Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Mentan Amran Jadikan Hilirisasi Sawit Senjata Strategis Dongkrak Ekspor

Mentan Amran Jadikan Hilirisasi Sawit Senjata Strategis Dongkrak Ekspor

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menetapkan hilirisasi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sebagai salah satu strategi utama pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Amran dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar dunia sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dari sektor pertanian.

Menurut Kementerian Pertanian, penguatan industri hilir CPO menunjukkan hasil positif. Nilai ekspor CPO dan produk turunannya tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 7,32 persen pada semester pertama 2026. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penguatan harga komoditas sawit di pasar internasional serta meningkatnya kapasitas industri pengolahan di dalam negeri.

Pemerintah menilai hilirisasi menjadi langkah penting agar Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah. Melalui pengolahan CPO menjadi berbagai produk turunan bernilai tinggi, manfaat ekonomi yang diperoleh diharapkan semakin besar bagi negara maupun masyarakat.

Indonesia bersama Malaysia saat ini menjadi pemain utama dalam industri kelapa sawit global dengan kontribusi sekitar 80 persen produksi CPO dunia. Besarnya pangsa produksi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi tawar di pasar internasional.

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keunggulan tersebut perlu dikelola melalui pengembangan industri pengolahan yang lebih kuat. Dengan demikian, produk sawit Indonesia tidak hanya bersaing dari sisi jumlah produksi, tetapi juga dari nilai ekonomi yang dihasilkan.

Kinerja ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari hingga Juni 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, pertumbuhan nilai ekspor sebesar 7,32 persen menjadi indikator bahwa strategi hilirisasi mulai memberikan dampak terhadap peningkatan nilai perdagangan.

Peningkatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional, terutama dalam memperkuat devisa negara di tengah kondisi pasar global yang terus mengalami perubahan.

Selain komoditas sawit, secara keseluruhan nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan selama periode Januari–Juni 2026 mencapai 2,59 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat sebesar 1,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain memperkuat ekspor nasional, kebijakan hilirisasi CPO juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi petani sawit. Pemerintah berharap penguatan industri hilir dapat menciptakan kepastian penyerapan hasil panen petani, khususnya tandan buah segar (TBS), dengan harga yang lebih kompetitif.

Dengan industri pengolahan yang semakin berkembang, rantai nilai kelapa sawit diharapkan menjadi lebih kuat dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari petani kecil hingga perusahaan pengolahan berskala besar.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri hilir melalui berbagai kebijakan dan fasilitasi agar sektor kelapa sawit Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global.

Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar internasional serta melakukan penyesuaian kebijakan guna mempertahankan tren positif sektor pertanian. Hilirisasi CPO menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif.

Melalui pengolahan komoditas bernilai tambah, Indonesia diharapkan mampu memperkuat perannya dalam rantai pasok global, meningkatkan daya saing produk pertanian, serta memastikan manfaat ekonomi dari sektor kelapa sawit dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Boleh Dicoba Saat Senggang, Berikut Cara Menanam dan Merawat Buah Naga di Rumah

    Boleh Dicoba Saat Senggang, Berikut Cara Menanam dan Merawat Buah Naga di Rumah

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Buah naga merupakan tanaman yang mudah ditanam dan dirawat di rumah. Berikut adalah langkah-langkah cara menanam dan merawat buah naga di rumah: Menanam Buah Naga 1. Persiapan Bibit Pilih bibit buah naga yang berkualitas dan bebas dari hama penyakit. Bibit dapat diperoleh dari stek batang atau cangkok. 2. Persiapan Media Tanam Siapkan media tanam yang […]

  • Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

    Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern yang perlu diketahui. Bioteknologi ini merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup. Secara umum, bioteknologi ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Perbedaan yang paling utama dari keduanya ini bisa terlihat dari teknik yang digunakannya. Bioteknologi Konvensional Bioteknologi konvensional atau tradisional […]

  • Prof. Dedi Nursyamsi

    Rangkaian Pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur. Rangkaian pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45, ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry Plus Three (AMAF+3) ke-23, ASEAN Japan Ministers on Agriculture and Forestry Meeting (the AJMAF Meeting) dan ASEAN China Ministerial Meeting on Sanitary and Phytosanitary Cooperation ke-8 (the 8th ASEAN China MM on SPS) digelar di Kuala Lumpur […]

  • Kementan

    Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Beri Dukungan Alsintan Modern di Sulsel

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Dalam mewujudkan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto mencapai target swasembada pangan nasional pada 2027, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya melalui dukungan teknologi alsintan modern. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa alsintan modern dapat menekan biaya proses produksi dan meningkatkan produktivas hasil petani “Dengan pertanian modern, produktivitas bisa dua kali lipat dan […]

  • Keuntungan Ternak Kambing, Berikut Hasil Olahannya

    Keuntungan Ternak Kambing, Berikut Hasil Olahannya

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Ternak kambing secara tradisional telah menjadi bagian penting dari sektor peternakan di Indonesia. Selain dapat memberikan daging yang lezat dan nutrisi yang baik, kambing juga memberikan manfaat lainnya seperti susu, kulit, dan bulu. Berikut adalah beberapa hasil pengolahan ternak kambing yang umum di Indonesia: 1. Daging Kambing Daging kambing merupakan salah satu hasil pengolahan utama […]

  • Deli

    CSA Kementan: Petani Deli Serdang Manfaatkan Limbah Menjadi Pupuk

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle redaksi
    • 5Komentar

    Deli Serdang – Pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kian meningkat dari tahun ke tahun. Terlebih dengan kehadiran Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) melalui teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sangat mendukung Program SIMURP, karena melalui CSA yang ramah […]

expand_less