Harga Cabai Rawit Tembus Rp88 Ribu Akibat Kemarau dan Serangan OPT
- account_circle redaksi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat lonjakan signifikan pada komoditas hortikultura di Indonesia selama September 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah telah menembus angka Rp88.150 per kilogram di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Kenaikan harga yang tajam ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat serta stabilitas inflasi pangan di berbagai daerah. Fenomena ini dipicu oleh penurunan produktivitas di tingkat petani yang disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem serta adanya serangan organisme pengganggu tanaman yang mengganggu kelancaran pasokan ke pasar-pasar utama.
Ringkasan cepat
- Harga cabai rawit merah melonjak hingga mencapai Rp88.150 per kilogram berdasarkan data PIHPS Nasional.
- Badan Pangan Nasional mengidentifikasi kemarau berkepanjangan dan serangan organisme pengganggu tanaman sebagai penyebab utama gangguan pasokan.
- Pemerintah merespons kondisi ini dengan memobilisasi stok pangan dari daerah surplus ke wilayah defisit melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan.
Faktor Pemicu Gangguan Pasokan Pangan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa fluktuasi harga yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor alam yang sulit dikendalikan. Kondisi kemarau berkepanjangan menjadi salah satu kendala utama yang menghambat proses pertumbuhan tanaman di sentra produksi.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar