4. Sebagai alat pembayaran

Menurut sejarahnya, dahulu tanaman atau pohon kakao ini hanya dimiliki oleh orang-orang kaya. Karena, hasil olahannya yang berupa cokelat dan digunakan atau hanya disuguhkan ketika acara pertunangan ataupun pernikahan.

Seiring berjalannya waktu saat telah memahami mengenai kondisi ekonomi, mereka menjadikan biji kakao ini sebagai alat pembayaran. Seperti, satu ekor kalkun bisa dibayar atau ditukar dengan 200 biji kakao.