Cetak Agen Perubahan, Polbangtan Kementan Bekali Mahasiswa Kiat Pengembangan Sapi Perah di Daerah Tropis
- account_circle Humas Polbangtan Gowa
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Polbangtan Kementan Bekali Mahasiswa Kiat Pengembangan Sapi Perah. (sumber Humas Polbangtan Gowa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartanionline.com, Bone – Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa antusias mengikuti kuliah umum bertema “Tantangan Pengembangan Sapi Perah di Daerah Tropis” yang digelar di Aula Kampus 2 Polbangtan Gowa, Kabupaten Bone, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan motivasi generasi muda agar menjadi agen perubahan yang kreatif, inovatif, dan kompetitif dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan peternakan.
Kuliah umum dihadiri oleh Plt Direktur Polbangtan Gowa Sartika Juwita, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian Ali Agus, Kepala Balai Besar Veteriner Maros Agustia, Kabag Umum Polbangtan Gowa Tanti Sulistyoningsih, jajaran dosen dan ketua program studi, serta sekitar 200 mahasiswa tingkat I dan II dari program studi pertanian dan peternakan.
Dalam sambutannya, Sartika Juwita menyampaikan bahwa kuliah umum merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai upaya memperkaya wawasan mahasiswa melalui berbagai perspektif dan pengalaman para pakar.
“Kami menghadirkan narasumber yang kompeten agar wawasan dan pengetahuan mahasiswa terus berkembang sesuai kebutuhan dunia kerja. Sebagai pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Gowa berkomitmen mencetak lulusan yang siap bekerja sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan peternakan,” ujarnya.

Polbangtan Kementan Bekali Mahasiswa Kiat Pengembangan Sapi Perah. (sumber Humas Polbangtan Gowa)
Pada kesempatan tersebut, Ali Agus menjelaskan berbagai tantangan dan peluang pengembangan sapi perah di wilayah tropis. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung pembangunan peternakan nasional.
“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, kalian harus memiliki visi dan peta jalan yang jelas. Ke depan, Kementerian Pertanian akan mengembangkan program Integrated Tropical Dairy Industry yang mengintegrasikan seluruh rantai usaha, mulai dari penyediaan bibit, pakan, produksi susu, pengolahan hingga pemasaran,” jelasnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Generasi muda vokasi pertanian dan peternakan harus menjadi pelopor inovasi dengan memanfaatkan teknologi modern serta membangun usaha yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Masa depan peternakan Indonesia berada di tangan SDM muda yang memiliki karakter kuat dan semangat belajar tinggi,” kata Amran.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kuliah umum menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan semangat berinovasi.
“Mahasiswa merupakan aset penting pembangunan pertanian dan peternakan Indonesia. Kami berharap lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, serta mampu mengembangkan usaha peternakan berbasis teknologi dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin mendorong mahasiswa memanfaatkan setiap kesempatan belajar dari para pakar dan praktisi untuk meningkatkan kompetensi.
“Sektor peternakan memiliki prospek yang sangat besar. Karena itu dibutuhkan SDM yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu berinovasi untuk meningkatkan daya saing peternakan Indonesia,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Gowa berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi dalam pengembangan usaha sapi perah di daerah tropis guna mendukung terwujudnya peternakan Indonesia yang modern, produktif, dan berdaya saing.
- Penulis: Humas Polbangtan Gowa
- Editor: Editor wartanionline.com





Saat ini belum ada komentar