Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Mentan Amran Stabilkan Harga Beras di Alor Usai Tembus Rp30 Ribu

Mentan Amran Stabilkan Harga Beras di Alor Usai Tembus Rp30 Ribu

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Lonjakan harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Harga beras yang sempat menembus Rp30.000 per kilogram membuat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Alor pada Sabtu (8/8/2026).

Kunjungan kerja Kabupaten Alor tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan beras kembali aman sekaligus mencari solusi atas gangguan distribusi yang menyebabkan harga pangan pokok tersebut melonjak di tingkat masyarakat.

Amran bahkan membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta setelah menerima laporan mengenai tingginya harga beras di Alor. Ia memilih datang langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi stok dan distribusi berjalan sebagaimana mestinya.

Harga Beras Alor Harus Setara Jakarta

Pemerintah menetapkan harga beras di Alor harus kembali berada pada level yang terjangkau. Harga yang ditargetkan adalah sekitar Rp13.000 per kilogram, setara dengan harga yang ditetapkan di Jakarta.

Amran menegaskan, lonjakan harga hingga Rp17.000, Rp25.000, bahkan Rp30.000 per kilogram tidak boleh kembali terjadi.

Menurutnya, persoalan utama yang harus segera dibenahi adalah kelancaran distribusi. Ketersediaan beras di daerah kepulauan seperti Alor harus dijamin agar masyarakat tidak menanggung dampak dari gangguan rantai pasok.

Bulog Diminta Jangan Sampai Kehabisan Stok

Salah satu instruksi utama Amran adalah memastikan gudang Perum Bulog selalu dalam kondisi terisi. Stok yang memadai dinilai menjadi benteng pertama untuk mencegah kelangkaan dan lonjakan harga di pasar.

Pemerintah juga meminta Bulog segera melakukan operasi pasar apabila ditemukan kekurangan pasokan di tingkat lokal.

Dengan langkah tersebut, beras dari gudang diharapkan dapat segera disalurkan kepada masyarakat ketika harga mulai bergerak naik atau pasokan mengalami gangguan.

Ada Bantuan 1.200 Ton untuk NTT

Selain mengamankan stok di Alor, pemerintah pusat juga menyiapkan 1.200 ton bantuan pangan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur.

Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat memperkuat cadangan pangan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tengah tantangan distribusi.

Pemerintah daerah juga diminta berkoordinasi erat dengan Bulog untuk memantau harga beras hingga tingkat pengecer. Pengawasan diperlukan agar tidak terjadi permainan harga maupun penahanan pasokan yang dapat merugikan masyarakat.

Distribusi Jadi Kunci Stabilitas Harga

Kasus Alor menunjukkan bahwa harga pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan komoditas, tetapi juga oleh kelancaran distribusi. Wilayah kepulauan memiliki tantangan logistik tersendiri sehingga gangguan pada satu titik rantai pasok dapat dengan cepat memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Karena itu, pemerintah berencana terus mengevaluasi sistem distribusi pangan di wilayah-wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Infrastruktur logistik, ketersediaan stok, serta pengawasan harga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Mentan Amran memastikan kebutuhan pasokan beras yang diajukan pemerintah daerah telah dipenuhi. Pemerintah juga akan terus memantau kondisi gudang Bulog dan harga di pasar untuk memastikan intervensi berjalan efektif.

Pemerintah Tak Ingin Harga Beras Kembali Melonjak

Intervensi langsung pemerintah di Alor menjadi sinyal bahwa stabilitas harga beras menjadi salah satu prioritas dalam menjaga daya beli masyarakat.

Beras merupakan kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga yang terlalu tinggi dapat memberikan tekanan langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut menyediakan stok, tetapi juga memastikan beras tersebut dapat sampai ke konsumen dengan harga yang wajar.

Dengan penguatan stok Bulog, bantuan pangan, operasi pasar, dan pengawasan distribusi, pemerintah berharap gejolak harga beras di Alor tidak kembali terulang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi ujian bagi sistem ketahanan pangan nasional: bukan hanya memastikan beras tersedia, tetapi memastikan masyarakat di daerah terpencil dapat membelinya dengan harga yang terjangkau.

  • Penulis: redaksi
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sadis! Ini Kronologi Penembakan Brigadir J

    Sadis! Ini Kronologi Penembakan Brigadir J

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA- Penembak Brigadir J Lebih dari Satu Orang. Hal ini diungkap Pengacara Bharada E Deolipa Yumara, Senin (8/8/2022). Menurutnya tak ada tembak menembak, yang ada Brigadir J ditembak oleh lebih dari satu orang. Sebelumnya tersangka Bharada E, kata Deolipa, diminta untuk mengarang cerita tembak-menembak. Skenario itu dibuat untuk menutupi kejadian sebenarnya. Tapi akhirnya Bharada E […]

  • Apa itu Eco Farming? Berikut Penjelasannya

    Apa itu Eco Farming? Berikut Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 26 Des 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Eco farming, atau pertanian ramah lingkungan, adalah sistem pertanian yang bertujuan untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pertanian ramah lingkungan berfokus pada penggunaan sumber daya alam secara efisien dan bertanggung jawab, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Prinsip-prinsip Eco Farming Berikut adalah beberapa prinsip dasar pertanian ramah lingkungan: Penggunaan […]

  • Iklim

    Lawan Perubahan Iklim dan Krisis Pangan Global, Kementan Dorong Pertanian Cerdas Iklim

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle redaksi
    • 5Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Hal itu dilakukan dalam rangka menghadapi ancaman perubahan iklim dan krisis pangan global. Salah satu upaya yang dilakukan Kementan yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) adalah dengan menerapkan program Climate Smart Agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim. Sebagaimana diketahui, pertanian […]

  • Penggunaan asap cair sebagai solusi penghilang hama yang tak berbahaya bagi kualitas tanaman khususnya pada tanaman padi.

    Asap Cair Solusi Ampuh Mengatasi Hama pada Tanaman Padi

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Penggunaan asap cair telah dikenal sebagai alternatif solusi jitu dalam pengendalian hama pada tanaman padi. Hama merupakan masalah yang sering dihadapi oleh petani dan dapat menyebabkan penurunan produksi serta kualitas tanaman. Metode tradisional yang umumnya digunakan, yaitu penggunaan insektisida kimia dengan frekuensi penyemprotan tinggi, memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia akibat residu yang […]

  • Cara merawat bunga mawar dengan tepat (Foto: Canva - Konevi).

    Cara Merawat Bunga Mawar Agar Mekar Lebih Cantik!

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Bunga mawar merupakan salah satu dari simbol keindahan dan keanggunan di dunia taman. Mawar atau ros yang menjadi bagian tumbuhan perdu dengan pohonnya yang berduri, berbau wangi dan berwarna indah. Bunga Mawar terdiri atas daun bunga yang bersusun; meliputi ratusan jenis, tumbuh tegak atau memanjat, batangnya berduri, bunganya beraneka warna, seperti merah, putih, merah jambu, […]

  • Mentan Amran Jadikan Hilirisasi Sawit Senjata Strategis Dongkrak Ekspor

    Mentan Amran Jadikan Hilirisasi Sawit Senjata Strategis Dongkrak Ekspor

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi CPO sebagai senjata strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekspor pertanian Indonesia setelah mencatatkan pertumbuhan 7,32 persen pada semester pertama 2026.

expand_less