Daun Tanaman Hias Tak Lagi Segar? Ini Penyebab Daun Keriting dan Cara Mengatasinya
- account_circle Admin
- calendar_month 58 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Keindahan tanaman hias dalam ruangan (indoor) sangat ditentukan oleh kondisi daunnya yang hijau, segar, dan tumbuh sempurna. Karena itu, ketika daun mulai keriting, menggulung, atau melengkung, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Perubahan bentuk daun merupakan tanda bahwa tanaman sedang mengalami stres atau gangguan tertentu, baik akibat faktor lingkungan maupun serangan organisme pengganggu. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, kamu dapat memberikan penanganan yang tepat sehingga tanaman kembali sehat.
Melansir dari Gardening Know How, terdapat tiga penyebab utama daun tanaman hias indoor menjadi keriting, yaitu serangan hama, penyiraman yang berlebihan, dan paparan sinar matahari yang terlalu terik.
1. Serangan hama pengisap
Hama pengisap menjadi salah satu penyebab paling umum daun tanaman hias berubah bentuk. Jenis hama seperti kutu daun (aphids), thrips, dan lalat putih (whiteflies) mengisap cairan dari jaringan daun sehingga mengganggu pertumbuhan sel. Akibatnya, daun menjadi melengkung, keriting, bahkan pertumbuhannya terhambat.
Kutu daun memiliki tubuh kecil dan lunak dengan warna yang bervariasi, seperti hijau, hitam, atau cokelat. Hama ini biasanya bersembunyi di bagian bawah daun atau pada pucuk tanaman yang masih muda. Selain menyebabkan daun keriting, serangan hama juga dapat membuat daun menguning, muncul bercak, serta menghasilkan embun madu yang memicu pertumbuhan jamur jelaga.
Apabila jumlah hama masih sedikit, bersihkan daun secara rutin dan semprotkan sabun insektisida atau insektisida nabati hingga populasinya hilang. Namun, jika serangan sudah meluas, pangkas bagian tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran ke daun atau tanaman lain.
2. Penyiraman berlebihan (overwatering)
Terlalu sering menyiram tanaman juga dapat menyebabkan daun menjadi keriting. Saat media tanam terus-menerus basah, akar kekurangan oksigen sehingga kemampuan menyerap air dan unsur hara menurun. Kondisi ini membuat tanaman mengalami stres dan memunculkan gejala berupa daun yang menggulung, menguning, hingga layu.
Dalam jangka panjang, kelembapan yang berlebihan juga meningkatkan risiko busuk akar akibat pertumbuhan jamur atau bakteri.
Agar hal tersebut tidak terjadi, siram tanaman hanya ketika lapisan tanah bagian atas, sekitar 2,5–5 sentimeter, sudah terasa kering saat disentuh. Selain itu, gunakan pot yang memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar dengan baik. Hindari membiarkan air menggenang di tatakan pot karena dapat membuat akar terus terendam.
3. Paparan sinar matahari yang terlalu terik
Meskipun tanaman membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis, tidak semua tanaman hias indoor mampu bertahan di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tanaman mengalami stres panas.
Gejala yang sering muncul antara lain ujung daun melengkung atau keriting, tepi daun berubah kecokelatan seperti terbakar, daun tampak kering, dan daun baru tumbuh lebih kecil dibandingkan ukuran normal. Pada beberapa jenis tanaman, warna daun juga bisa memudar akibat paparan sinar matahari yang berlebihan.
Jika tanaman menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera pindahkan ke lokasi yang mendapatkan cahaya terang tetapi tidak langsung, atau sesuaikan penempatannya dengan kebutuhan masing-masing jenis tanaman. Beberapa tanaman indoor, seperti monstera, philodendron, dan aglaonema, umumnya lebih menyukai cahaya tidak langsung dibandingkan paparan sinar matahari yang terik.
Cara mencegah daun tanaman menjadi keriting
Selain mengatasi penyebabnya, pencegahan juga penting agar tanaman tetap sehat. Periksa kondisi daun secara rutin, terutama bagian bawah daun yang sering menjadi tempat persembunyian hama. Siram tanaman sesuai kebutuhan, gunakan media tanam yang memiliki drainase baik, serta tempatkan tanaman pada lokasi dengan intensitas cahaya yang sesuai.
Dengan memahami kebutuhan dasar tanaman dan mengenali gejala sejak awal, kamu dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. Jika daun mulai keriting, segera identifikasi penyebabnya dan lakukan penanganan yang tepat agar tanaman kembali tumbuh sehat, segar, dan tetap menjadi penghias ruangan yang indah.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar