Kisah terjunnya Khoiri di usaha pertanian, khususnya peternakan domba Wonosobo (dombos) secara terpadu, bermula di tahun 2011 lalu. Saat itu memasuki kelas 3 SMK bidang kimia organik, Khoiri harus menjalani program magang selama 3 bulan sebagai syarat kelulusan. “Awalnya orientasi saya ke industri pabrik petrokimia, tetapi tidak lolos. Selama 3 bulan, saya belajar membuat pupuk organik, olahan pakan ternak, dan sebagainya,” ujarnya.
Tahun 2012, setelah lulus SMK, bermodalkan keahlian yang ia peroleh selama 3 bulan magang itu, Khoiri merasa nyaman terjun di dunia pertanian. “Terbiasa membuat pupuk, kemudian di rumah memang ada bangunan yang mendukung untuk dijadikan kandang tempat usaha. Kebetulan juga bapak saya punya proyek pasar qurban yang menampung hewan ternak, mulai dari situ, saya bergerak di bidang pertanian,” papar Khoiri.
Tak merasa pua mengembangkan usaha, Khoiri melanjutkan pendidikannya dengan mengambil mengambil kuliah kelas karyawan dengan jurusan akuntansi. Di tahun 2012 itulah, Khoiri mendirikan Kandank Oewang, yang merupakan peternakan domba Wonosobo (dombos) terintegrasi dari hulu hingga hilir.
2 Komentar