Pengaruh Kualitas Air Terhadap Ternak Ikan Lele

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia.

Ikan ini memiliki pertumbuhan yang cepat dan dapat dibudidayakan dengan padat penebaran yang tinggi.

Namun, keberhasilan budidaya ikan ini juga dipengaruhi oleh kualitas air kolam.

Kualitas air kolam yang baik akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan ikan ini.

Sebaliknya, kualitas air kolam yang buruk dapat menyebabkan ikan ini mengalami gangguan pertumbuhan, bahkan kematian.

Berikut adalah beberapa parameter kualitas air yang penting untuk diperhatikan dalam budidaya ikan lele:

1. Suhu

Suhu air kolam yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 25-28 derajat Celcius. Suhu air yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan ikan ini mengalami stres dan pertumbuhannya terganggu.

2. pH

pH air kolam yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 6,5-7,5. pH air yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menyebabkan ikan ini mengalami gangguan pernapasan dan pencernaan.

3. Oksigen terlarut

Oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh ikan lele adalah 3-5 ppm. Oksigen terlarut yang terlalu rendah dapat menyebabkan ikan ini mengalami kekurangan oksigen dan kematian.

4. Amonia

Amonia merupakan zat beracun yang dapat dihasilkan oleh sisa pakan dan feses ikan. Kadar amonia yang tinggi dapat menyebabkan ikan ini mengalami keracunan dan kematian.

5. Nitrat

Nitrat juga merupakan zat beracun yang dapat dihasilkan oleh proses dekomposisi bahan organik. Kadar nitrat yang tinggi dapat menyebabkan ikan ini mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Petani dapat menjaga kualitas air kolam dengan cara berikut:

1. Menentukan lokasi kolam yang tepat

Kolam untuk budidaya ikan ini sebaiknya berada di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung dan memiliki aliran air yang cukup.

2. Melakukan pengecekan kualitas air secara berkala

Petani dapat menggunakan alat ukur kualitas air untuk memantau kualitas air kolam.

3. Melakukan pengelolaan air kolam secara rutin

Pengelolaan air kolam secara rutin meliputi pergantian air, pemberian pakan yang tepat, dan pengontrolan hama dan penyakit.

Dengan menjaga kualitas air kolam, petani dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *