Jenis Limbah Pertanian Yang Dapat Mengakibatkan Terjadinya Pencemaran Lingkungan

Jenis limbah pertanian yang dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan, yaitu:

  • Pupuk, contohnya urea yang dapat menyebabkan eutrofikasi.
  • Insektisida, contohnya DDT yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia maupun hewan seperti burung.
  • Herbisida, contohnya glifosat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia maupun kerusakan pada koloni lebah.

Limbah pertanian merupakan sisa dari proses produksi pertanian, artinya limbah pertanian ini adalah sebagai bahan buangan tidak terpakai di sektor pertanian.

Dalam pertanian masa kini, banyak digunakan senyawa kimia seperti pupuk pestisida, insektisida (pembunuh serangga) dan hebisida (pembunuh semak) yang digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman.

Namun zat ini ternyata juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan membahayakan apabila digunakan berlebihan.

Jenis limbah pertanian yang dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan salah satunya adalah limbah pestisida.

Pestisida ini secara umum dapat diartikan sebagai bahan kimia yang beracun yang digunakan untuk mengendalikan jasad pengganggu yang merugikan kepentingan manusia.

Pestisida adalah salah satu limbah yang dapat mencemari lingkungan, dimana racun yang diakibatkan oleh pestisida ini akan mencemari lingkungan.

Hal tersebut dapat terjadi karena sifat pestisida yang beracun maka residunya dapat bertahan selama bertahun-tahun dan sangat sulit terurai secara alami.

Pestisida ini juga sudah hampir ditemukan di setiap tempat lingkungan pertanian. Bahkan, pencemaran pestisida ini dapat menyebar melalui angin, melalui tanah dan melalui aliran air yang terbawa melalui tubuh organisme yang dikenainya.

Pestisida yang paling banyak dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan manusia adalah pestisida sintetik, yaitu golongan organoklorin.

Selain itu, ternyata limbah pertanian dari penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat mengakibatkan lingkungan tercemar.

Pupuk seperti Urea dan NPK yang kaya akan nutrisi ini dibutuhkan tanaman seperti nitrat dan fosfat.

Dalam jumlah kecil senyawa ini tentu saja bermanfaat bagi tanaman, tapi jika dalam jumlah yang berlebihan dan ketika masuk ke perairan, nutrisi ini akan menyebabkan terjadinya eutrofikasi.

Eutrofikasi ini merangsang pertumbuhan eksplosif alga yang nnatinya dapat menutupi permukaan air sehingga sinar matahari tidak bisa masuk ke dalam air.

Saat mati, alga ini akan membusuk dan menyebabkan berkurangnya oksigen di air. Maka, eutrofikasi menyebabkan matinya hewan di air seperti ikan, akibat kekurangan oksigen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *