Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Cetak SDM Pertanian Siap Kerja, 180 Mahasiswa Polbangtan Kementan Kantongi Sertifikasi Kompetensi

Cetak SDM Pertanian Siap Kerja, 180 Mahasiswa Polbangtan Kementan Kantongi Sertifikasi Kompetensi

  • account_circle Humas Polbangtan Gowa
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartanionline.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa Diploma IV. Sebanyak 180 mahasiswa dinyatakan kompeten usai mengikuti sertifikasi bidang Organik Tanaman dan Pengawas Mutu Pakan yang berlangsung sejak 4–8 Mei 2026.

Penutupan kegiatan sertifikasi berlangsung di Aula Syekh Yusuf, Jumat (8/5/2026), dengan suasana penuh semangat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polbangtan Gowa dalam mencetak lulusan yang profesional, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja sektor pertanian modern.

Sertifikasi kompetensi mengusung tema “Organik Tanaman dan Pengawas Mutu Pakan Level Fasilitator bagi Mahasiswa Diploma IV Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa”. Sebanyak 120 mahasiswa mengikuti skema Organik Tanaman, sementara 60 mahasiswa mengikuti skema Pengawas Mutu Pakan.

kegiatan sertifikasi bidang Organik Tanaman dan Pengawas Mutu Pakan. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern membutuhkan SDM unggul yang memiliki kompetensi terukur dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri pertanian masa depan.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi modal penting bagi generasi muda pertanian untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan vokasi pertanian yang siap kerja, adaptif, dan profesional.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Muhammad Amin Awaludin menilai pentingnya keselarasan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Lulusan yang memiliki kompetensi terstandar dinilai lebih siap memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian di berbagai daerah.

Kepala Tempat Uji Kompetensi (TUK) Aminuddin Saade mengapresiasi kelancaran pelaksanaan kegiatan sertifikasi yang melibatkan enam asesor pertanian, tiga asesor peternakan, dua perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), pendamping asesor, serta panitia pelaksana.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi bukan hanya sekadar pengakuan atas kemampuan mahasiswa, tetapi juga menjadi nilai tambah yang penting dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif.

“Melalui sertifikasi ini, mahasiswa tidak hanya diuji keterampilannya, tetapi juga dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian modern,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan menjaga integritas profesi agar mampu menjadi bagian dari pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

Dari total peserta, seluruhnya dinyatakan lulus kompeten, terdiri dari 120 asesi bidang pertanian dan 60 asesi bidang peternakan setelah mengikuti seluruh rangkaian asesmen sesuai standar yang ditetapkan.

Kegiatan penutupan ditandai dengan penyerahan berita acara hasil asesmen, penyampaian kesan dan pesan peserta, penanggalan tanda peserta, hingga sesi foto bersama. Polbangtan Gowa berharap lulusan yang telah tersertifikasi mampu menjadi generasi muda pertanian yang profesional dan siap bersaing di dunia kerja.

  • Penulis: Humas Polbangtan Gowa
  • Editor: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padi di Leuit Desa Urug Bisa Bertahan hingga 30 Tahun Tanpa Bahan Kimia

    Padi di Leuit Desa Urug Bisa Bertahan hingga 30 Tahun Tanpa Bahan Kimia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Di tengah arus modernisasi gudang penyimpanan beras dan distribusi logistik pangan, masyarakat adat di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, tetap teguh menjaga tradisi leluhur: leuit. Bangunan sederhana dari kayu dan bambu ini bukan sekadar tempat menyimpan gabah, melainkan simbol kemakmuran, ketahanan, dan kearifan lokal yang telah teruji lintas generasi. Bagi warga Desa […]

  • Business Motivation Pathway

    Antusiasme Tinggi, Petani Muda Sulsel Ikuti Workshop Business Motivation Pathway

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    GOWA – Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produktifitas usaha tani, salah satu program kementan adalah mencetak banyak petani milenial. Kementan berkeyakinan masih banyak anak muda yang mau terjun dibidang pertanian agar mempunyai kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Untuk itu Kementan menerjunkan program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) dan dirancang untuk menghasilkan wirausahwan […]

  • Budidaya Tanaman the king of spices

    Budidaya Tanaman The King Of Spices

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Lada (Piper nigrum) adalah tanaman rempah-rempah yang telah lama ditanam di Indonesia. Dikenal sebagai the king of spices, lada memiliki peran penting dalam memperkaya cita rasa masakan. Mari kita mengenal lebih dekat tentang tanaman lada. Pengertian dan Karakteristik Tanaman Lada Pertumbuhan dan Habitat: Lada tumbuh baik di ketinggian antara 10 hingga 500 meter di atas permukaan laut. […]

  • Apa Itu Autogami dan Macam-Macam Penyerbukan Tumbuhan

    Mengenal Apa Itu Autogami dan Macam-Macam Penyerbukan Pada Tumbuhan

    • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
    • account_circle Saiful Rachman
    • 7Komentar

    Apa itu autogami? Autogami atau penyerbukan sendiri ini merupakan proses menempelnya serbuk sari dari suatu bunga pada kepala putik bunga itu sendiri. Penyerbukan sendiri ini tidak menghasilkan keturunan yang bervariasi. Contoh dari penyerbukan sendiri ini adalah bunga telang dan bunga turi. Penyerbukan atau polinasi ini adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yaitu pollination cf. […]

  • Tanaman hias bisa cepat mati jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, ini 10 penyebab tanaman hias ceoat mati.

    10 Penyebab Tanaman Hias Cepat Mati, Ini Pentingnya Perawatan yang Tepat

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 0Komentar

    Penyebab tanaman hias cepat mati. Tren memelihara tanaman hias semakin populer dalam beberapa bulan terakhir. Selain sebagai dekorasi, merawat tanaman hias juga menjadi aktivitas yang menyehatkan untuk mengisi waktu luang. Namun, terkadang tanaman hias bisa cepat mati jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Hal ini sering terjadi terutama pada pemula yang baru merawat tanaman. Banyak […]

  • Cara Menanam Lemon di Rumah: Panduan Lengkap untuk Penggemar Tanaman

    Cara Menanam Lemon di Rumah: Panduan Lengkap untuk Penggemar Tanaman

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Menanam lemon di rumah adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Lemon adalah buah yang kaya manfaat, baik untuk kesehatan maupun keperluan dapur, dan memiliki aroma yang segar. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap tentang cara menanam lemon di rumah agar Anda dapat menikmati buah segar di halaman rumah Anda. 1. Pilih Varietas yang […]

expand_less