Kementan Beli Benih Jagung Inovasi ITS Rp10 Miliar untuk 13.000 Hektare
- account_circle redaksi
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pengadaan benih jagung hibrida varietas MTE-09, hasil inovasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Benih tersebut akan didistribusikan secara gratis kepada petani untuk ditanam di lahan seluas 13.000 hektare sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas jagung dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Kampus ITS Buncitan di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026). Menurut Amran, pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pemanfaatan inovasi dalam negeri menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa harus terus memperluas lahan tanam,” kata Amran.
Varietas jagung hibrida MTE-09 dipilih karena memiliki potensi hasil panen yang tinggi. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, benih tersebut mampu menghasilkan hingga 10 ton per hektare, jauh di atas rata-rata produktivitas jagung nasional yang pada 2024 tercatat sekitar 5,94 ton per hektare.
Pemerintah berharap distribusi benih unggul tersebut dapat mempercepat peningkatan produksi jagung nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan. Selain meningkatkan hasil panen, penggunaan benih berkualitas juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani melalui produktivitas yang lebih tinggi.
Selain pengadaan benih, Kementerian Pertanian juga menjalin kerja sama dengan ITS dalam pengembangan teknologi pertanian. Sejumlah alat dan inovasi hasil riset perguruan tinggi turut didorong untuk diterapkan di lapangan guna mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi.
Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi tersebut dinilai menjadi model pengembangan pertanian yang berkelanjutan. Hasil penelitian yang sebelumnya berada di lingkungan akademik kini diarahkan agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh petani sebagai solusi atas berbagai tantangan produktivitas.
Kementerian Pertanian juga berkomitmen melakukan pendampingan terhadap petani penerima benih MTE-09 agar potensi produktivitas dapat tercapai secara optimal. Monitoring akan dilakukan selama masa tanam untuk mengevaluasi performa benih di berbagai wilayah sekaligus menjadi dasar pengembangan program serupa pada masa mendatang.
Melalui investasi sebesar Rp10 miliar ini, pemerintah berharap inovasi benih jagung hibrida karya anak bangsa dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong kemandirian sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi hasil riset dalam negeri.
- Penulis: redaksi
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar