Ketahanan Tanaman Terhadap Hama dan Penyakit

Ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit sama halnya dengan imunitas tubuh pada manusia yang berusaha melawan terhadap penyakit. Sebab tanaman juga memiliki mekanisme adaptasi serta pertahananya terhadap perubahan lingkungannya dan musuh alaminya.

Ketahanan tanaman dibedakan menjadi dua, yaitu ekstrim dan sangat rentan. Tanaman imun tidak akan menjadi tanaman inang bagi pemakan tumbuhan (herbivora) dan biasanya berada di laur kisaran tanaman inang untuk serangga.

Sehubungan dengan tanaman tahan mungkin diklasifikasikan sebagai ketahanan genetik yang sifat ketahanannya dikendalikan terutama oleh faktor genetik dan ketahanan lingkungan yang sifat ketahanannya dikendalikan terutama oleh lingkungan.

1. Ketahanan Genetik

Faktor yang menentukan ketahanan Faktor yang menentukan ketahanan tanaman inang terhadap serangga termasuk adanya pembatas dari stuktur tanaman, allelokimia, dan nutrisi yang tidak seimbang. Kualitas ketahanan adalah sifat yang diwariskan yang bekerja cenderung memberikan ketidak cocokan tanaman untuk digunakan serangga.

Hal ini disebabkan karena adanya non preferensi, antibiosis dan tolerance (painter, 1951). Dengan adanya ketahanan tanaman, penggunaan pada pestisida dapat mengurangi dan diusahakan pentisida tersebut hanya menjadi alternatif pengendaian hama dan penyakit pada tanaman saja.

2. Ketahanan Ekologi

Ketahanan ekologi telah dikatagorikan sebagai ketahanan semu (pseudoresistance) dan ketahanan induksi (induced resistance). Ketahanan semu bukan berasal dari sifat genetik yang dibawa pada tanaman, tetapi dari beberapa perubahan sementara (temporary shifts) dalam kondisi lingkungan yang cocok bagi varietas rentan.

Kemudian ketahanan varietas tahan secara terus menerus dalam rangka penanggulangan serangan hama/penyakit ternyata dapat merangsang timbulnya ras atau biotipe baru penyakit atau hama tersebut.

Perubahan dalam pola pertumbuhan tanaman yang dihasilkan dalam ketidak sinkronan antara serangga dan fenologi tanaman adalah suatu modal untuk mendapatkan ketahanan semu.

Karena beberapa varietas tanaman menghindar (host evasion) dari serangan hama dengan cepat melewati fase pertumbuhan rentan.

Sehingga tanaman yang matang lebih awal telah digunakan dalam pertanian sebagai strategi pengelolaan tanaman terpadu yang effektif, namun demikian tanaman semacam ini akan terserang hebat bila hamanya berkembang biak lebih awal.

Dari berkembangnya berbagai teknologi dan ilmu ketahanan tanaman utamanya secara genetik semoga dapat diperoleh dengan penggunaan atau dilakukannya berbagai metode genetik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar