Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » TNI dan Pemkab Bogor Sulap Median Jalan Bomang Jadi Lahan Pertanian

TNI dan Pemkab Bogor Sulap Median Jalan Bomang Jadi Lahan Pertanian

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Lahan yang sebelumnya terbengkalai di sepanjang median Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini mulai berubah menjadi area pertanian produktif.

Satgas Pengawal Indonesia Emas Ketahanan Pangan Korem 061/Suryakancana bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kelompok Tani Suryakancana memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai dan tomat.

Program tersebut mulai dilakukan pada Sabtu (5/9/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif.

Transformasi median jalan menjadi lahan pertanian menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan tidak selalu menjadi penghalang untuk mengembangkan kegiatan pertanian. Dengan penataan dan pengelolaan yang tepat, ruang yang sebelumnya tidak menghasilkan dapat diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan.

Mayor Inf Eka P dari Satgas Pengawal Indonesia Emas Ketahanan Pangan Korem 061/Suryakancana mengatakan proses pengelolaan dilakukan secara bertahap, mulai dari penataan lahan hingga perawatan tanaman.

“Kami terus melakukan pengecekan dan perawatan lahan secara bertahap, termasuk penyiraman, pembuatan bedengan, penanaman, hingga penataan area. Harapannya, seluruh lahan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan,” kata Eka.

Pengelolaan lahan dilakukan dengan membagi kawasan median menjadi beberapa area kerja. Pembagian tersebut dimaksudkan agar proses penataan, penanaman, dan perawatan tanaman dapat dilakukan secara lebih teratur.

Bedengan dibuat sebagai media tanam, kemudian lubang tanam dilengkapi dengan mulsa untuk membantu menjaga kelembapan tanah sekaligus menekan pertumbuhan gulma.

Sejumlah bibit cabai dan tomat juga telah ditanam pada area yang telah disiapkan. Khusus tanaman tomat, petugas memasang turus sebagai penyangga agar tanaman dapat tumbuh tegak dan lebih kuat.

Perawatan dilakukan secara rutin. Penyiraman tanaman dijadwalkan pada pagi dan sore hari, terutama di area yang telah ditanami.

Konsistensi perawatan menjadi faktor penting untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga memasuki masa panen.

Program ini melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga menciptakan model pengelolaan lahan yang dapat diterapkan di lokasi lain.

Eka menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kita ingin kegiatan ini terus berjalan dan dikerjakan bersama-sama. Dengan sinergi yang baik, lahan yang ada bisa semakin produktif dan memberikan manfaat bagi penguatan ketahanan pangan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor turut memberikan dukungan terhadap pemanfaatan lahan tersebut. Keterlibatan kelompok tani lokal diharapkan membuat pengelolaan tanaman dapat dilakukan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pemanfaatan median Jalan Bomang menjadi lahan pertanian menunjukkan bahwa pertanian tidak selalu membutuhkan hamparan lahan yang luas.

Ruang terbatas yang sebelumnya tidak produktif pun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pangan apabila dikelola dengan perencanaan yang tepat.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat daerah. Hasil panen cabai dan tomat nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Selain mengejar hasil produksi, program tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas pemanfaatan lahan sempit sebagai area pertanian.

Satgas dan kelompok tani akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan tanaman. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan pengembangan lahan pertanian serupa di lokasi lain.

Transformasi median Jalan Bomang dari lahan tidur menjadi lahan produktif akhirnya bukan sekadar kegiatan bercocok tanam. Inisiatif tersebut menjadi gambaran bagaimana gotong royong, inovasi, dan pemanfaatan ruang secara kreatif dapat menjadi bagian dari solusi memperkuat ketahanan pangan.

  • Penulis: redaksi
  • Editor: Editor wartanionline.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tulungagung

    Bangga Sebagai Petani Milenial, Ini Impian Pemuda Asal Tulungagung

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2022
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    TULUNGAGUNG – Menjadi pemuda yang sukses merupakan hal yang menjadi impian dan dambaan bagi semua orang. Salah satunya dirasakan Wahyu Candra, pemuda asal Desa Campurdarat kabupaten Tulungagung. Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang ini mengaku bangga berhasil mengelola peternakan sapi. Sejak lulus ia tidak pernah mencoba untuk melamar pekerjaan sebagai karyawan di sebuah perusahaan dan […]

  • Rakornas dan EXPO Bawaslu RI 2;32 Play Button

    Rakornas dan EXPO Bawaslu RI

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar
  • Tumbuhan Monokotil

    Mengenal Tumbuhan Monokotil, Ciri-Ciri dan Contohnya

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Mengenal tumbuhan monokotil. Monokotil atau tumbuhan berkeping satu adalah tumbuhan yang berbunga, namun bijinya tidak dapat membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok tumbuhan ini sebagai takson dalam sistem klasifikasi tumbuhan yang mempunyai beberapa variasi nama, seperti Monocotyledoneae, Liliidae, dan Liliopsida. Jadi,  monokotil atau monocotyledoneae ini merupakan jenis tumbuhan berbiji dengan satu daun. Monokotil ini […]

  • Tanaman Pacar Air

    Tanaman Pacar Air, Inilah Manfaat dan Cara Menanamnya

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Tanaman pacar air atau juga disebut dengan nama ilmiahnya Impatiens balsamina L. Tanaman ini merupakan jenis tanaman tahunan yang dapat bertahan hidup satu sampai dengan dua tahun. Tanaman pacar air mempunyai ukuran tinggi tanaman kurang lebih sekitar 55 hingga 100 cm dan berikut ini ciri – ciri morfologi tanamannya, yaitu: Pada bagian akar mempunyai jenis […]

  • Daftar Sekolah Politeknik Pertanian

    Daftar Sekolah Politeknik Pertanian Unggulan di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Wartanionline.com – Daftar Sekolah Politeknik Pertanian di Indonesia menjadi kunci penting dalam mendukung pembangunan agrikultur nasional. Sebagai negara agraris, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan berpengetahuan dalam bidang pertanian. Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang pentingnya pendidikan pertanian vokasional dan memberikan daftar institusi terkemuka di bidang ini. Daftar Sekolah Politeknik Pertanian bukan […]

  • BRMP Mektan Pamerkan Teknologi PM-AAS di INAGRITECH 2026

    BRMP Mektan Pamerkan Teknologi PM-AAS di INAGRITECH 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    BRMP Mektan memperkenalkan teknologi PM-AAS melalui Drone AGRA 30 dan PowerGro SP-300 di INAGRITECH 2026 untuk mempercepat modernisasi pertanian Indonesia.

expand_less