Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Tanaman Tidak Menyerap Karbon Dioksida Sebesar Perkiraan Sebelumnya

Tanaman Tidak Menyerap Karbon Dioksida Sebesar Perkiraan Sebelumnya

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Selama ini tanaman dinilai mampu menyerap karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar sehingga berperan penting dalam memperlambat pemanasan global. Namun, riset terbaru yang melibatkan University of Graz, Austria, menunjukkan hasil berbeda. Kemampuan tanaman dalam menyerap karbon dioksida ternyata tidak sebesar yang selama ini diperkirakan. Penyebab utamanya adalah kesalahan dalam memperkirakan ketersediaan nitrogen di alam.

Karbon dioksida merupakan salah satu pendorong utama perubahan iklim. Konsentrasinya di atmosfer terus meningkat akibat aktivitas manusia. Di sisi lain, gas ini juga dapat merangsang pertumbuhan tanaman, sebuah fenomena yang dikenal sebagai CO₂ fertilization effect atau efek pemupukan karbon dioksida. Namun, pertumbuhan tanaman tidak hanya bergantung pada karbon dioksida semata.

Tanaman membutuhkan nitrogen dalam jumlah cukup untuk tumbuh optimal. Tanpa nitrogen, tanaman tidak mampu memanfaatkan karbon dioksida secara efektif, sehingga peningkatan kadar CO₂ di atmosfer tidak otomatis diikuti oleh peningkatan penyerapan karbon oleh tumbuhan.

Nitrogen sebagai Faktor Kunci

Nitrogen tidak dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Unsur ini harus terlebih dahulu diubah menjadi bentuk yang dapat diserap akar melalui proses yang dilakukan oleh mikroorganisme tanah, yang disebut biological nitrogen fixation atau fiksasi nitrogen biologis.

Menurut Bettina Weber, ahli biologi dari University of Graz, selama ini tingkat fiksasi nitrogen alami di alam telah dinilai terlalu tinggi. Temuan tersebut dipublikasikan dalam sebuah riset yang dirilis awal tahun ini. “Meskipun proses ini telah sangat dilebih-lebihkan dalam alam, proses fiksasi nitrogen meningkat sekitar 75 persen dalam 20 tahun terakhir akibat aktivitas pertanian,” ujar Weber.

Ketimpangan ini berdampak langsung pada akurasi model iklim global. Kesalahan dalam memperkirakan ketersediaan nitrogen memengaruhi Earth System Models, yaitu model yang digunakan secara luas untuk memprediksi tren iklim global dan menjadi dasar berbagai laporan iklim dunia.

Model Iklim Terlalu Optimistis

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menunjukkan bahwa banyak model iklim terlalu optimistis. Model-model tersebut mengasumsikan ketersediaan nitrogen di alam jauh lebih besar dibandingkan kondisi sebenarnya.

Studi ini dipimpin oleh Sian Kou-Giesbrecht dari Simon Fraser University, Kanada, dan merupakan bagian dari kelompok kerja fiksasi nitrogen biologis, dengan Weber sebagai salah satu anggotanya. Kelompok ini juga didukung oleh US Geological Survey John Wesley Powell Centre for Analysis and Synthesis.

Tim peneliti membandingkan berbagai Earth System Models dengan data terbaru mengenai fiksasi nitrogen. Hasilnya cukup signifikan. “Kami menemukan bahwa model-model tersebut melebih-lebihkan laju fiksasi nitrogen di ekosistem alami hingga sekitar 50 persen,” jelas Weber.

Dampak terhadap Penyerapan Karbon

Kesalahan ini membuat kemampuan tanaman dalam menyerap karbon dioksida tampak lebih besar daripada kenyataannya. Studi tersebut menyimpulkan bahwa efek pemupukan karbon dioksida telah dilebihkan. Akibatnya, kontribusi tanaman dalam menyerap karbon dioksida sebenarnya sekitar 11 persen lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Meski angka tersebut tampak kecil, dalam skala global dampaknya sangat besar dan dapat memengaruhi perumusan strategi mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, Weber mendorong adanya revisi menyeluruh terhadap Earth System Models agar proyeksi iklim menjadi lebih akurat.

