Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Ini Alasan Mentan Ekspor Beras dari Kediaman: Efisiensi Anggaran untuk Petani

Ini Alasan Mentan Ekspor Beras dari Kediaman: Efisiensi Anggaran untuk Petani

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memilih kediamannya sebagai lokasi pelepasan rencana ekspor perdana 1.000 ton beras ke Malaysia bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan efisiensi yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memastikan anggaran pemerintah lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan produktif petani.

Agenda ekspor beras ke Malaysia sebelumnya direncanakan berlangsung di hotel. Namun, Mentan mempertimbangkan efisiensi waktu dan biaya, akhirnya kegiatan tersebut dilakukan di kediamannya yang selama ini juga digunakan sebagai tempat bekerja dan menggelar rapat.

“Nah ini karena ini persoalan waktu, yang pertama kan rencana mau di hotel. Biasanya kan di hotel tuh pengusaha efisien. Kalau di sini sangat efisien,” ujar Mentan Amran, Jumat (14/8).

Mentan Amran menjelaskan, kediamannya dalam praktiknya telah menjadi tempat kerja untuk membahas berbagai persoalan pertanian, termasuk kebijakan pupuk dan pangan. Mentan bahkan menyebut rapat dapat berlangsung sejak dini hari hingga malam hari.

“Rumah ini tempat kami jadikan kantor juga. Kantor jam 5 subuh rapat di sini, jam 5 subuh juga pupuk dulu diputuskan di sini sampai jam 7, rapat di sini. Di kantor jam 7 sampai sore di sini dilanjut sampai jam 10 malam,” katanya.

Menurut Mentan Amran, efisiensi bukan sekadar mengurangi biaya, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran negara memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani.

“Jadi kalau bukan di sini, di kantor. Tidak boleh di hotel. Kita hilangkan biaya seminar di hotel, tanda tangan seperti ini di hotel, seremoni, gunting pita, tidak ada,” tegasnya.

Agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perum Bulog dengan Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd., perusahaan asal Malaysia. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Mentan mencontohkan berbagai biaya pendukung seremoni yang dapat dialihkan untuk kebutuhan pertanian. Mulai dari biaya hotel, seremoni, hingga berbagai perlengkapan acara, menurutnya akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk pengadaan benih maupun pupuk bagi petani.

“Lebih baik ini biaya semua, biaya cipika-cipiki, biaya bunga, biaya MC, belikan benih, belikan pupuk untuk petani. Setuju nggak? Itulah Bapak Presiden kita, Pak Prabowo, efisiensi,” ujar Mentan Amran.

Efisiensi tersebut berjalan beriringan dengan agenda besar pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu indikatornya adalah kemampuan Indonesia membuka pasar ekspor beras setelah memastikan kebutuhan domestik berada dalam kondisi aman.

Pada momentum tersebut, Indonesia menyepakati pengiriman awal 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Jumlah tersebut menjadi bagian dari potensi kerja sama ekspor hingga 200.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan beras Sarawak.

Mentan Amran mengatakan harga yang disepakati berada di kisaran Rp17.000 per kilogram, sehingga ekspor tidak hanya menjadi pembukaan pasar baru tetapi juga memberikan peluang ekonomi yang lebih baik bagi rantai usaha perberasan nasional.

“Yang terpenting harga sudah sepakat, yang terpenting harga dulu. Ini yang nego lama, harganya Rp17.000 per kilo,” katanya.

Menurutnya, ekspor merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pasar yang lebih luas, beras Indonesia memiliki peluang mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik tanpa mengabaikan kebutuhan pangan nasional.

“Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor,” ujar Mentan Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, petani, penyuluh pertanian, TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BUMN, serta seluruh pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian swasembada beras.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor.

“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” katanya.

Ekspor beras ke Malaysia pun menjadi simbol bahwa efisiensi dan produktivitas dapat berjalan beriringan: biaya seremoni ditekan, sementara hasil kerja di sektor pertanian diperluas hingga mampu membuka pasar ekspor baru.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Lengkap Perawatan Anggrek

    Panduan Lengkap Perawatan Anggrek Ngengat: Cara Membuatnya Berbunga Lebih Banyak

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    wartanionline.com – Anggrek ngengat (Phalaenopsis) adalah salah satu tanaman hias paling populer untuk pemula karena keindahan dan kemudahan perawatannya. Namun, menjaga anggrek ini tetap berbunga dan sehat memerlukan perhatian khusus. Berikut adalah panduan perawatan yang dilansir dari Better Homes and Gardens, Senin (6/1/2025), untuk memastikan anggrek ngengat Anda berbunga lebih banyak setelah mekar. 1. Merepotting […]

  • Tanaman Alpukat

    Tanaman Alpukat: Cara Sederhana Agar Cepat Berbuah

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2022
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    Tanaman Alpukat merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah, saat ini sudah mulai banyak yang membudidayakan dalam usaha tani. Alpukat dapat ditemukan di seluruh tempat atau daerah di Indonesia, khususnya Jawa Barat, Sumatera, Nusa tenggara dan Jawa Timur sebagai daerah penghasil alpukat terbanyak di Indonesia. Tanaman Alpukat juga termasuk tanaman yang cocok di budidayakan di […]

  • Polbangtan Kementan Siap Lahirkan Alumni Agropreneurship Melalui IBT

    Polbangtan Kementan Siap Lahirkan Alumni Agropreneurship Melalui IBT

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle redaksi
    • 4Komentar

    GOWA – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa resmi mendapatkan sertifikat keanggotaan dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) sejak 21 Desember 2022. Inkubator bisnis teknologi (IBT) Polbangtan Gowa merupakan satuan kerja yang bertanggung jawab kepada Direktur Polbangtan Gowa dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pelayanan inkubasi bisnis dan teknologi. Pelaksanaan inkubasi ini merupakan kegiatan pendampingan yang diberikan […]

  • tanaman hias

    Cantik Tapi Sensitif: 7 Tanaman yang Harus Dijauhkan dari Sinar Terik

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Tidak semua tanaman hias menyukai sinar matahari langsung. Beberapa justru tumbuh lebih baik di tempat yang teduh dengan cahaya terang tidak langsung. Salah penempatan bisa membuat daun menguning, memucat, bahkan terbakar. Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut adalah tujuh tanaman hias yang sebaiknya dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung: 1. Sirih Gading […]

  • Budidaya Ikan Mujaer: Keuntungan dan Tips Sukses

    Budidaya Ikan Mujaer: Keuntungan dan Tips Sukses

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Budidaya ikan mujaer memiliki potensi yang menjanjikan bagi para petani ikan. Ikan mujaer atau tilapia memiliki beberapa keuntungan yang membuat budidaya ini menarik, di antaranya adalah pertumbuhannya yang cepat, kebutuhan pakan yang relatif rendah, dan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Berikut adalah beberapa keuntungan budidaya ikan ini yang perlu diketahui: 1. Pertumbuhan Cepat […]

  • PT. Buls

    Polbangtan Kementan Bersama PT. Buls Bangun Kerjasama Pemenuhan Kebutuhan Daging Nasional

    • calendar_month Senin, 17 Apr 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    GOWA – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali memperluas jaringan kerjasama kemitraannya. Kali ini Polbangtan Gowa melakukan penanda tanganan MoU dengan PT. Berdikari United Livestock (PT. Buls) yang beralamat di Sidrap Sulawesi Selatan (16/04/2023). Buls merupakan perusahaan yang mengembangkan bisnis ruminansia di Indonesia melalui program penggemukan dan pengadaan sapi indukan. Perusahaan yang pernah membudidaya hingga […]

expand_less