Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tani Preneur » Generasi Muda Jadi Kunci Pertanian Masa Depan, Teknologi dan Brigade Pangan Percepat Transformasi di Bone

Generasi Muda Jadi Kunci Pertanian Masa Depan, Teknologi dan Brigade Pangan Percepat Transformasi di Bone

  • account_circle redaksi
  • calendar_month 56 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Bone — Semangat generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan pertanian terus diperkuat melalui forum bertema “Milenial Bertani Indonesia Mandiri: Mengakselerasi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk Pertanian Modern dan Berkelanjutan” yang digelar secara hybrid dari Kampus II Polbangtan Gowa, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari generasi muda. Sekitar 1.000 peserta mengikuti forum melalui platform Zoom Meeting. Tingginya partisipasi menunjukkan semakin kuatnya ketertarikan generasi muda terhadap teknologi, inovasi, serta peluang usaha di sektor pertanian.

Forum ini menghadirkan tiga narasumber dari unsur akademisi dan praktisi, penyuluh pertanian, serta Brigade Pangan. Ketiganya membahas penerapan teknologi pertanian modern, penguatan pendampingan petani, serta peluang generasi muda dalam mengelola usaha tani secara profesional.

Narasumber pertama, Idrus Hasmi, Expert PM-AAS BRMP Tanaman Padi, menjelaskan penerapan PM-AAS dalam budidaya tanaman padi. Menurutnya, pendekatan tersebut mencakup seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan tanah, persiapan dan penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga panen.

Penerapan teknologi tersebut diarahkan untuk menciptakan kegiatan budidaya yang lebih terukur, efisien, produktif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian.

Kegiatan Milenial Bertani Indonesia Mandiri. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Namun, keberhasilan modernisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat dan teknologi. Sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan, mengelola, dan mengoptimalkan teknologi secara profesional juga menjadi faktor penting.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Hasanuddin, Koordinator BPP Ajangale, Kabupaten Bone. Ia menekankan bahwa penyuluh memiliki peran strategis dalam memastikan penerapan teknologi pertanian dapat berjalan di tingkat petani.

Penyuluh mendampingi berbagai tahapan, mulai dari rembuk tani, penyusunan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), koordinasi dengan dinas terkait, hingga memastikan dukungan sarana produksi dapat berjalan sesuai kebutuhan.

“Penyuluh harus hadir sebagai pendamping sekaligus penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar program dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” jelas Hasanuddin.

Sementara itu, Riswandi Muin, Manager Brigade Pangan Wija Welado, Kabupaten Bone, menjelaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran lebih luas daripada sekadar melaksanakan kegiatan tanam.

Brigade Pangan turut mengawal penerapan teknologi, melakukan monitoring, serta mengevaluasi kegiatan pertanian. Model tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan usaha tani agar semakin profesional dan berorientasi agribisnis.

Menurut Riswandi, generasi muda memiliki ruang yang sangat luas untuk mengambil peran dalam ekosistem pertanian modern. Mereka dapat menjadi operator teknologi, pengelola agribisnis, pelaksana, pengamat, pencatat, pengambil keputusan, hingga entrepreneur pertanian.

Pengelolaan Brigade Pangan sendiri mencakup berbagai fungsi, mulai dari manajemen, keuangan, produksi, pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan), panen dan pengolahan, pemasaran, hingga hilirisasi.

“Generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu menjadi pengelola dan pengambil keputusan dalam bisnis pertanian. Inilah peluang besar bagi milenial untuk menjadikan sektor pertanian sebagai masa depan,” ungkap Riswandi.

BPP Wija Welado juga terus mendorong aksi nyata dalam mendukung swasembada pangan dengan mengajak generasi muda berani beradaptasi terhadap perubahan. Dukungan pemerintah berupa alsintan, pompanisasi, dan drone menjadi modal penting untuk mempercepat modernisasi pertanian di lapangan.

Berbagai fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung budidaya, pengawalan teknologi, peningkatan efisiensi kerja, serta pengembangan usaha pertanian yang lebih modern dan inovatif.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun pertanian Indonesia yang lebih maju.

Menurutnya, masa depan pertanian nasional sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda dalam menguasai teknologi, menciptakan inovasi, serta membangun usaha pertanian yang produktif dan berdaya saing.

“Kita harus bergerak cepat, bekerja bersama, dan berani melakukan inovasi. Dengan sumber daya manusia pertanian yang kuat serta dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, saya yakin Indonesia mampu mewujudkan pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga mengajak generasi muda menjadikan pertanian sebagai pilihan masa depan.

“Saya mengajak seluruh generasi muda pertanian untuk tidak ragu memilih pertanian sebagai masa depan. Jadilah petani milenial yang berani berinovasi, mampu memanfaatkan teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, dan berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat generasi muda untuk bertani secara mandiri harus diwujudkan melalui gerakan nyata yang mampu melahirkan SDM pertanian yang membawa perubahan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa generasi muda bukan sekadar penerus, tetapi harus mulai mengambil peran sebagai aktor utama pembangunan pertanian.

“Generasi muda bukan hanya masa depan pertanian Indonesia, tetapi aktor utama yang hari ini harus mengambil peran dalam mewujudkan pertanian modern, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut Muhammad Amin, pendidikan vokasi pertanian memiliki posisi strategis dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis, kemampuan manajerial, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Dianti Parawansyah, turut mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa, praktisi, penyuluh, dan pelaku pertanian untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman.

Ia mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat dan keberanian dalam menghadapi perubahan sektor pertanian.

“Mari kita kobarkan semangat, jangan pernah menyerah, dan tetap optimistis dalam melangkah menuju masa depan. Generasi muda pertanian harus berani berinovasi dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai implementasi PM-AAS di lapangan, tantangan petani, pemanfaatan alsintan dan teknologi digital, hingga peluang pengembangan inovasi budidaya padi untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pangan nasional.

Kolaborasi pemerintah, pendidikan vokasi, penyuluh, Brigade Pangan, petani, dan generasi muda menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi pertanian Indonesia.

Penguatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi, inovasi, serta pengembangan kewirausahaan diharapkan mampu menjadikan generasi muda bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan pertanian, tetapi sebagai penggerak utama pertanian Indonesia yang mandiri, modern, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, pendidikan vokasi pertanian kembali menegaskan perannya dalam menyiapkan generasi muda yang profesional, inovatif, adaptif, dan siap menjawab tantangan pertanian masa depan sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bimtek Kemenparekraf, Mengajak Pemusik Memanfaatkan Digital

    Bimtek Kemenparekraf, Mengajak Pemusik Memanfaatkan Digital

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku industri musik di Medan, Sumatera Utara, untuk mengembangkan kreativitas. Salah satunya dengan memanfaatkan digital. Ajakan itu disampaikan Joody M. Poulan, atau Yoyo Bassman, yang menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Temu Teman Insan Kreatif (TEMATIK) Subsektor Musik yang dilaksanakan di LePolonia Hotel […]

  • KUR

    Kementan: Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Bisa Memperluas Akses KUR dan Menggerakkan Pertanian

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Kementan telah mengambil langkah besar untuk mendorong pertumbuhan pertanian dengan inisiatif “Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh”. Hal ini terlihat semakin meningkatnya keterampilan petani dan penyuluh secara teknis hingga membuka dan memperluas akses KUR untuk menggerakkan Agribisnis. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyoroti peran krusial penyuluh dan petani dalam perjuangan meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian […]

  • Tanaman Hias

    3 Kunci Merawat Tanaman Hias Gantung agar Tampil Memukau Sepanjang Musim

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Tanaman hias gantung bisa menjadi sentuhan estetika yang mempercantik teras maupun balkon rumah. Namun, mempertahankan tampilannya agar tetap rimbun, subur, dan berbunga lebat sepanjang musim  terutama saat cuaca panas atau kemarau bukanlah hal yang mudah. Dengan perawatan yang tepat, tanaman gantung justru bisa tampil memesona sepanjang tahun. Kelly Funk dari Jackson & Perkins […]

  • Ngobras Edisi Khusus PENAS Petani Nelayan XVI 2023, Kementan Maksimalkan Teknologi Smart Farming Hadapi Perubahan Iklim

    Ngobras Edisi Khusus PENAS Petani Nelayan XVI 2023, Kementan Maksimalkan Teknologi Smart Farming Hadapi Perubahan Iklim

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle redaksi
    • 4Komentar

    Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengantisipasi perubahan iklim salah satunya dengan memaksimalkan pertanian modern atau Smart Farming. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, perubahan iklim tidak bisa ditangani dengan cara yang biasa-biasa saja. “Karena, perubahan iklim bisa mengancam hasil pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi serta terobosan untuk menghadapinya. Salah satunya melalui Smart […]

  • Tanaman gantung

    Tips Mudah Menyiram Tanaman Gantung Agar Tumbuh Subur

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Tanaman gantung dengan dedaunan yang menjuntai dari pot memberikan sentuhan estetis tersendiri, baik ditempatkan di luar maupun di dalam ruangan. Namun, penyiraman tanaman gantung sering kali menjadi tantangan karena posisinya yang sulit dijangkau. Untuk membantu kamu merawat tanaman gantung dengan lebih mudah, berikut beberapa tips penyiraman yang praktis dan cepat. 1. Metode Penyiraman […]

  • Tanaman hias

    7 Tanaman Hias Cepat Mekar dan Mudah Dirawat

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Tanaman hias bunga dapat memberikan nuansa segar dan warna-warni pada taman rumah maupun ruangan. Jika kamu mencari bunga yang cepat mekar untuk memperindah taman atau ruangan, berikut adalah beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan. Tanaman ini tidak hanya cantik tetapi juga mudah dirawat. Mengutip Martha Stewart, Kamis (14/11/2024), inilah 7 tanaman hias bunga yang […]

expand_less