Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Ekspor Pertanian Meroket, Indonesia Mantapkan Langkah Jadi Lumbung Dunia

Ekspor Pertanian Meroket, Indonesia Mantapkan Langkah Jadi Lumbung Dunia

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Komoditas pertanian Indonesia terus menunjukkan taringnya di pasar internasional. Tren ekspor yang menggembirakan dalam dua tahun terakhir menandakan sektor agraria mulai bangkit menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor produk pertanian Indonesia pada 2023 menembus angka Rp552,4 triliun. Momentum positif ini terus berlanjut di 2025, dengan data hingga Juli mencatat pertumbuhan ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,6 persen secara tahunan (YoY).

Kontribusi utama datang dari kelapa sawit, kopi, rempah-rempah, serta produk turunan pertanian lainnya. Khusus untuk CPO dan turunannya, ekspor melonjak tajam sebesar 32,92 persen pada periode Januari–Juli 2025 dibanding tahun sebelumnya. Sinyal kuat bahwa sektor agraria kembali menjadi penopang ekspor nasional sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global.

Sawit, Kopi, dan Walet Jadi Primadona Devisa

Kelapa sawit masih menjadi tulang punggung ekspor pertanian nasional, menyumbang 33,72 persen dari total ekspor pada Januari 2024. Sarang burung walet dan kopi juga menjadi penyumbang utama devisa negara. Data menunjukkan, ekspor kopi Indonesia meningkat signifikan dari 929 juta dolar AS (Rp15 triliun) di 2023 menjadi 1,638 miliar dolar AS (Rp27 triliun) pada 2024 tumbuh 76,33 persen hanya dalam satu tahun.

Daerah seperti Lampung, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Aceh menjadi sentra utama ekspor kopi nasional. Sementara itu, rempah-rempah tetap menjadi komoditas unggulan meski nilai ekspornya sempat tertekan akibat harga global. Namun, volume ekspor rempah naik 29,77 persen pada Januari–November 2023, menunjukkan minat pasar global masih sangat besar, khususnya dari negara-negara seperti China, Amerika Serikat, India, Vietnam, dan Belanda.

Hilirisasi Jadi Kunci Peningkatan Daya Saing

Menyadari potensi besar sektor pertanian, pemerintah kini menempatkan hilirisasi sebagai strategi utama untuk mendongkrak nilai tambah ekspor. Kementerian Pertanian, melalui Ditjen Perkebunan, menetapkan percepatan program hilirisasi 2025–2027 sebagai prioritas, mencakup peningkatan produktivitas, efisiensi rantai pasok, serta modernisasi industri pengolahan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa petani Indonesia harus bertransformasi dari penjual bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah. Untuk itu, Kementan mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2025 yang difokuskan pada penyediaan bibit unggul, sarana produksi, serta infrastruktur pascapanen.

Program hilirisasi difokuskan pada komoditas unggulan seperti tebu, kelapa, kakao, kopi, lada, pala, dan jambu mete. Kolaborasi dengan industri, termasuk PTPN Holding, diarahkan untuk membangun dan merevitalisasi fasilitas pengolahan modern di dalam negeri.

“Hilirisasi bukan hanya meningkatkan nilai ekspor, tapi juga memberi manfaat langsung bagi petani dan membuka lapangan kerja,” ujar Menteri Amran.

Arah Kebijakan: Diplomasi Ekspor dan Konsolidasi Regulasi

Upaya memperkuat daya saing ekspor juga ditopang oleh strategi diplomasi ekonomi. Sepanjang 2023, Indonesia menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan negara mitra seperti China, Kamboja, dan Bangladesh untuk memperluas akses pasar, meningkatkan SDM pertanian, serta mendorong investasi.

Selain itu, Indonesia memimpin inisiatif regional lewat Deklarasi Penguatan Ketahanan Pangan ASEAN 2023 sebagai respons atas krisis pangan global. Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian pun mendorong hilirisasi sebagai “game changer” dalam ekspor pertanian.

Kepala BKP Kemendag menyebut, hingga Juli 2024 ekspor pertanian Indonesia baru mencapai 2,77 miliar dolar AS, sehingga hilirisasi dianggap sebagai strategi penting untuk melonjakkan nilai ekspor.

Sebagai bentuk konsolidasi regulasi, Permendag No.26/2024 kini mempercepat ekspor produk turunan kelapa sawit dan melibatkan UMKM dalam rantai ekspor, sekaligus menjaga pasokan domestik seperti Minyakita.

Peluang Pasar dan Tantangan Global

Peluang ekspor agraria Indonesia terbuka lebar seiring lonjakan permintaan pangan global. Di kawasan Afrika Sub-Sahara, populasi tumbuh sekitar 2,4 persen per tahun, mendorong peningkatan konsumsi. Selain itu, Global Islamic Economy Report 2024 menyebutkan bahwa nilai konsumsi produk halal global telah mencapai 2,29 triliun dolar AS pada 2022, dan diperkirakan tumbuh menjadi 3,1 triliun dolar AS pada 2027.

Hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia sebagai produsen produk halal agraria dan produk premium bernilai tambah seperti kopi organik, rempah lokal, hingga buah tropis seperti durian dan mangga, yang mulai menembus pasar AS dan Eropa.

Namun, tantangan juga semakin kompleks. Gelombang proteksionisme global, terutama dari negara maju, membatasi ekspor melalui regulasi ketat. Uni Eropa, misalnya, menerapkan EU Deforestation Regulation (EUDR) yang mewajibkan produk seperti sawit memiliki jejak lingkungan yang bersih dan transparan.

Selain itu, persaingan dengan negara produsen lain, seperti Vietnam untuk kopi dan Malaysia untuk sawit, menuntut Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan rantai pasoknya.

Kesimpulan: Transformasi Agraria Menuju Ekonomi Bernilai Tambah

Dengan dukungan kebijakan strategis, peningkatan kualitas SDM, penguatan industri hilir, serta ekspansi pasar global, sektor agraria Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi penggerak ekonomi bernilai tambah. Transformasi dari penjual komoditas mentah menuju eksportir produk siap saji menjadi langkah mutlak agar pertanian tidak hanya menghidupi petani, tapi juga menopang kekuatan ekonomi nasional.

“Kita tak boleh hanya jadi lumbung, tapi harus jadi dapur dunia,” ujar salah satu pejabat Kementan.

Jika semua pihak bergerak selaras pemerintah, pelaku usaha, petani, dan industri maka mimpi besar menjadikan pertanian sebagai pilar utama ekonomi nasional dan pemain global bukan lagi angan-angan.

  • Penulis: redaksi

Komentar (7)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Strategi Pengelolaan Limbah Peternakan untuk Mengurangi Dampak Lingkungan

      Strategi Pengelolaan Limbah Peternakan untuk Mengurangi Dampak Lingkungan

      • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Strategi pengelolaan limbah peternakan sangat diperlukan saat ini, salah satunya pada industri peternakan. Industri peternakan merupakan salah satu penyumbang utama polusi lingkungan. Limbah peternakan dapat menyebabkan pencemaran air, udara, dan tanah jika tidak dikelola dengan baik. Artikel ini akan membahas strategi pengelolaan limbah peternakan yang efektif untuk mengurangi dampak lingkungan negatif. Dengan menerapkan strategi ini, […]

    • Mengatasi Hama Tikus pada Tanaman Kakao

      Mengatasi Hama Tikus pada Tanaman Kakao: Solusi Efektif

      • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      wartanionline.com – Hama tikus merupakan salah satu ancaman serius dalam budidaya kakao. Tikus dapat merusak tanaman, menggerogoti buah kakao, dan menyebabkan penurunan hasil panen. Jika tidak segera ditangani, serangan tikus dapat berdampak signifikan terhadap kualitas dan kuantitas produksi kakao. Berikut adalah langkah-langkah efektif untuk mengatasi hama tikus pada tanaman kakao. 1. Mengenali Kerusakan Akibat Hama […]

    • Hasil panen melimpah (Foto: Canva - Quang Nguyen Vihn).

      Hasil Panen Melimpah! Ini 6 Trik Mengejutkan untuk Pertanian Sukses!

      • calendar_month Rabu, 8 Nov 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 0Komentar

      Hasil Panen pertanian adalah salah satu sektor yang penting dalam mendukung kehidupan manusia terutama di Indonesia. Sehingga dalam meningkatkan produktivitas pertanian menjadi salah satu hal yang selalu dicari oleh petani di seluruh dunia. Untuk itu, kami akan membocorkan rahasia tersembunyi di balik hasil panen melimpah, dan kami akan membagikan trik-trik mengejutkan yang akan membantu Anda […]

    • Pemanfaatan Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan: Menjaga Bumi dan Meningkatkan Produksi

      Sensus Pertanian 2023 Akan Segera Dimulai, Ini Gaji Petugas Lapangan dari BPS

      • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 1Komentar

      Mulai tanggal 1 Juni hingga 31 Juli 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Sensus Pertanian 2023 (ST2023) di seluruh Indonesia. Program yang dilakukan setiap 10 tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 triliun. “Sekitar Rp3 triliun adalah total anggaran yang kita miliki untuk 514 satuan kerja (satker) dari pusat provinsi dan kabupaten/kota,” kata Sekretaris Utama BPS, […]

    • Pertanian Organik sebagai Solusi Alternatif Mahalnya Harga Pupuk

      Pertanian Organik sebagai Solusi Alternatif Mahalnya Harga Pupuk

      • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 3Komentar

      Pertanian organik ini dipilih sebagai solusi pertanian berkelanjutan dan juga sebagai alternatif ditengah mahalnya harga pupuk kimia. Pada penerapan pertanian organik ini ada sebuah larangan penggunaan input sintesis, mulai dari pupuk dan pestisida sintetis, obat-obatan hewan, benih, dan breed yang dimodifikasi secara genetik, pengawet, aditif dan juga iradiasi Pada saat ini, diketahui harga pupuk sintetis […]

    • Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Prestasi Nasional pada Lomba Karya Tulis Ilmiah ISMAPETI XXI

      Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Prestasi Nasional pada Lomba Karya Tulis Ilmiah ISMAPETI XXI

      • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
      • account_circle Humas Polbangtan Gowa
      • 0Komentar

      wartanionline.com, Gowa – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Muh. Furqan Darwis, mahasiswa Tingkat IV Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), berhasil meraih Juara Harapan II pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional yang diselenggarakan dalam rangka Musyawarah Nasional (MUNAS) ISMAPETI XXI di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah […]

    expand_less