Jenis bahan baku yang dapat digunakan termasuk kayu-kayuan, tempurung kelapa, janggel jagung, sekam, serbuk kayu sisa gergaji, dan limbah serkel kayu.

Penerapan teknologi pembuatan asap cair tidak hanya memberikan solusi untuk mengatasi limbah kayu, tetapi juga memberdayakan limbah tersebut menjadi produk bernilai tinggi.

Dengan memanfaatkan hasil sampingan kayu dan tempurung kelapa, teknologi ini mendukung program pemerintah daerah terkait pertanian organik serta menyediakan pestisida nabati bagi petani lokal.

Penggunaan asap cair dalam pertanian memberikan berbagai manfaat.

Selain pengendalian hama, asap cair juga dapat meningkatkan kualitas tanah dan menetralisir asam tanah, mempercepat pertumbuhan pada berbagai bagian tanaman seperti akar, batang, umbi, daun, bunga, dan buah, serta mengusir serangga yang merugikan tanaman.

Dengan memanfaatkan asap cair, petani dapat mengurangi penggunaan insektisida kimia yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan.

Penerapan asap cair sebagai solusi pengendalian hama pada tanaman padi menjadi alternatif yang ramah lingkungan, efektif, dan berkelanjutan.