Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan ini merupakan sebuah kondisi terpenuhinya kebutuhan gizi rumah tangga yang dihasilkan dari adanya ketersediaan pangan yang cukup.

Mulai dari jumlah maupun mutunya yang tetap aman, merata dan juga mudah untuk dijangkau.

Pangan ini adalah sebuah kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi setiap saat dan memegang peranan penting dalam kehidupan suatu bangsa.

Secara umum ketahanan pangan ini merupakan ketersediaan dan kemampuan seseorang untuk dapat mengakses pangan dan hal ini secara terperinci telah dijelaskan dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2012.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dan juga terkait dengan ketahanan pangan, yaitu:

1. Kondisi Ekonomi, Politik, Sosial dan Keamanan

Ketahanan pangan ini dapat tercipta jika aspek penting dalam suatu negara telah terpenuhi. Terdapat empat poin dalam aspek ini, yaitu kondisi ekonomi, politik, sosial dan juga keamanan.

Sehingga, jika dari keempat poin aspek tersebut tidak dapat berjalan dengan baik dan seimbang, tentu saja dampaknya dapat meluas ke segi lainnya yang nnatinya akan merugikan masyarakat termasuk ketahanan pangan.

2. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana ini juga menjadi faktor berikutnya yang bisa mempengaruhi hal tersebut. Apabila tidak ada sarana dan prasarana publik yang baik, maka proses pendistirbusian komoditas pangan ini tentu saja akan mengalami hambatan.

Contoh sederhananya adalah jika di sebuah wilayah yang sulit untuk diakses tentu saja ini akan membuat distribusi terganggu dan jika dibiarkan dapat menyebabkan krisis pangan.

Adanya akses transportasi ini memang menjadi hal penting supaya semua pendistribusian pangan menjadi merata ke semua wilayah.

Tak hanya sarana untuk pendistribusian, ternyata sarana ini juga penting untuk meningkatkan produktivitas komoditas pertanian, seperti pengadaan pupuk, benih unggul dan masih banyak yang lainnya.

3. Teknologi yang dikembangkan

Di era yang sekarang ini tentu saja akan sangat mustahil jika tidak menggunakan teknologigi dalam segala aspek kehidupan.

Penggunaan teknologi ini tentu saja akan dapat digunakan pada saat proses tanam hingga masa panen komoditas pangan.

Tak hanya sampai di situ saja teknologi pertanian ini juga sering digunakan dalam hal sistem penyimpanan hasil produksi pangan yang tepat.

Hal ini bertujuan supaya tanaman dan komoditas pangan menjadi aman selama proses pendistribusian hingga digunakan oleh masyarakat.

Bahkan, teknologi dalam rekayasa pangan ini juga diperlukan untuk mengembangkan suatu varietas unggul dalam pengadaan komoditas pangan.

4. Pengadaan Lahan yang Tepat

Faktor yang selanjutnya adalah pengadaan lahan yang tepat. Jumlah lahan yang memadai ini akan dapat memungkinkan produktivitas komoditas pangan menjadi tercukupi.

Namun sebaliknya, apabila lahan yang ada ini semakin menurun maka stabilitas pangan juga akan dapat terganggu.

Kondisi inilah yang sekarang menjadi masalah di Indonesia, sehingga dalam hal ini pemerintah harus mempunyai strategi baru untuk dapat menyediakan lahan untuk pertanian.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan lahan rawa melalui sebuah program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

5. Iklim dan Cuaca

Faktor utama yang berakitan dan juga mempengaruhi ketahanan pangan di Indonesia ini adalah iklim dan cuaca.

Secara sederhana, jika cuaca dan iklim dalam keadaan yang baik maka petani dapat menghasilkan produktivitas pertanian yang lebih dan persediaan pangan yang memadai.

Tetapi, jika kondisi cuaca dan iklim dalam keadaan buruk maka tentu akan merugikan petani dan mengganggu stabilitas dari ketahanan pangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *