Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Dinas KPKP DKI Ungkap Penurunan Luas Tanam Picu Lonjakan Harga Cabai

Dinas KPKP DKI Ungkap Penurunan Luas Tanam Picu Lonjakan Harga Cabai

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Jakarta mengalami kenaikan pada September 2026. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyebut kondisi tersebut terutama dipicu oleh penurunan luas tanam cabai rawit merah hingga 14 persen sepanjang Februari-Juli 2026.

Penurunan luas tanam tersebut berdampak pada produksi dan ketersediaan cabai yang memasuki periode panen pada Agustus hingga Desember 2026. Akibatnya, pasokan ke Jakarta ikut berkurang dan memberikan tekanan terhadap harga di tingkat konsumen.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan dampak penurunan produksi mulai terlihat pada pasokan cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati.

“Hal tersebut berimbas pada pasokan cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati pada minggu kelima Agustus 2026 yang turun 10,4 persen, dari 144 ton menjadi 129 ton,” kata Hasudungan di Jakarta, Rabu.

Sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk yang besar, Jakarta sangat bergantung pada pasokan pangan dari daerah sentra produksi di luar wilayah ibu kota.

Ketika produksi di daerah asal mengalami gangguan, dampaknya dengan cepat terasa di pasar Jakarta. Berkurangnya volume cabai yang masuk ke pasar induk membuat ketersediaan komoditas tersebut menjadi lebih terbatas.

Kondisi inilah yang kemudian memberikan tekanan terhadap harga cabai rawit merah di tingkat konsumen.

Dinas KPKP DKI Jakarta menegaskan kenaikan harga tersebut terutama berkaitan dengan persoalan pasokan dari daerah produksi, bukan akibat kebijakan pemerintah daerah.

“Di sisi lain, kenaikan harga bahan bakar minyak turut memicu peningkatan biaya operasional produksi dan distribusi pangan,” papar Hasudungan.

Penurunan luas tanam bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi petani cabai. Kondisi produksi juga mendapat tekanan dari puncak musim kemarau.

Keterbatasan air membuat pertumbuhan tanaman cabai tidak optimal. Cuaca yang kurang mendukung juga dapat menyebabkan bunga tanaman rontok sehingga perkembangan buah terganggu.

Akibatnya, hasil panen yang diperoleh petani tidak maksimal, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Tekanan produksi semakin berat dengan munculnya berbagai serangan hama. Kutu kebul, thrips, tungau, dan ulat menjadi sejumlah hama yang dapat merusak tanaman cabai dan menurunkan produktivitas.

Berbagai persoalan tersebut terjadi di sisi hulu dan kemudian berpengaruh terhadap pasokan yang tersedia di pasar.

Jakarta tidak memiliki lahan pertanian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri. Karena itu, kelancaran pasokan dari daerah sentra produksi menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas harga.

Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk wilayah yang menjadi tumpuan pasokan cabai untuk kebutuhan Jakarta. Ketika masa panen di daerah sentra tersebut berakhir atau produksinya mengalami penurunan, jumlah cabai yang dikirim ke ibu kota turut berkurang.

Situasi tersebut memperlihatkan betapa rentannya harga pangan di kota besar terhadap gangguan produksi di daerah asal.

Kenaikan biaya bahan bakar juga memberikan tekanan tambahan. Biaya operasional petani meningkat, sementara biaya distribusi dari sentra produksi menuju Jakarta ikut terdorong naik.

Efek berantai tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi harga yang harus dibayar konsumen.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan pasokan cabai dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan cabai rawit merah melalui kegiatan pangan murah keliling.

“Pemprov DKI melalui Perumda Pasar Jaya turut menyediakan komoditas cabai rawit merah dalam kegiatan pangan murah keliling untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” ujar Hasudungan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh cabai dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga akses pangan selama pasokan masih mengalami tekanan.

Kenaikan harga cabai rawit merah menjadi gambaran bahwa stabilitas pangan Jakarta sangat dipengaruhi kondisi produksi di luar daerah.

Gangguan pada satu mata rantai, mulai dari luas tanam, cuaca, serangan hama, hingga biaya distribusi, dapat berujung pada perubahan harga di pasar.

Karena itu, penguatan rantai pasok dan koordinasi antara pemerintah daerah, daerah sentra produksi, pelaku usaha, hingga pedagang menjadi penting untuk menjaga ketersediaan pangan.

Dinas KPKP DKI Jakarta menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi pangan dan mengevaluasi langkah-langkah stabilisasi pasokan.

Bagi masyarakat, kenaikan harga cabai saat ini menjadi pengingat bahwa harga komoditas hortikultura sangat dipengaruhi oleh siklus tanam, kondisi cuaca, produktivitas petani, serta kelancaran distribusi dari daerah penghasil menuju wilayah konsumen.

  • Penulis: redaksi
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanaman Hias yang Mudah Dirawat

    Cocok untuk Pemula! Inilah Tanaman Hias yang Mudah Dirawat

    • calendar_month Sabtu, 24 Des 2022
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Tanaman hias yang mudah dirawat dan cocok bagi pemula. Tanaman hias ini tidak hanya sekadar mempercantik tampilan rumah. Keberadaannya tanaman hias juga dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan supaya menjadi lebih bersih dan segar. Terdapat jenis tanaman hias yang mudah dirawat dan cocok untuk pemula maupun bagi kamu yang sibuk lantaran sering bepergian. Sehingga, walaupun […]

  • Swasembada Pangan

    Wujudkan Swasembada Pangan melalui Pompanisasi, Kementan Bakal Libatkan Peran Petani Millenial

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    GOWA – Situasi global saat ini sedang tidak baik-baik saja, tidak kurang dari 900 juta penduduk dunia mengalami krisis pangan. Meroketnya harga pangan terutama bahan pokok seperti beras menjadi cirinya. Climate change, salah satu penyebab utama krisis pangan. Fenomena El Nino yang terjadi secara berkepanjangan belakangan ini membuat produksi pangan terutama beras menurun drastis termasuk […]

  • Merawat Bunga Anggrek memang memerlukan perhatian lebih, namun dengan mengikuti langkah-langkah, anggrek Anda akan tumbuh sehat

    Rahasia Merawat Bunga Anggrek: Tips Mudah Agar Tumbuh Subur!

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com – Bunga anggrek dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang memiliki keindahan luar biasa dan elegan. Meskipun anggrek terkenal karena kecantikannya, merawat tanaman ini membutuhkan perhatian khusus. Namun, dengan langkah perawatan yang tepat, bunga anggrek dapat tumbuh subur dan berbunga dengan cantik dalam waktu yang lama. Berikut beberapa tips merawat bunga anggrek agar tetap […]

  • Petani Purworejo, Optimis Tingkatkan Produktifitas Melalui FFD Program CSA

    Petani Purworejo, Optimis Tingkatkan Produktifitas Melalui FFD Program CSA

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    Purworejo – Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki di Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, sangat antusias dengan kehadiran program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). SIMURP dinilai mampu meningkatkan wawasan mereka seputar sistemp pertanian yang mereka jalani. Sepertihalnya terlihat pada giat Farm Field Day (FFD) Jagung Selasa (27/9) lalu. FFD merupakan turunan dari […]

  • Strategi Pengelolaan Limbah Peternakan untuk Mengurangi Dampak Lingkungan

    5 Ide Bisnis Ternak dengan Keuntungan Menggiurkan di Lahan Sempit

    • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Bisnis ternak di lahan sempit ini telah lama menjadi salah satu sektor yang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Dalam bisnis ternak, terdapat berbagai pilihan jenis hewan ternak yang dapat menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan. Mulai dari ayam, kambing, hingga ikan lele, semua memiliki potensi untuk sukses jika dijalankan dengan baik. Selain itu, manfaat dari hewan ternak […]

  • Memanfaatkan Halaman Rumah Menjadi Kebun Kangkung: Panduannya

    Menyulap Halaman Rumah Menjadi Kebun Kangkung: Panduan Praktis

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Memanfaatkan halaman rumah sebagai kebun sayur tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermanfaat. Salah satu sayuran yang mudah ditanam dan cepat panen adalah kangkung. Berikut panduan praktis untuk menyulap halaman rumah Anda menjadi kebun kangkung yang subur. 1. Persiapan Lahan Langkah pertama dalam menanam kangkung adalah mempersiapkan lahan. Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari langsung […]

expand_less