Harga Cabai Rawit Tembus Rp88 Ribu Akibat Kemarau dan Serangan OPT
- account_circle redaksi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selain faktor cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman juga memberikan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap hasil panen petani. Gangguan ini menyebabkan volume produksi menurun drastis sehingga pasokan cabai rawit merah di pasar tidak mampu memenuhi permintaan konsumen yang tinggi.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa dinamika harga dan pasokan ini memerlukan respons cepat dari pemerintah. Langkah antisipasi perlu segera dilakukan terutama di wilayah-wilayah yang mengalami kenaikan harga paling ekstrem.
Informasi dari daerah sentra produksi seperti Kediri menunjukkan adanya dinamika pasokan yang harus segera ditangani agar tidak semakin membebani masyarakat. Koordinasi antarlembaga terus diperkuat untuk memetakan wilayah mana saja yang membutuhkan intervensi segera.
Strategi Pemerintah dalam Stabilisasi Harga
Pemerintah berencana melakukan mobilisasi stok dari daerah yang mengalami surplus produksi ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan. Program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) akan menjadi instrumen utama dalam menjaga keseimbangan ketersediaan komoditas di tingkat nasional.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar