Bersama Stakeholder di Sulsel, Kementan Wujudkan Regenerasi Petani Milenial

MAROS – Dalam upaya menyamakan konsep teknis Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program YESS di Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan District Multi Stakeholder Forum (DMSF), pada selasa (04/04) di Maros.

Selain menyamakan konsep, Kegiatan DMSF juga bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang teknis tata kelola dan aturan yang perlu dipenuhi bagi pelaksana maupun pihak terkait (stakeholder) secara terstruktur dan sistematis guna memaksimalkan kegiatan fasilitasi petani milenial di wilayah binaan.

Kegiatan fasilitasi tersebut memang dilakukan masif atas arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, untuk menyukseskan regenerasi petani melalui berbagai program pembekalan dan pendampingan.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan dan jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi millennial bahwa pertanian itu keren dan hebat. Kita optimis ditangan generasi muda sektor pertanian akan lebih maju” jelas Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan program YESS ini dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan di bidang pertanian dan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.

“Keberhasilan program YESS akan menjadi percontohan dan tolok ukur untuk pelaksanaan program pengembangan pemuda tani dan kewirausahaan muda di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian maka pengelolaannya harus dilakukan dengan baik, oleh tenaga yang profesional dan berkomitmen tinggi,” tutur Dedi.

Kegiatan DMSF mengambil tempat di Baruga B Kantor Bupati Maros.Sebagai informasi Kabupaten Maros merupakan salah satu dari empat lokasi sasaran program YESS di Sulawesi Selatan selain Bone, Bantaeng, dan Bulukumba.

Unsur stakeholder yang hadir dalam kegiatan DMSF yaitu Kepala Bappelitbangda Kabupaten Maros, Project Manager Program YESS PPIU Sulsel beserta TIM, Kadispora,  Camat, Pihak Perbankan (Bank Sulselbar, BNI, BRI, Mandiri), Koordinator BPP, P4S, pemuda tani, dan Mobilizer.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini. Ia anggap penting sebab melalui kegiatan tersebut akan terjalin sinergitas yang baik antar Pemerintah Kabupaten dalam membangun kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di sektor pertanian.

“Ini bagian dari Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS). Maka perlu kolaborasi bersama dengan OPD lain, sebab program YESS bukan hanya program Dinas Pertanian tetapi tugas bersama dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Kabupaten Maros,” ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terdata 5.340 petani milenial di Kabupaten Maros, di mana 3.723 di antaranya telah diberikan pelatihan. Ia berharap kedepannya akan lahir 20.000 wirausaha muda yang inovatif, kreatif dan unggul di Kabupaten Maros.

“Seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Maros harus turut berkolaborasi memenuhi 15 ribu kaum muda untuk mengikuti Program YESS. Program YESS Kementan ini akan menjadi wadah terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar yang turut hadir dalam forum ini mengungkapkan bahwa sektor pertanian saat ini menjadi sebuah bisnis yang sangat menjanjikan.

“Masih banyak yang menganggap bahwa pertanian sebuah ritual saja dan masih banyak masyarakat yang belum menganggap pertanian itu sebuah bisnis yg menguntungkan. Padahal kalo kita menggarap dengan baik, pertanian sangat menjanjikan” ujar Detia.

Detia juga mengatakan bahwa kegiatan DMSF juga bertujuan untuk mendukung generasi muda melalui program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan di sektor pertanian.

“Saat ini kita berusaha  membuat generasi muda bisa tertarik dengan mengelola pertanian dengan baik, tentunya harus menerapkan manajemen kewirausahaan. Maka dari itu Program YESS hadir,”ucap Detia.

Terakhir, Detia berharap kepada semua stakeholder untuk bersinergi dalam menjalankan perencanaan demi tujuan bersama yang akan dicapai.

“Kami berharap sinergi antar stakeholder di Kabupaten Maros dapat berjalan lancar sehingga apa yang menjadi tujuan bersama dapat tercapai” tandas Detia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *