Dalam hal ini, pengunjung disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menghadiri acara tersebut.
Septi juga mengimbau agar pengunjung tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Pengunjung juga dianjurkan untuk membawa minuman hangat sendiri dalam termos atau tumbler daripada menggunakan minuman kemasan, demi mengurangi dampak sampah plastik.
Dalam hal dampak fenomena frozen, Septi menjelaskan bahwa tanaman yang tidak tahan terhadap suhu dingin yang ekstrem dapat mati pada bagian pucuknya.
Namun, karena lapisan es yang terbentuk tidak terlalu tebal, es tersebut akan segera mencair ketika terkena sinar matahari.
Oleh karena itu, dampak ini tidak terlalu signifikan pada pohon-pohon di kawasan tersebut.
Septi juga menjelaskan bahwa fenomena frozen dapat berdampak negatif pada tanaman pertanian di sekitar Gunung Bromo.
Namun, di Kaldera Bromo sendiri, tidak terdapat tanaman pertanian milik petani.
Oleh karena itu, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai kerusakan atau kematian tanaman akibat fenomena frozen tersebut.
Tinggalkan Balasan