Mengapa Pohon-Pohon Ini Gugurkan Daunnya saat Musim Kemarau? Simak Mekanisme dan Manfaatnya untuk Lingkungan

Tumbuhan yang menggugurkan daunnya saat musim kemarau ini lebih dikenal dengan istilah pohon deciduous atau pohon daun gugur.

Hal ini merupakan mekanisme yang dilakukan oleh pohon tersebut untuk bisa bertahan hidup di musim kemarau, di mana suplai air yang tersedia sangat terbatas.

Pohon deciduous memiliki ciri-ciri khusus, yaitu memiliki daun yang tumbuh seiring dengan musim semi dan musim panas.

Pada saat musim gugur, daun-daun tersebut nantinya akan berubah warna menjadi kuning, merah, atau oranye, kemudian gugur dan meninggalkan ranting kosong di pohon.

Hal ini terjadi karena pohon membutuhkan energi yang besar untuk menjaga daun-daun tersebut tetap hidup selama musim kemarau, dan dengan menggugurkan daun, pohon dapat menghemat energi yang diperlukan untuk bertahan hidup.

Salah satu contoh tumbuhan deciduous yang umum dijumpai adalah pohon jati, maple atau pohon maple.

Pohon maple dikenal dengan daun berbentuk bulat yang berwarna hijau cerah di musim semi dan musim panas, kemudian berubah warna menjadi kuning atau merah di musim gugur sebelum akhirnya gugur dari pohon.

Selain itu, oak atau pohon ek juga termasuk dalam kategori pohon deciduous. Pohon ek memiliki daun yang berwarna hijau cerah di musim panas, kemudian berubah warna menjadi coklat dan gugur di musim gugur.

Beberapa jenis pohon buah juga termasuk dalam kategori pohon deciduous, seperti apel, ceri, dan persik.

Pohon buah ini akan kehilangan daunnya di musim gugur sebelum masuk ke dalam masa dormansi di musim dingin, dan kemudian kembali tumbuh daun baru pada musim semi.

Meskipun terlihat seperti kelemahan, tetapi mekanisme tumbuhan yang menggugurkan daunnya pada pohon deciduous sebenarnya adalah salah satu bentuk adaptasi yang memungkinkan pohon bertahan hidup di berbagai kondisi iklim yang berbeda.

Dalam jangka panjang, mekanisme tumbuhan yang menggugurkan daunnya ini juga membantu menjaga kesuburan tanah dan memungkinkan pertumbuhan tumbuhan lain di bawahnya.

Oleh karena itu, tumbuhan deciduous ini akan tetap memegang peranan penting dalam keberlangsungan ekosistem di berbagai wilayah di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar