Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Kementan Percepat Swasembada Pangan, Gerakan Tanam Serempak 70.000 Hektare Digelar di Bone

Kementan Percepat Swasembada Pangan, Gerakan Tanam Serempak 70.000 Hektare Digelar di Bone

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Bone — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat peningkatan produksi pangan melalui Gerakan Tanam Serempak seluas 70.000 hektare yang dilaksanakan di 25 provinsi. Di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, gerakan tersebut berlangsung di Kecamatan Dua Boccoe, Senin (31/8/2026), sebagai bagian dari strategi mempercepat musim tanam dan mengoptimalkan lahan pertanian.

Pelaksanaan gerakan tanam di Dua Boccoe melibatkan berbagai unsur, antara lain Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa Ismaya Nita Rianti Parawansa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone Nurdin, pemerintah desa, Babinsa, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dua Boccoe, Brigade Pangan, penyuluh, dan kelompok tani.

Gerakan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi vokasi pertanian, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani dalam mengoptimalkan lahan serta meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Bone.

Percepatan tanam diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan sehingga memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan, baik di Kabupaten Bone maupun Sulawesi Selatan. Pengawalan di tingkat lapangan menjadi penting agar lahan yang telah siap dapat segera dimanfaatkan dan dikelola secara optimal.

Gerakan Tanam Serempak dilaksanakan di Kabupaten Bone. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.

Menurutnya, lahan yang telah mendapatkan dukungan melalui berbagai program pemerintah harus segera dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu menghasilkan produksi yang memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Gerakan Tanam Serempak merupakan gerakan nasional untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Percepatan tanam harus terus dikawal agar lahan yang siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi secara optimal,” ujar Arsanti.

Ia menambahkan, pemerintah mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 bahkan IP 300, khususnya pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Peningkatan indeks pertanaman tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional.

Gerakan Tanam Serempak seluas 70.000 hektare ini merupakan pelaksanaan ke-13 sepanjang 2026 dengan target terbesar. Pencapaian target tersebut membutuhkan pengawalan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat lapangan.

Di tengah potensi El Nino, Kementan juga memperkuat langkah mitigasi melalui pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Dukungan berupa benih dan optimalisasi sistem pengairan turut disiapkan untuk menjaga produktivitas lahan dari ancaman kekeringan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menilai gerakan tanam serempak menjadi bagian penting dalam mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.

“Gerakan tanam serempak ini menunjukkan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pendidikan vokasi pertanian juga memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu mendukung percepatan produksi pangan melalui penerapan teknologi dan inovasi di lapangan,” ujar Muhammad Amin.

Keterlibatan Polbangtan Gowa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari peran pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program strategis pemerintah. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi pertanian.

Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawansa, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi vokasi dalam memperkuat pembangunan pertanian dan mendukung percepatan swasembada pangan.

Di tingkat lapangan, Brigade Pangan bersama penyuluh dan kelompok tani turut menjadi penggerak kegiatan budidaya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses tanam, meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan, serta mendorong penerapan pertanian yang lebih produktif dan modern.

Melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare, Kementan terus mendorong gerak bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi pangan. Kolaborasi pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, TNI, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan menuju swasembada pangan nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Merawat Tanaman Sereh

    Jangan Salah Merawat Tanaman Sereh, Ini Tips Ampuhnya!

    • calendar_month Kamis, 27 Apr 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Cara merawat tanaman sereh. Tanaman sereh atau serai merupakan tumbuhan yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur atau minuman segar. Selain itu, sereh juga memiliki manfaat kesehatan seperti dapat membantu meredakan sakit kepala, menghilangkan bau badan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, untuk dapat memanfaatkan sereh dengan maksimal, tentu kita harus merawat tanaman sereh dengan baik. […]

  • Polbangtan Kementan

    Polbangtan Kementan Raih Prestasi Gemilang, Jurnal Ilmiah Naik Peringkat Sinta 2

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com, GOWA – Sebuah kabar membanggakan datang dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Jurnal Ilmiah Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan yang dikelola oleh institusi tersebut, baru-baru ini mendapat keputusan penting dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Berdasarkan keputusan nomor 10/C/C3/DT.05.00/2025 tanggal 21 Maret 2025, jurnal yang terbit secara berkala ini dinyatakan naik peringkat […]

  • Pertumbuhan Pertanian 3,8 Persen Tantang Klaim Swasembada Pangan

    Pertumbuhan Pertanian 3,8 Persen Tantang Klaim Swasembada Pangan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Ekonom INDEF menilai pertumbuhan sektor pertanian Indonesia belum optimal di angka 3,8 persen meski pemerintah mengklaim telah mencapai swasembada pangan.

  • Smart Farming

    Smart Farming: Revolusi Pertanian 4.0 Menuju Masa Depan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Revolusi Pertanian 4.0 membawa perubahan besar dalam cara petani mengelola lahan, memantau tanaman, dan meningkatkan hasil panen. Di era ini, teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), drone, dan big data menjadi pilar utama dalam mendukung transformasi smart farming, termasuk di Indonesia. Apa Itu Smart Farming? Smart farming adalah metode […]

  • Tumbuhan Paling Berbahaya yang Harus Diketahui

    Jangan Langsung Konsumsi, Inilah Tumbuhan Paling Berbahaya yang Harus Kamu Hindari

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Tumbuhan paling berbahaya yang harus diketahui. Tumbuhan merupakan elemen penting dari alam yang memberikan banyak manfaat bagi manusia. Tahukah kamu, ternyata di balik manfaatnya yang banyak ini, ada juga beberapa tumbuhan juga dapat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Di seluruh dunia, terdapat banyak tumbuhan berbahaya, tetapi ada beberapa spesies tumbuhan yang lebih berpotensi membahayakan dibandingkan […]

  • Kementan Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian Petani dan Penyuluh Melalui Pelatihan dan Bimtek

    Kementan Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian Petani dan Penyuluh Melalui Pelatihan dan Bimtek

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Serpong – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menggenjot produksi dan produktivitas pertanian. BPPSDMP juga mendapatkan amanat untuk mengelola dana PHLN, SIMURP yang bersumber dari Bank Dunia dan AIIB serta IPDMIP yang bersumber dari IFAD. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pemerintah menjamin kebutuhan pangan bagi 273 jiwa penduduk Indonesia. […]

expand_less