Sidrap Genjot Produksi Padi dan Kesejahteraan Petani Lewat Modernisasi Pertanian
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- print Cetak

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, terus mendorong peningkatan produksi padi dan kesejahteraan petani melalui modernisasi pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan yakni penerapan teknologi mesin panen padi combine harvester melalui kegiatan demonstration plot (demplot).
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, peningkatan penghasilan masyarakat melalui sektor pertanian menjadi salah satu komitmennya selama memimpin daerah, termasuk dalam lima tahun ke depan.
“Tahun ini hingga lima tahun ke depan, saya berkomitmen meningkatkan penghasilan masyarakat melalui sektor pertanian,” ujar Syaharuddin di Makassar, Kamis.
Menurut dia, modernisasi pertanian tidak hanya dilakukan melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga dengan mengubah pola tanam petani melalui penerapan sistem indeks pertanaman (IP) 300.
Melalui sistem tersebut, petani didorong untuk meningkatkan frekuensi penanaman dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan demikian, pemanfaatan lahan diharapkan lebih optimal dan produksi padi dapat meningkat.
“Jika sebelumnya petani hanya menanam dua kali setahun, maka dengan sistem IP 300, petani dapat menanam hingga tiga kali setahun,” katanya.
Syaharuddin menjelaskan, penerapan modernisasi pertanian dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain penggunaan sistem tanam IP 300, pemanfaatan benih unggul bantuan pemerintah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang memadai, serta pengelolaan pascapanen yang lebih baik.
Penggunaan mesin panen combine harvester menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Teknologi ini diharapkan membantu petani mempercepat proses panen dan meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian.
Kabupaten Sidrap sendiri memiliki potensi produksi padi yang besar. Pada 2024, produksi padi di daerah tersebut mencapai 447.856 ton dari luas panen 86.549 hektare, dengan produksi beras sebanyak 256.996 ton.
Berbekal capaian tersebut, Syaharuddin menargetkan produksi gabah di Sidrap dapat meningkat hingga satu juta ton pada 2025 melalui penerapan sistem tanam IP 300 dan optimalisasi sektor pertanian.
“Kita mampu meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 13 ton per hektare, jauh melampaui daerah lain dengan sistem IP 300 ini,” ucapnya.
Melalui penerapan teknologi pertanian, perbaikan pola tanam, dan peningkatan kapasitas petani, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap produktivitas lahan semakin meningkat. Upaya ini juga diarahkan untuk memperkuat pendapatan petani sekaligus mempertahankan peran Sidrap sebagai salah satu daerah penghasil padi di Sulawesi Selatan.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar