Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perkebunan » Jahe Merah, Emas dari Ladang: Panduan Lengkap Budidaya untuk Pemula

Jahe Merah, Emas dari Ladang: Panduan Lengkap Budidaya untuk Pemula

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com – Menjalankan usaha budidaya jahe merah merupakan salah satu bentuk agribisnis yang cukup populer dan memberikan keuntungan menjanjikan.

Banyak masyarakat pedesaan yang menanam jahe merah, baik untuk dipasarkan ke kota-kota besar maupun diekspor ke luar negeri. Hal ini tidak lepas dari tingginya permintaan pasar terhadap jahe merah.

Tingginya minat ini disebabkan oleh banyaknya manfaat jahe merah bagi kesehatan. Rimpang jahe merah kerap dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan obat tradisional maupun tambahan dalam kuliner. Maka dari itu, budidaya jahe merah dinilai memiliki prospek cerah dalam jangka panjang.

Media Tanam Jahe Merah

Sebelum mulai menanam jahe merah, penting untuk memahami jenis media tanam yang cocok. Jahe merah tumbuh optimal di tanah yang subur dan gembur.

Agar hasil panen lebih maksimal, disarankan untuk memberikan pupuk kandang sebagai penunjang kesuburan tanah.

Penanaman dapat dilakukan langsung di tanah atau menggunakan wadah seperti polybag maupun karung bekas. Pilihan media tanam bisa disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Jika lahan terbatas, penggunaan polybag menjadi solusi efektif.

Langkah Budidaya Jahe Merah

1. Persiapan Lahan

Langkah awal adalah menyiapkan lahan tanam yang gembur dan memiliki tingkat kesuburan yang baik. Prosesnya meliputi:

  • Membajak atau mencangkul tanah agar gembur.

  • Membuat bedengan selebar 1 meter dan tinggi 25–30 cm, panjangnya menyesuaikan ukuran lahan.

  • Memberikan jarak antar bedengan sekitar 50 cm.

  • Menaburkan pupuk kandang sekitar 10 kg per 10 m² bedengan.

  • Membuat lubang tanam berjarak 25 x 25 cm dengan kedalaman 25–30 cm.

  • Mengisi setiap lubang dengan 0,5 kg pupuk kandang.

  • Diamkan lahan selama satu minggu sebelum ditanami.

2. Pemilihan Bibit

Setelah lahan siap, tahap selanjutnya adalah memilih rimpang jahe merah sebagai bibit. Bibit yang baik memiliki ciri:

  • Ukuran besar dan utuh, tidak cacat.

  • Warna merah cerah.

  • Tekstur segar dan tidak keriput, mengandung cukup air.

Rimpang yang telah dipilih diletakkan di tempat teduh, disiram secukupnya hingga muncul mata tunas. Selama proses ini, rimpang yang membusuk harus segera dibuang.

3. Persemaian

Rimpang yang bertunas kemudian dipotong, masing-masing potongan memiliki 3–5 mata tunas.

Sebelum disemai, potongan rimpang dicelupkan ke larutan fungisida dan ZPT selama 1–2 menit, lalu dikeringkan.

Bibit disemai secara berjajar pada media tanam, lalu ditutup dengan jerami atau bahan organik lainnya. Setelah 3–5 minggu dan tunas tumbuh merata, bibit siap dipindahkan ke media tanam utama.

4. Penanaman

Penanaman dilakukan pada polybag berukuran 60 x 60 cm atau karung goni berisi campuran tanah dan pupuk kandang.

Bibit ditanam satu per satu dalam wadah, lalu ditata rapi agar pertumbuhannya optimal.

Perawatan Tanaman

  • Penyiraman dilakukan rutin, terutama pada musim kemarau dan usia tanaman 0–3 bulan.

  • Penyiangan gulma dilakukan minimal setiap dua bulan agar tanaman tidak terganggu.

  • Pemupukan dilakukan saat tanaman berusia 2 bulan menggunakan pupuk bokashi dan tanah (perbandingan 1:3). Pupuk ditambahkan lagi secara berkala hingga usia tanam 8 bulan.

Hama umum yang menyerang antara lain kepik, ulat, dan kumbang. Sementara penyakit yang sering muncul meliputi busuk rimpang, layu bakteri, dan bercak daun. Pencegahan bisa dilakukan secara alami atau menggunakan pestisida sesuai dosis.

Proses Panen

Panen jahe merah dapat dilakukan mulai usia 3–4 bulan, tergantung kebutuhan pasar. Untuk hasil maksimal, panen dilakukan di akhir masa tanam dengan mencabut tanaman beserta rimpangnya.

Setelah itu, potong bagian pangkal batang dan simpan rimpang dalam wadah bersih agar tetap segar. Pisahkan rimpang yang sehat dari yang rusak untuk menjaga kualitas panen.

Melonggarkan media tanam sebelum panen akan memudahkan pencabutan rimpang dan membantu menghasilkan jahe merah berkualitas tinggi.

Jika kamu tertarik dengan usaha agribisnis yang punya peluang besar di masa depan, budidaya jahe merah bisa menjadi pilihan yang tepat.

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus kecanduan dan kematian terkait dengan penggunaan Kratom telah muncul, menjadikan tanaman daun kratom ini sebagai sumber kontroversi.

    Masih Jadi Kontroversi, Kini BPOM RI Melarang Penelitian Penggunaan Tanaman Kratom Sebagai Obat Herbal

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Tanaman kratom akan ditelitit sebagai obat herbal, BPOM RI melarangnya. Indonesia yang dikenal sebagai negara kaya akan keanekaragaman hayati memberikan peluang besar untuk menggali manfaat tanaman herbal dalam bidang kesehatan. Pemerintah pun telah intensif dalam mendorong penelitian terhadap tanaman herbal guna menghasilkan obat-obatan dan fitofarmaka yang berkualitas. Peran obat tradisional di Indonesia sangat penting dalam […]

  • Jahit Kaos Murah

    Cari Konveksi Kaos di Banyuwangi? Ini Tips Memilih yang Terbaik!

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Banyuwangi, kota yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, juga menjadi tempat yang tepat untuk mencari jasa konveksi kaos berkualitas. Baik untuk kebutuhan usaha, komunitas, atau acara khusus, memilih konveksi kaos Banyuwangi yang terpercaya adalah langkah penting untuk mendapatkan produk yang memuaskan. Dengan banyaknya pilihan konveksi di daerah ini, Anda perlu lebih selektif dalam […]

  • bpp

    Hadir di Jateng, Kementan Perkuat Peran dan Fungsi BPP di Kabupaten Banjarnegara

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

    JAKARTA – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) merupakan institusi pertanian terdepan di lapangan tingkat kecamatan, setiap BPP dibagi ke dalam wilayah-wilayah kerja penyuluh pertanian sebagai lembaga non struktural. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kostratani merupakan gerakan pembaharuan pertanian dimulai dari BPP. BPP merupakan kelembagaan penyuluhan pertanian di kecamatan dalam rangka optimalisasi tugas, fungsi dan […]

  • Intensifikasi Pertanian Untuk Antisipasi Kelangkaan Pangan

    Intensifikasi Pertanian Untuk Antisipasi Kelangkaan Pangan

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 6Komentar

    Intensifikasi pertanian adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan perhatian yang telah ada. Dalam melakukan intensifikasi pertanian ini ada beberapa cara yang penting yang perlu kamu ketahui dalam melakukannya. Cara ini umumnya disebut juga dengan Panca Usaha Tani, yaitu: Pengolahan tanah yang baik. Pengairan atau irigasi yang teratur. […]

  • Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Soroti Keberhasilan Swasembada Beras

    Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Soroti Keberhasilan Swasembada Beras

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    wartanionline.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada beras dan berada di jalur kuat menuju swasembada pangan nasional. Penegasan tersebut kembali disampaikan Presiden saat menghadiri agenda Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar pada Jumat (13/2/2026). Di hadapan para pelaku ekonomi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa capaian […]

  • Mengenal Tanaman Edelweis

    Mengenal Tanaman Edelweis: Kiat Sukses Menanam dan Merawatnya Hingga Berbunga Indah

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 2Komentar

    Tanaman Edelweis adalah salah satu tanaman hias yang cukup populer di Indonesia, terutama di daerah pegunungan. Tak hanya memiliki bunga yang indah, edelweis ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena sering dijadikan sebagai souvenir oleh para wisatawan. Namun, untuk berhasil dalam budidaya tanaman edelweis ini tentu sangat diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. Syarat utama […]

expand_less