wartanionline.com – Menentukan berapa banyak dan seberapa sering menyiram tanaman dalam ruangan saat musim hujan atau cuaca dingin memang bisa menjadi tantangan tersendiri. Pada periode ini, tanaman hias umumnya tumbuh lebih lambat sehingga membutuhkan lebih sedikit air dibandingkan musim panas.
Namun di sisi lain, kondisi udara di dalam ruangan sering kali menjadi lebih kering akibat penggunaan pemanas atau sirkulasi udara yang minim. Hal ini membuat daun tanaman lebih rentan rusak jika kelembapan tidak terjaga dengan baik.
Mengapa Kebutuhan Penyiraman Berbeda Saat Musim Hujan?
Saat musim hujan, hari-hari cenderung lebih pendek dan intensitas cahaya matahari berkurang. Akibatnya, tanaman hias menerima lebih sedikit cahaya dan tidak dapat berfotosintesis seefisien biasanya. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman melambat dan kebutuhan air serta pupuk pun ikut menurun.
Jika jadwal penyiraman tidak disesuaikan dengan kondisi ini, tanaman berisiko mengalami penyiraman berlebihan yang dapat memicu masalah serius seperti pembusukan akar. Bahkan tanaman yang diletakkan di bawah lampu tumbuh umumnya tetap memerlukan lebih sedikit air selama musim hujan.
Berbeda dengan tanaman luar ruangan, tanaman hias dalam ruangan tidak pernah benar-benar memasuki masa dormansi penuh. Tanaman tetap membutuhkan air untuk menjaga kesehatan batang dan daun. Oleh karena itu, pemantauan tingkat kelembapan menjadi sangat penting, terutama karena pemanas ruangan, perapian, dan alat pemanas lainnya dapat membuat udara dalam ruangan menjadi sangat kering.
Seberapa Sering Menyiram Tanaman Hias Saat Musim Hujan?
Tidak ada aturan baku mengenai frekuensi penyiraman tanaman hias saat musim hujan. Kamu perlu bersikap fleksibel dan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing tanaman. Secara umum, tanaman tropis membutuhkan lebih banyak air dibandingkan sukulen dan kaktus.
Selain jenis tanaman, frekuensi penyiraman juga dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
-
Paparan cahaya
Semakin banyak cahaya yang diterima tanaman, semakin besar kebutuhan airnya, terutama jika terkena sinar matahari langsung dari jendela. -
Suhu rata-rata di dalam rumah
Suhu yang lebih hangat membuat air di dalam tanah menguap lebih cepat. -
Tingkat kelembapan udara
Semakin rendah kelembapan, semakin sering tanaman perlu disiram. -
Bahan pot tanaman
Pot plastik cenderung menahan kelembapan lebih lama, sedangkan pot terakota yang berpori membuat tanah lebih cepat kering.
Sebagai panduan umum, tanaman tropis biasanya disiram setiap satu hingga dua minggu, sementara sukulen dan kaktus dapat disiram lebih jarang. Namun, cara terbaik adalah memeriksa kondisi tanah terlebih dahulu. Siram tanaman hanya ketika sekitar 2–3 cm bagian atas media tanam terasa kering. Jika tanah masih lembap setelah satu minggu, sebaiknya tunda penyiraman.
Tanda Tanaman Hias Membutuhkan Lebih Banyak Air
Penyiraman berlebihan lebih sering menjadi penyebab masalah pada tanaman hias dibandingkan kekurangan air, terutama saat musim hujan ketika penyerapan air berlangsung lebih lambat. Meski begitu, jika tanaman menunjukkan tanda-tanda berikut, kemungkinan tanaman membutuhkan tambahan air:
-
Batang dan daun layu
Layu bisa disebabkan oleh kelebihan maupun kekurangan air. Namun, jika tanah terasa kering, itu tanda tanaman perlu disiram. -
Daun menguning, cokelat, kering, atau keriting
Daun yang kekurangan air akan berubah warna, terasa rapuh, mengerut, dan akhirnya rontok. -
Tanah kering dan retak
Media tanam yang terlihat kering, retak, dan terlepas dari sisi pot menandakan tanaman membutuhkan lebih banyak air.
Jika tanah mengering terlalu cepat dan tanaman sudah lama tidak dipindahkan pot, pertimbangkan untuk mengganti media tanam baru agar retensi air lebih baik.
Cara Menyiram Tanaman Hias Saat Musim Hujan
Menyesuaikan jadwal penyiraman saja belum cukup. Berikut beberapa tips tambahan agar tanaman hias tetap sehat selama musim hujan:
-
Gunakan pengukur kelembapan
Mengecek kelembapan tanah dengan jari sebelum menyiram sangat membantu mencegah penyiraman berlebihan. Jika masih ragu, kamu bisa menggunakan alat pengukur kelembapan tanah. -
Jaga daun tetap kering
Saat menyiram dari atas, arahkan air langsung ke tanah dan hindari membasahi daun untuk mencegah pertumbuhan jamur. -
Kosongkan alas pot tanaman
Setelah menyiram, segera buang air yang tertampung di alas pot agar akar tidak terendam terlalu lama. -
Siram pada pagi hari
Penyiraman pagi hari memberi tanaman waktu lebih lama untuk menyerap air sebelum suhu malam yang lebih dingin, sehingga risiko pembusukan akar berkurang. -
Kurangi pemupukan
Selama cuaca dingin, tanaman tidak membutuhkan banyak pupuk karena pertumbuhannya melambat. -
Tingkatkan kelembapan udara
Jika tanaman sudah disiram dengan baik tetapi daun masih terlihat kering, cobalah meningkatkan kelembapan ruangan menggunakan pelembap udara.
Dengan memahami kebutuhan tanaman dan menyesuaikan cara perawatannya, tanaman hias di dalam rumah dapat tetap sehat dan indah meski memasuki musim hujan.

Comment