Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Mimosa Pudica: Fakta Unik tentang Tanaman Putri Malu yang Menakjubkan

Mimosa Pudica: Fakta Unik tentang Tanaman Putri Malu yang Menakjubkan

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Fakta unik tanaman putri malu atau Mimosa pudica adalah salah satu jenis tanaman yang unik dan menarik. Tanaman ini terkenal dengan kemampuannya untuk merespon sentuhan dan gerakan, sehingga daun-daunnya akan menutup ketika tersentuh atau digerakkan.

Tanaman putri malu berasal dari Amerika Selatan dan biasa tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian sekitar 30-50 cm, dengan daun kecil berukuran sekitar 5-6 cm.

Daunnya yang unik memiliki warna hijau cerah dan dapat menutup secara otomatis ketika tersentuh atau digerakkan. Selain itu, tanaman ini juga memiliki bunga kecil berwarna pink atau ungu yang terlihat indah.

Selain keunikannya yang dapat merespon sentuhan dan gerakan, tanaman putri malu juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan.

Tanaman ini dapat digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti demam, sakit kepala, gangguan pencernaan, dan radang.

Namun, ada banyak fakta unik lainnya tentang tanaman ini yang mungkin belum banyak diketahui. Berikut ini adalah beberapa fakta unik tentang tanaman Putri Malu:

  • Asal-usul dan sejarah tanaman Putri Malu

Tanaman Putri Malu berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Tanaman ini telah dikenal sejak lama oleh masyarakat di Amerika Latin sebagai tanaman obat tradisional yang berkhasiat mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti radang, gangguan pencernaan, dan masalah kulit.

  • Nama Latin tanaman Putri Malu

Nama Latin tanaman Putri Malu adalah Mimosa Pudica. Mimosa Pudica ini berasal dari kata mimic yang artinya daun yang sensitif dan pudica yang bermakna malu, menyusut dan mengundurkan diri

  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementan dan Pemda Sulsel Siap Gelar dan Sukseskan Pra Penas 2022

    Kementan dan Pemda Sulsel Siap Gelar dan Sukseskan Pra Penas 2022

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle admin
    • 1Komentar

    Makassar – Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam memantapkan penguatan komoditi lokal untuk kemandirian pangan. Melalui kemandirian pangan diharapkan kesejahteraan petani meningkat. Salah satu kegiatan guna memotivasi dan menggairahkan petani-nelayan, petani hutan serta masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan adalah PRA-PENAS. Menteri Pertanian, […]

  • Jurusan yang Cocok Buat Pecinta Tanaman dan Pertanian

    Jurusan yang Cocok Buat Pecinta Tanaman dan Pertanian

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Jurusan yang cocok buat pecinta tanaman dan pertanian. Jika Anda seorang pecinta tanaman dan pertanian, ada banyak jurusan yang dapat Anda pilih. Beberapa jurusan ini juga akan memungkinkan Anda mengeksplorasi dan mengembangkan minat Anda yang mendalam dalam bidang ini. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa jurusan yang cocok untuk pecinta tanaman dan pertanian. 1. […]

  • Integrated Farming

    Hadapi Krisis Pangan, Kementan Gelar TOT Genta Organik dan Smart Farming dan Integrated Farming

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle redaksi
    • 6Komentar

    Bogor – Kementerian Pertanian terus meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia Pertanian (SDM Pertanian) seperti widyaiswara,guru, dosen bahkan petani melalui berbagai pelatihan. Inilah bentuk optimisme sektor pertanian menghadapi ancaman krisis global. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan untuk memajukan pertanian dibutuhkan kemauan yang kuat dengan tidak mengandalkan anggaran. “Dalam hal ini, perlu diterapkan mind setting agenda dan […]

  • Percepatan Tanam Lahan CSR, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Pangan Nasional

    Percepatan Tanam Lahan CSR, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Humas Polbangtan Gowa
    • 3Komentar

    wartanionline.com, Gowa – Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan iklim seperti El Nino melalui optimalisasi lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Lahan CSR yang sebelumnya tidak produktif dan sempat kembali menjadi kawasan hutan kini ditargetkan mampu berproduksi optimal. Upaya tersebut dilakukan melalui gerakan tanam serentak sebagai […]

  • Agrowisata sebagai Sarana Edukatif dalam Upaya Mencetak Generasi Muda di Sektor Pertanian

    Agrowisata sebagai Sarana Edukatif dalam Upaya Mencetak Generasi Muda di Sektor Pertanian

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 4Komentar

    Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang penting bagi perekonomian dan ketahanan pangan Indonesia. Namun, sektor ini menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, lahan yang terbatas, persaingan global, dan kurangnya minat generasi muda untuk berkarir di bidang pertanian. Salah satu upaya untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan mengembangkan agrowisata, yaitu kegiatan wisata yang berbasis pertanian. […]

  • Alat Pertanian Kuno dari Zaman Majapahit

    Ini Dia Alat Pertanian Kuno dari Zaman Majapahit yang Masih Bisa Digunakan Saat Ini!

    • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Alat pertanian yang digunakan pada masa Majapahit. Pertanian adalah salah satu sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi pada masa lalu dan hingga saat ini. Pada masa Majapahit, pertanian menjadi sektor yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, karena hampir seluruh penduduk pada masa itu bermata pencaharian sebagai petani. Majapahit dikenal sebagai kerajaan yang maju dalam bidang […]

expand_less