Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trends » Pertumbuhan Pertanian 3,8 Persen Tantang Klaim Swasembada Pangan

Pertumbuhan Pertanian 3,8 Persen Tantang Klaim Swasembada Pangan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman di tengah ketidakpastian cuaca dan ancaman El Nino. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Presiden menegaskan Indonesia memiliki kesiapan untuk menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung bersamaan dengan musim kemarau. Pemerintah juga menilai ketahanan pangan nasional telah memiliki fondasi yang cukup untuk menghadapi tantangan cuaca dan pangan global.

Di sisi lain, pernyataan tersebut memunculkan pembahasan mengenai kinerja ekonomi sektor pertanian. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Tallatov, menyoroti pertumbuhan sektor pertanian yang tercatat sebesar 3,8 persen hingga kuartal II 2026.

Sorotan tersebut menempatkan dua indikator dalam satu pembahasan, yakni kemampuan menjaga ketersediaan pangan dan kemampuan sektor pertanian menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Kondisi pangan yang aman tidak selalu identik dengan tingginya pertumbuhan sektor pertanian. Ketersediaan stok pangan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, sementara pertumbuhan ekonomi mencerminkan perkembangan nilai tambah yang dihasilkan sektor tersebut.

Karena itu, capaian swasembada pangan perlu dilihat bersama indikator lain, seperti produktivitas, pendapatan petani, nilai tambah komoditas, dan kontribusi pertanian terhadap perekonomian nasional.

Pertumbuhan 3,8 persen pada kuartal II 2026 dinilai masih menghadapi tantangan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Dalam satu dekade terakhir, sektor pertanian disebut relatif sulit mempertahankan pertumbuhan di atas lima persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi pangan perlu diikuti dengan pembenahan struktural agar sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar.

Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan adalah diversifikasi komoditas. Pengembangan sektor pertanian tidak harus hanya berorientasi pada padi dan beras, tetapi juga mencakup berbagai komoditas pangan dan non-pangan yang memiliki potensi nilai tambah.

Diversifikasi dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap satu jenis komoditas. Strategi ini juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola risiko akibat perubahan iklim, termasuk kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas tanaman tertentu.

Komoditas non-pangan, termasuk perkebunan dan produk pertanian bernilai ekonomi tinggi, memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pengolahan dan hilirisasi. Dengan demikian, nilai ekonomi yang dihasilkan tidak berhenti pada penjualan produk primer.

Pengembangan berbagai komoditas juga dapat membuka akses ke pasar baru, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, hal tersebut membutuhkan dukungan teknologi, infrastruktur, pembiayaan, serta kepastian pasar bagi petani.

Ancaman El Nino menambah tantangan bagi sektor pertanian karena perubahan pola curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan air dan jadwal produksi. Kondisi tersebut membuat peningkatan produktivitas harus berjalan bersama dengan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim.

Pemerintah perlu memastikan kebijakan pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan petani menghadapi risiko iklim.

Pengelolaan air, penggunaan teknologi pertanian, pengembangan varietas yang sesuai, serta diversifikasi usaha tani dapat menjadi bagian dari strategi menghadapi kondisi tersebut.

Perbedaan antara capaian ketahanan pangan dan pertumbuhan sektor pertanian menunjukkan perlunya evaluasi kebijakan secara menyeluruh. Keberhasilan sektor pertanian tidak cukup dinilai dari tersedianya stok pangan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang diterima petani dan pelaku usaha.

Transparansi data produksi, konsumsi, stok, harga, dan pertumbuhan sektor pertanian menjadi penting untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pangan nasional.

Dengan memperkuat produktivitas, melakukan diversifikasi komoditas, serta meningkatkan hilirisasi, sektor pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar.

Pada akhirnya, ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian merupakan dua tujuan yang perlu berjalan beriringan. Kemampuan Indonesia menjaga ketersediaan pangan perlu dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan petani dan daya saing produk pertanian agar pembangunan sektor tersebut berlangsung secara berkelanjutan.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agroeduwisata

    Melalui Agroeduwisata Pertanian, BPP Ragunan Perkuat Fungsi Kostratani

    • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    (JAKARTA) Kementerian Pertanian (Kementan) terus memaksimalkan program-program utamanya. Salah satunya dengan melakukan transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kostratani adalah pusat pembangunan pertanian di kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi, dan peran BPP dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan […]

  • Mengenal umbi dari tanaman ubi cilembu ini bukan hanya lezat, tetapi juga sangat baik dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

    Mengenal Tanaman Ubi Cilembu, Cita Rasa Manisnya dan Manfaatnya Bagi Tubuh

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Mengenal tanaman ubi cilembu dan manfaatnya bagi tubuh. Ubi cilembu merupakan salah satu jenis ubi manis yang berasal dari desa Cilembu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Umbi atau buah dari tanaman ini memiliki ciri khas yang sangat khas dan menjadi favorit bagi banyak orang karena rasa manisnya yang unik. Selain rasanya yang enak, tanaman umbi ubi […]

  • Cara Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Organik

    Jangan Salah Pilih, Inilah Sampah Organik yang Bisa Dijadikan Pupuk Kompos

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 3Komentar

    Sampah organik yang bisa dijadikan pupuk kompos. Indonesia telah dikenal sebagai salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia, dengan produksi sampah mencapai angka yang signifikan. Dalam laporan Bank Dunia, Indonesia menghasilkan sekitar 65,2 juta ton sampah pada tahun 2020. Namun, langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan telah diambil, termasuk praktik daur ulang […]

  • Petani Bone

    Dukung Swasembada Pangan, Petani Bone Sepakat Tanam Tiga Kali Setahun

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Pemerintah Desa Welado, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, menggelar Rembug Tani atau dalam Bahasa bugis disebut Tudang Sipulung pada Rabu, 28 Mei 2025. Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Balai Desa Welado ini, seluruh pemangku kepentingan hadir dan menyepakati kebijakan penting dalam sektor pertanian, yaitu penerapan pola tanam tiga kali dalam setahun. Pertemuan strategis ini […]

  • Dosen FHIL UHO dan Dosen Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia Gelar Pelatihan kepada Masyarakat Petani Hutan Kemasyarakatan Program Perhutanan Sosial di Kec. Tongauna Utara, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara, Indonesia

    Dosen FHIL UHO dan Dosen Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia Gelar Pelatihan kepada Masyarakat Petani Hutan Kemasyarakatan Program Perhutanan Sosial di Kec. Tongauna Utara, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara, Indonesia

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com, Kendari 2025 – Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi kayu sengon dan jabon serta keberlanjutan lingkungan, dosen dari Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) bekerja sama dengan dosen Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menggelar pelatihan kepada anggota kelompok tani hutan KTH Wawonggota dan KTH Lalondoumo KUPS Agroforestri tentang budidaya kayu sengon dan […]

  • BGN Gelar Pelatihan Penjamah Makanan SPPG Bitung, Tegaskan Pentingnya Higienitas dan Keamanan Pangan

    BGN Gelar Pelatihan Penjamah Makanan SPPG Bitung, Tegaskan Pentingnya Higienitas dan Keamanan Pangan

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Dalam upaya memperkuat mutu pelayanan gizi dan menjamin keamanan pangan di daerah, Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bitung tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Nalendra, Minggu (28/9/2025), diikuti oleh 245 peserta dari lima SPPG, yaitu Ranowulu, Madidir, Paceda, Kakenturan, dan Maesa. Koordinator […]

expand_less