Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Mekanisasi dan Optimalisasi Lahan Perkuat Produksi Padi di Kabupaten Luwu

Mekanisasi dan Optimalisasi Lahan Perkuat Produksi Padi di Kabupaten Luwu

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Luwu – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat dukungan terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Panen Perdana Lahan Reguler dan Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Rantai Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Kamis (17/9/2026).

Panen perdana dilakukan menggunakan Combine Harvester sebagai bagian dari penerapan mekanisasi pertanian. Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut diharapkan dapat mempercepat proses panen, meningkatkan efisiensi, serta mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual.

Areal panen mencakup sekitar 700 hektare lahan reguler dan 150 hektare lahan Oplah. Program Oplah diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta mendorong peningkatan produktivitas dan produksi padi.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Luwu, Wakil Bupati Luwu, Direktur Polbangtan Gowa, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Luwu, Kapolres Luwu, Dandim Luwu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, jajaran penyuluh pertanian, para camat se-Regional Walenrang Lamasi, unsur TNI-Polri, kepala desa, serta para petani.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai arahannya menekankan pentingnya optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta pemanfaatan teknologi untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Optimalisasi Lahan pertanian Kabupaten Luwu. (Dok Humas Polbangtan Gowa)

“Panen perdana di lahan reguler maupun Oplah menunjukkan bahwa lahan yang telah dioptimalkan harus segera memberikan hasil. Setiap hektare harus dikelola secara produktif dengan dukungan teknologi, sarana produksi, irigasi, dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam mengawal program pertanian sekaligus memastikan inovasi dan teknologi dapat diterapkan secara efektif di tingkat petani.

“Panen dari lahan reguler maupun Oplah menjadi momentum untuk memperkuat optimisme petani. Dengan kolaborasi yang kuat, pendampingan yang konsisten, serta SDM pertanian yang kompeten, produktivitas dapat terus ditingkatkan dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh,” ungkap Idha.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Kementerian Pertanian, Muhammad Amin, mengatakan keberhasilan panen di lahan reguler dan Oplah perlu menjadi momentum untuk terus meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan pemanfaatan teknologi pertanian.

“Panen perdana ini menunjukkan bahwa optimalisasi pemanfaatan lahan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Ke depan, keberhasilan ini perlu dilanjutkan melalui peningkatan indeks pertanaman, pemanfaatan teknologi dan mekanisasi, serta penguatan sumber daya manusia pertanian,” kata Muhammad Amin.

Menurutnya, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang mampu menerapkan teknologi dan inovasi sekaligus mendukung pembangunan pertanian di lapangan.

Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawansa, mengapresiasi potensi pertanian Kabupaten Luwu yang dinilai sangat besar. Ia menyebut optimalisasi lahan di wilayah tersebut menunjukkan hasil positif dengan produktivitas yang tinggi.

“Kami sangat mengapresiasi Kabupaten Luwu karena kondisi lahannya sangat subur. Optimalisasi lahan di sini berhasil dengan baik dan produksinya mencapai sekitar 9 ton. Panen perdana ini juga menunjukkan bahwa dari IP 180 dapat meningkat menjadi IP 200,” ujar Ismaya.

Berdasarkan hasil ubinan di lokasi panen, produktivitas tercatat sekitar 8,9 ton per hektare. Capaian tersebut menunjukkan potensi peningkatan produksi melalui optimalisasi lahan yang didukung penerapan teknologi, pengelolaan budidaya, serta pendampingan penyuluh pertanian.

Ismaya mengatakan peningkatan IP dari 180 menjadi 200 perlu terus dikembangkan dengan target menuju IP 300. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penyuluh, perguruan tinggi, petani, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian.

“Kami berharap indeks pertanaman dapat terus ditingkatkan hingga IP 300 sehingga produktivitas dan ketahanan pangan Kabupaten Luwu semakin kuat,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu yang terus membangun sinergi dengan Kementerian Pertanian dalam mengawal program pembangunan pertanian.

“Polbangtan Gowa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Luwu yang luar biasa dalam mendorong dan bersinergi untuk menyukseskan program Kementerian Pertanian, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan,” katanya.

Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Gowa akan terus berkontribusi dalam pembangunan pertanian di daerah melalui penguatan sumber daya manusia, penerapan inovasi, serta pendampingan kegiatan pertanian.

“Menuju Indonesia Emas 2045, kita sebagai insan pertanian harus terus memberikan dukungan. Kementerian Pertanian akan selalu hadir bersama Kabupaten Luwu untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Bupati Luwu, H. Patahudding, meminta jajaran penyuluh dan kepala desa melakukan identifikasi terhadap wilayah yang mengalami kekeringan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung peningkatan indeks pertanaman.

Khusus di Kecamatan Walenrang Timur, pelaksanaan Oplah telah berkontribusi terhadap peningkatan IP dari *180 menjadi 200*. Capaian tersebut didukung oleh partisipasi petani dan pendampingan penyuluh pertanian.

Penggunaan Combine Harvester dalam panen perdana menjadi salah satu bentuk penerapan mekanisasi pertanian di tingkat petani. Teknologi tersebut membantu mempercepat proses panen sekaligus meningkatkan efisiensi kegiatan usaha tani.

Modernisasi dan mekanisasi pertanian merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan efisiensi usaha tani dan mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern. Pemanfaatan alsintan juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi dan meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usaha tani.

Dengan optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, penerapan mekanisasi, serta penguatan pendampingan, capaian IP 200 di Kecamatan Walenrang Timur diharapkan dapat dipertahankan dan dikembangkan menuju IP 300.

Panen perdana tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, penyuluh, dan petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Partisipasi Polbangtan Gowa memperkuat peran pendidikan vokasi Kementerian Pertanian sebagai mitra pembangunan pertanian di daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, penerapan teknologi, dan pendampingan petani. Sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat guna meningkatkan produktivitas, indeks pertanaman, dan produksi pangan secara berkelanjutan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Menanam Cabe

    Cara Menanam Cabe dengan Mudah Agar Cepat Berbuah

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Cara menanam cabe yang benar agar cepat berbuah. Agar bisa menghasilkan panen yang melimpah, tentu saja kamu harus memperhatikan cara menanam dengan benar. Cabe memang memiliki rasa yang pedas, namun dibalik pedasnya itu ternyata cabe juga mempunyai banyak sekali kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Hal ini tentunya tidak hanya dapat melengkapi kadar nutrisi dalam […]

  • Milenial

    Membangun Bisnis Pertanian, Kementan Menyalurkan Bantuan Kepada Petani Milenial Di Acara Serasehan Petani Milenial

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    MAKASSAR – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian sudah tidak lagi bicara masalah wilayah, tetapi sudah bersifat global. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Hal tersebut disampaikan Mentan pada malam puncak Sarasehan Petani Milenial “Local Champion” 2023 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, 20 – 22 Juli 2023. Pelaksanaan sarasehan […]

  • EM4 pertanian umumnya digunakan untuk dapat mempercepat pembuatan pupuk organik dan meningkatkan kualitas pupuk.

    EM4 Pertanian: Manfaat, Cara Pembuatan, dan Penggunaannya

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 3Komentar

    Inilah penjesalan lengkap mengenai EM4 pertanian, mulai dari manfaat, cara pembuatan dan penggunaannya. Dalam dunia pertanian, salah satu komponen penting yang tidak boleh diabaikan adalah larutan Efektif Mikroorganisme (EM4). Larutan EM4 pertanian ini memiliki kemampuan untuk mempercepat proses pembuatan pupuk organik dan meningkatkan kualitas pupuk yang dihasilkan. EM4 pertanian salah satu jenis larutan EM, memiliki […]

  • Kementan Gencarkan Pertumbuhan Champion Petani Milenial Lewat Akses Tani Akur

    Kementan Gencarkan Pertumbuhan Champion Petani Milenial Lewat Akses Tani Akur

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) agar menggencarkan pertumbuhan champion (jagoan) petani milenial lewat akses Tani Akur. Syahrul berharap, keberadaan KUR ini bisa menjadi solusi bagi para pelaku usaha pertanian yang mengalami keterbatasan modal. “Untuk itu, melalui program strategi Tani […]

  • Sandwich Panel untuk Atap dan Dinding: Solusi Bangunan Modern yang Efisien dan Tahan Lama

    Sandwich Panel untuk Atap dan Dinding: Solusi Bangunan Modern yang Efisien dan Tahan Lama

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Perkembangan konstruksi modern mendorong penggunaan material yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu mempercepat proses pembangunan dan meningkatkan efisiensi energi bangunan. Salah satu material yang semakin banyak digunakan untuk kebutuhan pabrik, gudang, cold storage, clean room, fasilitas komersial, hingga bangunan industri adalah insulated sandwich panel. Material ini dapat diaplikasikan pada bagian atap maupun […]

  • Penyuluh

    PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 Jaya, Penyuluh Pertanian Apresiasi Mentan SYL

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle redaksi
    • 10Komentar

    Rangkaian kegiatan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 yang dilaksanakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 usah sudah. Namun, ancaman El Nino serta krisis pangan global yang semakin terlihat, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para penyuluh untuk mempersiapkan diri dan melakukan langkah antisipasi guna wewujudkan Indonesia sebagai Negara Ekspoktir Pangan. […]

expand_less