Ia menambahkan bahwa siklus nitrogen juga menghasilkan gas-gas seperti oksida nitrogen dan nitrat, yang dapat dilepaskan ke atmosfer. “Gas-gas ini berpotensi mengubah atau mengganggu proses iklim, sehingga perlu diperhitungkan dengan lebih cermat dalam model iklim,” pungkas Weber.

Sumber : SciTechDaily

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyakit LSD Hewan Ternak Sapi, Ini Gejala dan Penyebabnya

    Menjelang Idul Adha Ancaman Penyakit LSD Menghantui Hewan Ternak, Kenali Lebih Dalam dan Upaya Penanggulangannya

    • calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Penyakit LSD hewan ternak sapi, ini gejala dan penyebabnya. Garut, Kabupaten di Jawa Barat, saat ini menghadapi ancaman serius dalam bentuk wabah Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang hewan ternak menjelang perayaan Idul Adha. Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Peternakan telah mengambil langkah penanganan yang serius untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Meskipun data yang […]

  • Bunga Tetap Segar Selama Libur Lebaran? Begini Caranya!

    Bunga Tetap Segar Selama Libur Lebaran? Begini Caranya!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin AZ
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Bagi sebagian orang, bunga hias di rumah menjadi elemen penting untuk menghadirkan suasana segar dan indah, terutama menjelang Lebaran. Namun, saat mudik Lebaran, rumah akan kosong berhari-hari, sehingga bunga rentan layu atau mati karena kurang perawatan. Berikut beberapa tips agar bunga tetap segar meski ditinggal mudik: 1. Pilih Bunga yang Tahan Lama Beberapa […]

  • Cara Merawat Suplir (Foto: canva)

    Cara Merawat Suplir, Tanaman Hias Minimalis

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Cara merawat suplir sebagai tanaman hias agar tumbuh dengan baik dan sehat harus memperhatikan 3 faktor penting, yaitu media tanam, air, dan tingkat kelembapan udara. Suplir merupakan salah satu pilihan tanaman hias yang populer untuk mempercantik taman dan menyegarkan ruangan. Tanaman ini sering hadir dalam hunian, terutama bangunan yang bergaya modern minimalis. Tanaman Suplir termasuk […]

  • Peluang Karier yang Menjanjikan dari Jurusan Pertanian dan Prospek Kerjanya di Indonesia

    Peluang Karier yang Menjanjikan dari Jurusan Pertanian dan Prospek Kerjanya di Indonesia

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Peluang karier jurusan pertanian dan prospek kerjanya di Indonesia. Jurusan pertanian di Indonesia bukanlah sesuatu yang baru. Seiring berjalannya waktu, jurusan ini bahkan telah menjadi fakultas tersendiri di beberapa perguruan tinggi di negara ini. Jurusan pertanian merupakan bidang studi yang mempelajari tentang pertanian, lingkungan, dan keterkaitannya dengan kelangsungan hidup manusia. Meskipun telah diajarkan selama ratusan […]

  • Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani PKL dan MTA di Industri RPA

    Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani PKL dan MTA di Industri RPA

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Humas Polbangtan Gowa
    • 0Komentar

    wartanionline.com, Gowa – Mahasiswa Polbangtan Gowa laksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) dan Magang Tugas Akhir (MTA) oleh mahasiswa Jurusan Peternakan Program Studi D-3 Budidaya Ternak di PT. Ciomas Adisatwa Unit Pemalang, yang berlokasi di Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa serta meningkatkan pemahaman terhadap […]

  • 5 Tanaman Pengusir Ular yang Ampuh untuk Rumah Anda

    5 Tanaman Pengusir Ular yang Ampuh untuk Rumah Anda

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Ular merupakan salah satu hewan melata yang banyak ditakuti manusia, namun kita bisa mengusirnya dengan tanaman. Kehadirannya di rumah tentu dapat membuat penghuninya merasa tidak nyaman dan khawatir. Untungnya, ada beberapa tanaman yang dipercaya ampuh untuk mengusir ular dan mencegahnya masuk ke dalam rumah. Berikut adalah 5 tanaman pengusir ular yang bisa Anda tanam di […]

expand_less