“Gejolak harga yang terlihat pada beberapa komoditas pangan perlu diredam dengan menjaga pasokan, distribusi dan harga di pasar,” ujarnya.
Dia menjelaskan dalam jangka pendek bakal dilakukan program peningkatan produktivitas komoditas inflasi seperti cabai rawit dan bawang merah melalui penerapan bibit unggul penguatan alsintan dan saprotan pada kota/kabupaten produsen seperti Merauke, perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan penyelenggaraan pasar murah.
“Secara umum bahan pangan yang ada di Papua harus di datangkan dari luar sehingga dibutuhkan kerjasama antar daerah,” katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya optimistis akhir tahun, inflasi setempat dapat dikendalikan secara perlahan sehingga dapat optimal baik dari sisi produsen, kemudian distributor dan konsumen dengan begitu komoditas yang mempengaruhi berada pada kisaran 5 persen.
Sekadar diketahui, sebelumnya telah dilakukan peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di yang dihadiri Wakil Bupati Merauke Riduwan, Kepala Disperindagkop dan Dinas Pertanian Papua serta TPID setempat bertempat di Kabupaten Merauke pada Rabu (12/10). (Sumber NET)
Comment