Fakta Menarik Tanaman Kakao dan Sejarahnya

Tanaman kakao atau Theobroma cacao adalah tanaman yang asalnya dari Amerika Selatan. Dari biji tumbuhan ini dapat menghasilkan produk olahan seperti cokelat. Makanan cokelat menjadi salah satu makanan tertua di dunia yang telah diproses sejak 1.100 Sebelum Masehi.

Menurut sejarahnya, tanaman kakao dikenal pertama kali di Indonesia pada sekitar tahun 1560. Melalui perantara dari orang-orang Spanyol yang membawanya ke Sulawesi serta Jawa.

Saat itu Jenis kakao yang pertama kali masuk ke Indonesia masuk adalah jenis Criollo Venezuela, dan dibawa dari Filipina. Selanjutnya pada tahun 1880, ada jenis lain dari kakao yang masuk ke Indonesia, yaitu jenis Forastero dari Venezuela.

Pada awal abad ke 19, keseluruhan tanaman kopi atau perkebunan kopi di Indonesia terserang jamur Hemileia vastatrix B. & Br. Hali ini kemudian membuat perkebunan kopi banyak beralih ke tanaman kakao.

Pada abad ke 20, perkebunan kakao di Indonesia paling banyak terdapat di pulau Jawa. Tetapi, saat ini usaha kakao yang lebih banyak adalah di luar pulau Jawa, khususnya Sulawesi.

Perlu diketahui juga, sekarang Indonesia tercatat sebagai produsen kakao terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan juga Ghana.

Fakta Menarik Tanaman Kakao

Berikut ini beberapa fakta menarik dari tanaman kakao, yaitu:

1. Hanya berbuah selama 25 tahun

Tanaman kakao ini termasuk pohon yang unik, karena dapat berbuah selama 4 tahun penuh apabila kondisinya sehat. Walaupun begitu, usia produktif yang dimiliki oleh pohon kakao hanya sekitar 25 tahun saja. Artinya, pohon kakao ini hanya bisa berbuah selama jangka waktu tersebut.

2. Termasuk jenis sayur

Kakao ini ternyata merupakan bagian dari keluarga Malvaceae, yaitu satu keluarga dengan okra dan kapas. Artinya, kakao masih termasuk sebagai golongan sayuran.

3. Pohon lemah makanan para dewa

Ternyata tanaman kakao disebut lemah sebab hanya mampu tumbuh di bawah pohon yang besar dan biasanya tumbuh berderet dengan pohon kakao lainnya.

Apakah benar pohon kakao ini merupakan makanan dewa? Ya, sesuai dengan namanya yakni Theobrama cacao, sehingga secara harfiah, nama kakao ini mempunyai arti makanan para dewa.

4. Sebagai alat pembayaran

Menurut sejarahnya, dahulu tanaman atau pohon kakao ini hanya dimiliki oleh orang-orang kaya. Karena, hasil olahannya yang berupa cokelat dan digunakan atau hanya disuguhkan ketika acara pertunangan ataupun pernikahan.

Seiring berjalannya waktu saat telah memahami mengenai kondisi ekonomi, mereka menjadikan biji kakao ini sebagai alat pembayaran. Seperti, satu ekor kalkun bisa dibayar atau ditukar dengan 200 biji kakao.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar