Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Peserta Kongres Umat Islam Indonesia VIII: Presiden Punya Tiga Mentan Amran, Selesai

Peserta Kongres Umat Islam Indonesia VIII: Presiden Punya Tiga Mentan Amran, Selesai

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat apresiasi langsung dari peserta Kongres Umat Islam Indonesia VIII atas keberaniannya membenahi persoalan mendasar di sektor pangan. Bahkan, seorang peserta menilai Presiden Prabowo Subianto membutuhkan lebih banyak sosok seperti Amran agar berbagai persoalan bangsa dapat dituntaskan.

Pujian tersebut disampaikan dalam dialog Mentan Amran bersama peserta Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu (26/7).

“Bapak (Mentan Amran) itu tidak ditopang oleh kepentingan yang lain. Bapak Prabowo kalau butuh paling tidak tiga kayak Bapak, selesai. Bagaimana koordinasi sehingga orang potensial seperti Bapak tidak hanya Bapak satu orang?” tanya peserta.

Kegiatan Kongres Umat Islam Indonesia VIII. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menegaskan capaian pemerintah di sektor pangan bukan hasil kerja satu orang. Menurutnya, swasembada pangan merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, hingga para ulama.

“Koordinasi sudah kita lakukan. Swasembada ini bukan saya, bukan aku, tetapi kita, termasuk MUI. Kalau bukan MUI yang memberi nasihat, kami tidak mungkin bisa bekerja dengan baik karena kita harus menjadi teladan bagi puluhan ribu pegawai di kementerian. Tidak ada sukses yang bisa berdiri sendiri,” ujar Mentan Amran.

Dialog kemudian mengarah pada persoalan tata kelola sawit. Peserta menyampaikan aspirasi petani yang selama ini dinilai masih menghadapi keterbatasan akses terhadap industri pengolahan. Menurutnya, pembangunan pabrik di sentra produksi sawit diperlukan agar nilai tambah tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga kembali kepada petani.

“Banyak keluhan dari para petani sawit. Mereka punya hasil sawit, tetapi tidak punya pabrik minyak goreng karena pabrik-pabrik dikuasai oligarki. Usulan para petani adalah agar di kawasan-kawasan sawit dibangun pabrik-pabrik sehingga nilai tambahnya bisa dinikmati masyarakat,” ujar peserta.

Mentan Amran mengatakan pemerintah terus membenahi tata kelola sawit, termasuk menertibkan kawasan yang tidak sesuai ketentuan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan sumber daya alam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat.

“Yang ilegal itu diambil negara bersama asetnya, termasuk pabrik-pabriknya. Itu nilainya ratusan triliun rupiah. Seingat saya, kebijakan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Memang masih ada yang belum selesai, tetapi satu per satu terus kita benahi,” jawab Mentan Amran.

Ia menegaskan pembenahan sawit harus diikuti hilirisasi agar Indonesia tidak berhenti sebagai pemasok bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Mentan Amran juga mengungkapkan persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah, yakni dugaan penyimpangan dalam distribusi minyak goreng, termasuk permainan harga dan pengurangan isi kemasan yang merugikan masyarakat.

“Minyak goreng sudah harganya tinggi, dikurangi juga takarannya, hanya sekitar 700 cc, tidak cukup satu kilogram. Ini kami tindak. Ada yang didenda Rp11 triliun. Kalau benar, benar. Kalau salah, salah. Tidak usah remang-remang,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena Indonesia merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar dunia, tetapi sempat mengalami kelangkaan minyak goreng di dalam negeri.

“Minyak goreng kita terbesar di dunia, tetapi di negara kita pernah langka. Ini yang sedang kita luruskan. Kami lapor kepada Bapak Presiden waktu itu. Arahan Beliau hanya satu, ‘gas full, Pak Mentan’. Setelah itu kami bersurat kepada Kapolri untuk dilakukan penindakan,” katanya.

Aspirasi peserta kemudian meluas ke sektor peternakan. Pemerintah diminta memperkuat pembenahan tata niaga ayam dan telur yang dinilai masih menghadapi persoalan penguasaan pasar oleh perusahaan besar.

“Mohon juga jangan hanya terkait tata niaga sawit atau komoditas pertanian lain, tapi banyak kartel yang belum tersentuh, misalnya ayam dan telur. Sekitar 80 persen peternakan dikuasai dua perusahaan. Mohon tata niaga peternakan menjadi perhatian prioritas,” ujar peserta.

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran mengakui masih terdapat tantangan dalam tata niaga ayam dan telur. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan model pengembangan peternakan yang memperkuat posisi masyarakat melalui dukungan di sektor hulu dan pengembangan usaha di hilir.

Pemerintah akan mendorong BUMN memperkuat sektor hulu, termasuk dukungan pakan dan bibit atau day old chick (DOC), sementara masyarakat didorong mengembangkan usaha peternakan di sektor hilir.

“Target kita, semua pulau mandiri protein, kemudian mandiri pangan, kemudian mandiri etanol. Hulu dibantu pakannya, dibantu DOC-nya, kemudian yang membangun di hilir rakyat kecil sehingga peternak tidak dipermainkan,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan pembenahan tata niaga tersebut merupakan bagian dari agenda besar hilirisasi pertanian. Indonesia, kata dia, memiliki sumber daya alam yang besar dan harus mampu mengolahnya di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan pangan dan energi.

“Indonesia sangat kaya. Kita hilirisasi saja CPO dan kelapa di negara kita, lima sampai sepuluh tahun ke depan kalau ini berjalan, Indonesia bisa benar-benar berdaulat energi dan berdaulat pangan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Mentan Amran juga mengajak pondok pesantren mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan dukungan bagi pesantren yang memiliki lahan produktif, mulai dari pengolahan lahan tanpa biaya, penyediaan bibit komoditas perkebunan, hingga pendampingan budidaya.

“Kalau ada pesantren yang membutuhkan, ada bibit tebu, kakao, kelapa, mente, kopi, semuanya gratis dari Bapak Presiden. Pengolahan lahannya juga gratis. Bibitnya gratis. Tinggal lahannya disiapkan, nanti kami tanami,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar menjadi basis produksi pangan sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat. Dukungan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis yang tengah dijalankan pemerintah.

Mentan Amran menilai penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Tata niaga harus dibenahi, hilirisasi harus diperkuat, dan masyarakat harus diberi ruang lebih besar untuk mengambil manfaat ekonomi dari sumber daya yang dimiliki.

Karena itu, kolaborasi pemerintah dengan petani, peternak, pesantren, ulama, dunia usaha, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Koordinasi sudah kita lakukan. Swasembada ini bukan saya, bukan aku, tetapi kita,” pungkas Mentan Amran.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • usaha tani

    Wujudkan Usaha Tani “Low Cost Prevision”, Mentan SYL Support Milenial Askes Permodalan KUR

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle redaksi
    • 3Komentar

    LAMPUNG – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong generasi milenial di Provinsi Lampung untuk segera mengembangkan inovasi usaha tani sebagai bekal masa depan menuju pertanian maju, mandiri dan modern. Salah satunya dengan memanfaatkan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian sebagai akses permodalan yang berbunga rendah. “Besok itu tidak hanya training tentang bagaimana penguasaan […]

  • Cara Merawat Tanaman Hias di Musim Panas

    5 Rahasia Sukses Merawat Tanaman Hias di Musim Panas, Bisa Bikin Tetangga Iri!

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Musim panas dapat menjadi waktu yang menantang untuk merawat tanaman hias, terutama karena suhu yang tinggi dan kekeringan yang mungkin terjadi. Tetapi dengan beberapa tips perawatan yang tepat, kamu dapat membantu tanaman hias kamu tetap sehat dan segar sepanjang musim panas. Berikut adalah beberapa tips merawat tanaman hias saat musim panas: Memberi air dengan tepat […]

  • Dampak El Nino terhadap Tanaman Sengon, Industri Pabrik Kayu, dan Ekonomi Petani

    Dampak El Nino terhadap Tanaman Sengon, Industri Pabrik Kayu, dan Ekonomi Petani

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Dampak El Nino, adalah fenomena alam yang terjadi saat suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur lebih hangat dibandingkan biasanya. El Nino dapat mempengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu dampak El Nino yang dirasakan oleh Indonesia adalah kekeringan dan penurunan curah hujan. Kekeringan dan penurunan curah hujan […]

  • Berikut Kandungan Penting agar Pakan Ikan Berkualitas!

    Berikut Kandungan Penting agar Pakan Ikan Berkualitas!

    • calendar_month Senin, 18 Des 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Pakan ikan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya ikan. Pakan yang berkualitas dapat membantu ikan tumbuh dan berkembang dengan baik, serta terhindar dari penyakit. Berikut adalah kandungan penting yang harus ada dalam pakan berkualitas: 1. Protein Protein merupakan nutrisi yang paling penting bagi ikan. Protein digunakan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh ikan, serta […]

  • Sayuran yang Cocok Ditanam di Rumah Saat Musim Hujan

    Sayuran yang Cocok Ditanam di Rumah Saat Musim Hujan

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Saat musim hujan sering kali menjadi tantangan bagi para penghobi kebun di rumah. Tetapi jangan khawatir, musim hujan sebenarnya bisa menjadi waktu yang tepat untuk menanam sayuran di rumah. Beberapa sayuran cocok dengan kondisi cuaca basah dan subur selama musim tersebut. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi beberapa sayuran yang cocok untuk ditanam di rumah […]

  • Genta

    Kementan Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan dengan Program Genta Organik

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA -Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) merupakan gerakan pengembalian kesuburan tanah untuk meningkatkan produksi pertanian. Genta Organik menerapkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap melalui Program Genta Organik kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara dan sumber pendapatan utama rumah tangga […]

expand_less