Solusi: Menggunakan teknik pertanian berkelanjutan, seperti sistem irigasi cerdas, polikultur, atau pertanian organik, serta memanfaatkan data cuaca yang lebih akurat dapat membantu petani milenial mengatasi risiko perubahan iklim.
5. Keterampilan dan Pendidikan Pertanian
Sebagian petani milenial mungkin tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian, sehingga kurang pengetahuan dalam hal teknik pertanian, pengelolaan lahan, atau bahkan manajemen bisnis pertanian. Keterbatasan ini bisa menghambat produktivitas dan pengembangan usaha tani.
Solusi: Program pelatihan dan sertifikasi di bidang pertanian perlu ditingkatkan. Lembaga pendidikan dan penyuluhan dapat berperan dalam membekali petani muda dengan keterampilan yang sesuai untuk menghadapi tantangan agribisnis modern.
6. Akses Pasar dan Pemasaran Digital
Meskipun teknologi digital membuka peluang baru dalam pemasaran hasil tani, petani milenial sering kali kesulitan menembus pasar yang lebih luas dan stabil. Persaingan dengan produk impor dan tekanan harga dari pasar besar juga menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Tinggalkan Balasan