Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Tumbuhan Lada: Mengenal Serangan Hama Dan Penyakit

Tumbuhan Lada: Mengenal Serangan Hama Dan Penyakit

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 4 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tumbuhan lada atau merica merupakan salah-satu bahan rempah-rempah yang sering ditemukan di negara-negara Asia Tenggara. Tumbuhan ini termasuk hasil pertanian yang memiliki nilai jual dengan ekonomis tinggi, sehingga banyak yang tertarik membudidayakan tanaman satu ini. Namun tanaman ini sering mengalami berbagai gejala misalnya mengalami layu dan bahkan mati.
Penyakit dan hama menjadi salah-satu faktor penyebab gagalnya dalam budidaya tumbuhan lada tersebut. Pada serangan hama dan penaykit pada lada sangat mempengaruhi perkembangan tanaman ini. Sehingga lada merupakan salah-satu tanaman yang paling harus diberikan perhatian khusus dari petani agar tidak terserang pada gejala ataupun hama yang menyebabkan penurunan produksinya.
Nah, berikut ini jenis hama dan penyakit pada tumbuhan lada.
1. Hama Penghisap Buah, meski hanya dikenal dengan penghisap buah hama ini juga tidak hanya menghisap buah tetapi dapat menyerang bagian bunga, tangkai daun tanaman. Gejalanya dapat terlihat warna hitam pada buah.
2. Hama Penggerak Batang, gejala awal yang ditandai dengan daun yang menguning dan layu pada bagian batang dan cabang pada tanaman merica. Kemudian lama kelamaan cabangnya akan menjadi kering dan patah. Hama ini juga dapat menyebabkan tanaman mati.
3. Hama Penghisap bunga, biasanya hama penghisap buah ini merusak bagian bunga tanaman lada. Dan gejala awalnya dapat terlihat pada rusanya tandan, terlihat bunga tida optimal,bunga gugur sebelum menjadi buah dan pembentukan yang tida sempurna.
4. Penyakit Kuning, penyakit kuning termasuk penyakit paling utama pada tanaman lada yang disebabkan oleh nematoda atau karena jamur patogen. Tetapi penyakit ini juga bisa di sebabkan karena kelembaban, atau unsur hara yang rendah pada tanah. Gejala awalnya dapat terlihat bercak kuning yang dapat ditemui pada pangkah yang perlahan ke atas.Sehingga menyebabkan daun-daun berguguran, akar mulai rapuh dan lama kelamaan akan mati.
5. Penyakit Busuk Pada Bagian Batang, gejala awal penyakit ini dapat terlihat pada perubahan warna pada bagian batang. Gejala ini disebabkan oleh patogen Phytophthora Capsici yang menyebabkan tumbuhan lada menjadi mati dalam waktu yang singat bahkan lama.
Berikut beberapa gejala awal hama dan penyakit pada tanaman lada yang sering menyebabkan tumbuhan lada menjadi layu bahkan mati. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan semoga selalu waspada dan menjaga tanaman anda agar tidak terkena hama dan penyakit. (NAW)

  • Penulis: redaksi

Komentar (2)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • TOT

      Genjot Ekspor Pertanian, Kementan Gelar TOT Bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh

      • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
      • account_circle redaksi
      • 4Komentar

      JAKARTA – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian guna menggenjot ekspor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ekspor pertanian akan terus ditingkatkan dengan mendorong pengembangan hilirisasi produk jadi. Hal ini disampaikan Mentan saat mendampingi Wakil Presiden RI, KH […]

    • Pohon Kehidupan di Negeri Tropis: Masa Depan Perkebunan Kelapa Indonesia

      Pohon Kehidupan di Negeri Tropis: Masa Depan Perkebunan Kelapa Indonesia

      • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      wartanionline.com – Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Julukan “pohon kehidupan” disematkan pada kelapa karena hampir seluruh bagian dari pohon ini dapat dimanfaatkan dari akar hingga daunnya. Perkebunan kelapa menjadi tumpuan mata pencaharian bagi jutaan petani, serta menyumbang devisa […]

    • Katingan

      Dorong Produktivitas Meningkat, Pertanian Katingan Manfaatkan Program CSA Kementan

      • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dengan Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas khususnya komoditas padi. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Dikatakan Mentan Syahrul, sudah menjadi tanggung jawab Kementan untuk menyediakan pangan […]

    • Anniversary Dan Nobar Akbar Inter Club Indonesia

      Anniversary Dan Nobar Akbar Inter Club Indonesia

      • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
      • account_circle redaksi
      • 1Komentar

      Jakarta – Inter memang harus mengakui keunggulan ac milan di laga Derby Della Madoninna. Meski demikian, ICI tetap berjiwa besar dan merayakan anniversary ke 19 Inter Club Indonesia. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelatih Inter Simone Inzaghi belum pernah memenangi laga derby tersebut di Serie A. Inter lebih dulu unggul berkat goal Marcelo Brozovic, yang memanfaatkan umpan […]

    • Program

      Program CSA Kementan, Garis Terdepan Hadapi El Nino

      • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      pangan global diyakini masih menjadi ancaman serius di tahun 2024. Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasinya. Diantaranya dengan mempersiapkan berbagai upaya antisipasi adaptasi dan mitigasi El Nino di sektor pertanian yang siap dilaksanakan setiap daerah.  Kementan juga terus mendorong dan membantu petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian sebagai upaya memenuhi kebutuhan […]

    • genta organik

      Inovasi Pertanian Modern Hadirkan Genta Organik Solusi Tanah Sehat Produksi Meningkat

      • calendar_month Jumat, 27 Jan 2023
      • account_circle redaksi
      • 12Komentar

      JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus sosialisasikan Gerakan Pertanian pro organik (Genta Organik) hingga gerakan ini masif ke seluruh pelosok di Indonesia. Pertanian organik penting untuk membuat tanah tetap sehat dan produksi pertanian tetap bisa meningkat. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pun mendorong pemerintah daerah agar ikut menggalakan Genta Organik di daerahnya. “Salah satu […]

    expand_less