“Percuma pemupukan bagus dan pengendalian OPT bagus kalau benihnya asal-asal, gunakan varietas unggulan untuk menghasilkan komoditas unggulan”, ujar Kabadan Dedi.

Menurut Narasumber MSPP, Direktur Perbenihan Perkebunan, Gunawan mengatakan bahwa mutu benih yang dihasilkan produsen benih itu sangat bervariasi. Hal ini karena adanya perbedaan pengetahuan dan keahlian serta sarana pembibitan.

“Belum semua produsen benih memahami ketentuan perbenihan sehingga masih sering terjadi penyebaran benih tidak sesuai ketentuan”, ujar Gunawan.

Gunawan menjelaskan jika sebagian besar produsen benih perkebunan mengandalkan pasar pengadaan pemerintah, dampak belum tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan benih bermutu.

“Untuk meningkatkan ketersediaan benih bagi masyarakat diperlukan strategi dan kebijakan yang strategis untuk mendorong perbaikan mutu benih yang dihasilkan produsen benih”, pungkasnya.

Selain Program MSPP, BPPSDMP melalui Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) memastikan sektor pertanian tanah air terus maju, mandiri dan modern. Untuk itu, Kementan akan memaksimalkan semua potensi, termasuk juga program-program PHLN seperti Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). Program SIMURP yang bertujuan peningkatan produktivitas tanaman dalam menghadapi perubahan iklim global, peningkatan IP, menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Daerah Irigasi (DI) dan Daerah Rawa (DR) melalui penerapan teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim (PCI). Program SIMURP diharapkan tetap fokus pada kegiatan pada pertanian ramah lingkungan dengan memaksimalkan kegiatan penyuluhan pertanian. (HV/NF)