Polda Jambi Perkenalkan Benih Jagung SAS untuk Tingkatkan Produktivitas
- account_circle Admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Personel Polda Jambi saat memperkenalkam benih jagung unggul AAA pafa pameran Agrinex Expo 2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Benih jagung unggulan asal Jambi bermerek Siginjai Andalan Sejahtera (SAS) diperkenalkan dalam ajang Agrinex Expo 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Cendrawasih Room, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Benih jagung komposit varietas Lamuru tersebut merupakan hasil inovasi kolaborasi Polda Jambi bersama Balai Benih Induk (BBI) Palawija Sebapo Provinsi Jambi, dengan melibatkan berbagai mitra lintas sektor.
Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, keikutsertaan Polda Jambi dalam pameran ketahanan pangan nasional tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengembangkan potensi pertanian daerah.
“Keikutsertaan Polda Jambi sebagai tim pendukung Polri dalam pameran ketahanan pangan nasional tersebut menjadi wujud komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pengembangan potensi pertanian daerah,” ungkap Erlan Munaji di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Pengembangan benih SAS melibatkan sejumlah mitra, antara lain BUMDes Suka Makmur Desa Ibru, BUMDes Mahkota Abadi Sejahtera Desa Ibru, Komda Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Konsorsium Pangan Provinsi Jambi, Universitas Jambi (Unja), Kelompok Tani Tunas Makmur II, UMKM Floraya, dan Klaster Maju Jaya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan inovasi pertanian dengan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah, perguruan tinggi, kelompok tani, badan usaha milik desa, dan pelaku usaha lokal.
Dalam Agrinex Expo 2026, Polda Jambi juga mengusung konsep zero waste atau nirlimbah jagung terintegrasi. Konsep ini menekankan pemanfaatan jagung secara optimal untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi limbah, serta menghasilkan nilai tambah bagi sektor pertanian dan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, hasil pertanian diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan utama, tetapi juga dapat diolah lebih lanjut sehingga memberikan peluang ekonomi tambahan.
Kepala Biro SDM Polda Jambi Kombes Pol. Ricko A. A. Taruna mengatakan, keikutsertaan Polda Jambi dalam pameran tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Polda Jambi terus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi, pendampingan, dan mendorong kolaborasi lintas sektor,” kata Ricko.
Ia menjelaskan, pengenalan benih SAS di tingkat nasional menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan potensi pertanian Provinsi Jambi sekaligus mendorong kemandirian petani.
Menurutnya, penerapan konsep nirlimbah jagung secara terintegrasi juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan hasil pertanian dan membuka peluang peningkatan nilai ekonomi.
Benih jagung SAS diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi petani untuk mendukung pengembangan usaha pertanian, khususnya di Provinsi Jambi.
Selain memperkenalkan benih unggulan daerah, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan kelompok tani, BUMDes, perguruan tinggi, dan UMKM dalam rantai usaha pertanian.
Sinergi antarpihak dinilai penting agar inovasi pertanian tidak berhenti pada tahap pengenalan produk, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ricko menegaskan, Polda Jambi akan terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung inovasi dan pengembangan sektor pertanian.
“Harapannya, inovasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan Provinsi Jambi, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui pengenalan benih SAS dan penerapan konsep zero waste jagung terintegrasi, Polda Jambi berharap potensi pertanian daerah semakin dikenal serta mampu berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan nilai ekonomi bagi petani maupun masyarakat setempat.
- Penulis: Admin
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar