Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jagung, Kamu Wajib Tahu!

Tanaman jagung adalah salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan dan dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Tak hanya itu, tanaman ini juga menjadi salah satu makanan pokok sumber karbohidrat. Bahkan, jagung juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jagung

Klasifikasi

Berikut ini klasifikasinya, yaitu:

  • Kingdom: Plantae (tumbuhan).
  • Divisi: Spermatophyta (tumbuhan berbiji).
  • Subdivisi: Angiospermae (berbiji tertutup).
  • Kelas: Monocotyledoneae (berkeping satu).
  • Famili: Graminae (rumput-rumputan)
  • Genus: Zea.
  • Spesies: Zea mays L.

Morfologi

Morfologi jangung ini meliputi tongkol dan biji, bunga, batang dan daun serta akar. Berikut ini penjelasan masing-masingnya, yaitu:

1. Tongkol dan Biji

Tongkol dan biji ini merupakan hasil utama yang dipetik. Tongkol ini muncul dari ruas batang dan tumbuh menjadi tunas. Bagian tongkol ini diselimuti dengan dinding pericarp. Pericarp ini juga menempel dengan biji dan melindungi biji jagung.

Satu tanaman jagung ini dapat menghasilkan satu hingga lebih tongkol jagung dan dalam satu tongkol tersusun dari 200 hingga 400 biji.

2. Bunga

Bunga jagung ini merupakan bunga tidak sempurna. Tetapi, tanaman ini termasuk berumah satu, artinya bunga jantan dan bunga betinanya berada di dalam satu tanaman.

Bunga ini akan menjadi alat penyerbukan, saat bunga jantan dan bunga betina mengalami penyerbukan akan menghasilkan pati yang nantinya berkumpul menjadi tongkol.

3. Batang dan Daun

Morfologi batangnya adalah berbentuk silindris, tidak bercabang, tidak berlubang dan beruas-ruas. Tak hanya itu, diameter batangnya sekitar 3 hingga 4cm dan tingginya bervariasi tergantung pada varietasnya. Umumnya, memiliki tinggi 0,6m hingga 3m.

Tiga bagian pada batangnya adalah bagian kulit luar atau epidermis, jaringan pembuluh dan pusat batang. Sementara untuk bagian daun, terdiri dari helai daun, pelepah daun dan ligula. Perlu diketahui, daun tanaman ini akan tumbuh pada setiap ruas yang ada pada batang.

4. Akar (Sistem Perakaran)

Akar jagung ini termasuk dalam akar serabut yang bisa mencapai kedalaman 8m, walaupun sebagian besar hanya berada pada kisaran 2m saja.

Ketika tanaman yang sudah cukup dewasa akan muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang dapat membantu menyangga tegaknya tanaman.

Fungsi utama akar adalah untuk memperkuat berdirinya tumbuhan, untuk menyerap air dan zat-zat yang terlarut di dalam air tadi dari dalam tanah, mengangkut air dan zat-zat makanan tadi ke bagian lain dari tumbuhan. Bahkan, akar juga bisa sebagai tempat penimbunan cadangan makanan.

Akar serabut pada tanaman jagung memiliki tiga bagian, yaitu akar adventif, akar penyangga serta akar seminal.

Komentar