayuran yang populer.

Bagian yang dikonsumsi dari tanaman ini adalah buah yang masih muda.

Okra dapat dimasak sebagai sayur, digoreng, atau dijadikan lalapan.

Selain rasanya yang lezat, sayuran ini juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Oleh karena itu, potensi budidaya Okra di Indonesia sangat menjanjikan.

Namun, untuk mencapai hasil panen yang maksimal, penting bagi para petani memperhatikan syarat tumbuh tanaman Okra serta perlakuan benihnya.

Syarat tumbuh Okra dapat dipelajari dari Repositori Kementerian Pertanian.

Okra merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah di Indonesia, baik di dataran rendah, menengah, maupun dataran tinggi.

Namun, pertumbuhan tanaman ini akan lebih maksimal jika ditanam di tanah berpasir yang kaya akan unsur hara, gembur, memiliki sistem drainase yang baik, serta memiliki pH antara 6,5 hingga 7,5.

Okra termasuk salah satu jenis sayuran yang sangat tahan terhadap panas dan kekeringan.

Tanaman ini mampu bertahan hidup bahkan di tanah liat berat dengan tingkat kelembapan yang minim.

Selain memperhatikan syarat tumbuh, perlakuan benih Okra juga memegang peranan penting dalam keberhasilan budidaya.

Benih Okra yang baik perlu mendapatkan perlakuan khusus agar dapat tumbuh dengan maksimal.

Anda dapat menggunakan biji Okra yang sudah tua dan berwarna hitam.

Benih tersebut direndam selama 4 hingga 6 jam sebelum ditanam.

Benih Okra yang berkualitas akan tenggelam saat direndam, sementara yang kurang baik akan mengapung.

Benih yang tenggelam kemudian dapat ditanam dalam media semai yang subur.

Setelah mencapai tinggi sekitar 15 hingga 20 cm, bibit Okra dapat dipindahkan ke lahan atau polybag yang lebih besar.

Dengan memperhatikan syarat tumbuh yang sesuai dan memberikan perlakuan yang baik pada benih Okra, Anda dapat memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal dan hasil panen yang melimpah.

Budidaya Okra yang sukses akan memberikan manfaat bagi petani dalam hal kesejahteraan ekonomi dan pasokan sayuran yang bergizi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar